15
Tonton Selengkapnya
29 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 9 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Mayor KH Imam Zarkasyi Guru Pejuang Hizbullah dari Gontor

Oleh Khoirul Fata, alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor Tahun 2004

Edithya Miranti by Edithya Miranti
12 December 2024
in Kolom
0
Mayor KH Imam Zarkasyi Guru Pejuang Hizbullah dari Gontor

Ponorogo, Gontornews — Tidak banyak yang tahu, ternyata KH Imam Zarkasyi (Pendiri dan Pengasuh Gontor) berpangkat Mayor. Dalam situs NU-Online, alm KH Slamet Effendi Yusuf, (mantan Waketum PBNU) melansir beberapa nama “santri” perwira TNI yang berpangkat Mayor (lihat di SS sumber situs NU-Online). Di antara nama perwira tersebut ada nama Mayor KH Zarkasi (Ponorogo).

Siapakah Mayor KH Zarkasi asal Ponorogo tersebut? Sosok itu tidak lain adalah KH Imam Zarkasyi (Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo). Pangkat tersebut diperoleh saat Pak Zar –sapaan akrab KH Imam Zarkasyi– terlibat aktif dalam pelatihan laskar Hizbullah. Peran Kiai Zarkasyi dalam laskar Hizbullah dapat ditelaah di beberapa sumber tertulis, antara lain di biografi “KH Imam Zarkasyi dari Gontor”, dan kesaksian dua tokoh mantan komandan laskar Hizbullah, KH Yusuf Hasyim Tebuireng dan KH Muslich Banyumas, di buku “KH Imam Zarkasyi di Mata Umat”.

Selain dua sumber di atas, nama Kiai Zarkasyi masih tercantum dalam buku-buku dan jurnal ilmiah bertema sejarah laskar Hizbullah. Di website pencarian, “sejarah dan tokoh laskar Hizbullah”, nama Kiai Zarkasyi selalu muncul, walau tidak utuh. Hal itu menunjukkan bahwa sejarah laskar Hizbullah tidak bisa dipisahkan dari peran Pak Zar.

Peran Pak Zar dalam laskar Hizbullah cukup vital, selain terlibat dalam perumusan, Pak Zar juga diamanahi sebagai pengurus pusat gerakan laskar Hizbullah. Dalam struktur pengurus pusat, Pak Zar ditunjuk sebagai penanggung jawab bagian pendidikan dan pengajaran calon komandan laskar Hizbullah.

BACA JUGA

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Struktur dan Kultur

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Selain Pak Zar, ada KH Zainul Arifin (dari NU) sebagai Ketua, Moh. Roem (dari PSII) sebagai Wakil Ketua, Anwar Cokroaminoto, KH Wahid Hasyim, KH Wahab Hasbullah (Penasihat Politik), dll.

Sesuai kedudukannya sebagai kepala bagian pendidikan dan pengajaran laskar Hizbullah, yang pertama-tama dilakukan KH Imam Zarkasyi menyusun kurikulum pendidikan dan pengajaran para calon perwira laskar Hizbullah. Ia lakukan hal itu pada bulan Februari 1945.

Latihan pertama laskar Hizbullah dipusatkan di pinggir hutan Desa Sarang Kec. Cibarusa, Bekasi. Diikuti oleh 500 pemuda dan santri dari seluruh wilayah Jawa. Dipilihnya hutan Cibarusa selain dekat dengan pusat kekuatan militer Jepang, juga adanya peran KH R. Ma’mun Nawawi (Ulama Cibarusa) yang secara emosional dekat dengan Kiai Hasyim Asy’ariy dan Kiai Wahid Hasyim.

Pelatihan memakan waktu dua bulan lebih. Selama dua bulan itu, para calon komandan mendapat gemblengan fisik, mental dan spiritual dari para pelatih, mulai pagi sampai petang. Latihan dimulai dengan lari pagi (jaryu sobah), kemudian apel dan gerak badan ala Jepang (taiso), baris berbaris, basic militer, perang gerilya, bahkan pelatihan membuat bahan peledak. Materi fisik dan basic militer ini diampu langsung oleh perwira Jepang dibantu oleh para perwira Peta.

Sementara malam harinya, para peserta menerima gemblengan rohani spiritual oleh barisan mursyid dari ulama-ulama pilihan, di antaranya Kiai Wahid Hasyim (Tebuireng), KH Imam Zarkasyi (Gontor), KH Mustofa Kamil (Singaparna), KH Mawardi dan KH Tohir Dasuki (Solo), KH Abdul Halim (Majalengka), KH Syahid (Kediri), dan KH Mursyid (Pacitan).

Pak Zar tampil totalitas selama pelatihan Hizbullah, baik sebagai kepala pendidikan maupun sebagai pengajar. Kiai Muslich (mantan komandan Hizbullah Banyumas, tokoh NU, Pengasuh PP. Al-Hidayah Karangsuci Banyumas), menuturkan bahwa Pak Zar merupakan figur yang netral, mengayomi semua tanpa membeda-bedakan latar kelompok atau ormas para peserta.

Bahkan, menurut Kiai Muslich, kuliah-kuliah agama Pak Zar menjadi salah satu kuliah yang paling mengesankan bagi 500 peserta. Kebesaran hati Pak Zar inilah yang menjadi teladan Kiai Muslich dalam menjalankan amanah kepemimpinan di kemudian hari.

