Moskow, Gontornews — Badan pengungsi PBB, Sabtu (08/07/2023), melaporkan 6,3 juta warga Ukraina mengungsi ke luar negeri sejak Rusia melakukan operasi militer khusus Ukraina. Pada peringatan ‘500 hari’ invasi Rusia di Ukraina tersebut, PBB mencatat 5,96 juta warga Ukraina berlindung di Eropa, sementara 364.000 pengungsi berada di luar benua.
Sejauh ini, Rusia menampung sebagian besar warga Ukraina dengan hampir 1,3 juta warga. Setelahnya, ada Jerman dengan 1,1 juta warga dan Polandia, yang berada di urutan ketiga, dengan hampir 1 pengungsi Ukraina.
Selain tiga negara tersebut, Republik Ceko menampung lebih dari 350.000 pengungsi; Inggris dengan lebih dari 206.000 pengungsi. Sedangkan Bulgaria, Italia, Moldova, Slovakia dan Rumania masing-masing menampung lebih dari 100.000 pengungsi asal Ukraina. Pun dengan Austria dan Belanda yang menampung hampir 100.000 pengungsi.
Elena, seorang insinyur asal Donetsk, mengaku lebih memilih berlindung di Rusia karena tidak terkendala bahasa sehari-hari. Ia juga mengaku memiliki kerabat dekat yang tinggal di Rusia seraya berharap dapat tinggal di sana.
“Saya memiliki pendidikan yang lebih tinggi dan saya pikir ada lebih banyak peluang untuk menemukan pekerjaan yang baik di sini. Jika saya pergi ke Eropa, sekalipun ijazah saya diakui, akan sulit bagi saya untuk mencari pekerjaan karena saya hanya berbicara sedikit dengan bahasa Inggris,” kat Elena kepada Anadolu.
Berdasarkan data yang diterima dari Jerman, Republik Ceko, Italia, Turki, Lithuania, Georgia dan Spanyol, rilis per 6 Juli 2023, Dewan Hak Asasi Manusia mengungkap 62 persen pengungsi Ukraina berharap kembali ke rumah. Sedangkan 67 persen pengungsi luar Ukraina yang mengungkap keinginan yang sama dengan pengungsi Ukraina. [Mohamad Deny Irawan]


















