Johannesburg, Gontonrnews — Penduduk kota besar di Afrika Selatan, Johannesburg, Senin (10/07/2023), terkejut dengan fenomena hujan salju pertama dalam satu dekade terakhir. Afrika Selatan, secara teratur, menerima hujan salju saat memasuki musim dingin, sekitar bulan Juni hingga Agustus. Terkhusus Johannesburg, terakhir kali hujan salju turun di wilayah tersebut adalah pada Agustus 2012.
“Sebelas tahun ke depan, sangat menyenangkan bahwa kita memiliki salju,” kata Jennfider Banda, warga Johannesburg yang berfoto di Stadion Nelson Mandela. Banda mengaku berada dalam kondisi hamil saat terakhir kali Johannesburg mengalami hujan salju 11 tahun silam.
Berbeda dengan kebanyakan anak-anak Johannesburg yang bahagia dengan bermain bola salju, seorang petugas pengiriman mengalami kendala karena salju telah membuat motornya tidak mau hidup. “Saya mencoba untuk menghangatkan mesin agar bisa menyala. Kalau tida, saya akan menendang motor saya sepanjang hari,” ucap Chenjerai Murape kepada Reuters.
Pejabat senior Badan cuaca Afrika Selatan, South Africa Weather Service (SAWS), Puseletso Mokofeng, menegaskan kembali bahwa hujan salju terakhir di Johannesburg terjadi pada tahun 2012. Sebelum itu, hujan salju terjadi pada tahun 1996.
Mokofeng melaporkan, hujan salju akan melewati bagian selatan provinsi Gauteng yang meliputi Johannesburg hingga Eastern Cape dan provinsi KwZulu-Natal. “Jalan bisa ditutup,” kata Mokofeng kepada AFP.
Sebagai informasi, Johannesburg terletak di ketinggian lebih dari 1.700 meter di atas laut. Saat ini, mereka berada dalam kondisi puncak musim dingin di belahan bumi selatan. Meski demikian, hujan salju lebat tetap menjadi fenomena langka bagi masyarakat Johannesburg.
SAWS memperingatkan bahwa suhu dingin bisa berdampak pada perjalanan di negara tersebut. Tidak hanya itu, gelombang tinggi air laut serta angin kencang diperkirakan akan menciptakan situasi berbahaya bagi kapal-kapal kecil di lepas pantai timur Afrika Selatan.[Mohamad Deny Irawan]




