Kesan yang sama tentang Pak Zar juga dirasakan oleh KH Yusuf Hasyim (Gus Ud), putra bungsu Kiai Hasyim Asy’ari. Gus Ud, menggambarkan Pak Zar sebagai figur yang istiqamah dan penuh disiplin. Sempat terbetik dalam hati Gus Ud (seusai pelatihan Hizbullah), untuk belajar lebih dalam kepada Pak Zar di Gontor. Niat Gus Ud nyantri di Gontor terealisasi di tahun 1948, namun situasi dalam darurat perang, Gus Ud dipanggil kembali untuk memimpin pasukan.

Walau demikian, ikatan batin Gus Ud dengan Pak Zar tetap terjalin dengan baik. Beberapa kali Gus Ud mengunjungi Gontor untuk ngangsu kaweruh kepada Pak Zar. Bahkan ketika Pak Zar dan Kiai Sahal ditawan PKI tahun 1948, Gus Ud dan Gus Kholik-lah yang membebaskan keduanya dari pasukan PKI.

Pelatihan di Cibarusa ditutup oleh KH Hasyim Asy’ariy melalui pesan tertulis dan para peserta telah resmi menjadi komandan laskar Hizbullah. Sekembalinya ke wilayah masing masing, para komandan merekrut anggota baru dan membuka pelatihan kemiliteran seperti di Cibarusa.

Rekrutmen anggota baru laskar Hizbullah per wilayah disambut dengan penuh suka cita oleh para pemuda dan santri. Banyak pesantren yang sebelumnya fokus pada kajian kitab kuning, berubah menjadi barak-barak militer. Anggota Hizbullah yang semula berjumlah 500, naik dratis menjadi 50.000 menurut catatan Suryanegara, bahkan sampai pada angka 300.000 menurut catatan Van Dijk.

Uniknya, walau gemblengan laskar Hizbullah per daerah dilatih oleh para alumni Cibarusa, namun tetap menghasilkan pasukan-pasukan yang berani dan militan. Terbukti, di beberapa daerah pasukan Hizbullah banyak terlibat gerakan pelucutan senjata tentara Jepang, dan pertempuran melawan sekutu, seperti Bandung Lautan Api, Palagan Ambarawa, pertempuran 5 hari Semarang, Jihad 10 November di Surabaya, dll. Selain itu pasukan Hizbullah pada perjalanannya menjadi cikal bakal lahirnya TNI.

Keberhasilan pasukan Hizbullah, baik alumni Cibarusa dan di daerah dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran para pengurus pusat dan khususnya para guru spiritual pada pelatihan Cibarusa yang tidak berhenti memompa semangat perjuangan.

Tidak sedikit alumni Cibarusa melanjutkan karir militernya di TNI dan pemerintahan setelah Indonesia merdeka. Pun tidak sedikit, yang kembali mengabdikan diri berjuang di dunia pendidikan, membina kader-kader umat untuk menjadi pejuang pengisi kemerdekaan. Termasuk Pak Zar sendiri, kembali ke Gontor mengabdikan seluruh hidupnya mencetak kader-kader umat dalam kawah candradimuka bumi Gontor. []

(Disarikan dari berbagai sumber, KH Imam Zarkasyi dari Gontor, KH Imam Zarkasyi di Mata Umat, Biografi KH Abdul Wahab Chasbullah-Chairul Anam, Perjuangan Laskar Hizbullah di Jawa Timur-Isno Kayis).

Tags: GontorKH Imam ZarkasyiPejuang Hizbullah
Share36Tweet23Send
Previous Post

Din Syamsuddin di Kuala Lumpur: Rusia-Dunia Islam Berpotensi Ciptakan Ekosistem Global yang Berkeadilan

Next Post

Santri Ponpes Al-Amien Prenduan Sabet Berbagai Ajang Kejuaraan Bergengsi

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

8 June 2026
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

7 June 2026
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

4 June 2026
SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

7 June 2026
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

4 June 2026
IDAQU dan DMI Kota Tangerang Siap Galakkan Program 800 Masjid Cetak 800 Sarjana

IDAQU dan DMI Kota Tangerang Siap Galakkan Program 800 Masjid Cetak 800 Sarjana

0
Islamic Talent Show 2026 IDAQU Kumpulkan Para Juara Pecinta Al-Qur’an

Islamic Talent Show 2026 IDAQU Kumpulkan Para Juara Pecinta Al-Qur’an

0
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

0
Kriteria Alumni Gontor

Kriteria Alumni Gontor

0
SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

0
IDAQU dan DMI Kota Tangerang Siap Galakkan Program 800 Masjid Cetak 800 Sarjana

IDAQU dan DMI Kota Tangerang Siap Galakkan Program 800 Masjid Cetak 800 Sarjana

9 June 2026
Islamic Talent Show 2026 IDAQU Kumpulkan Para Juara Pecinta Al-Qur’an

Islamic Talent Show 2026 IDAQU Kumpulkan Para Juara Pecinta Al-Qur’an

9 June 2026
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

7 June 2026
Kriteria Alumni Gontor

Kriteria Alumni Gontor

7 June 2026
SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

7 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result