Jakarta, Gontornews — Lembaga bahasa Malaysia, Insititute for Language Advancement (IfLA), melaksanakan roadshow ke sejumlah lembaga pendidikan Islam berbasis pesantren di Indonesia. Kunjungan IfLA ke Indonesia bertujuan untuk mempromosikan kegiatan pembelajaran bahasa bagi para calon mahasiswa Internasional Islamic University Malaysia (IIUM) dan profesional.
“Kami ingin memperkenalkan program pembelajaran bahasa IfLA ke masyarakat Indonesia,” ungkap deputy director IfLA, Arlina Zura Zuber, kepada Gontornews.com
Arlina menambahkan, keikutsertaan mahasiswa dalam program pembelajaran bahasa di lingkungan IIUM Malaysia merupakan persyaratan untuk melanjutkan perkuliahan.
Dia mengakui banyak mahasiswa non-Malaysia yang perlu berjibaku untuk melewati standar nilai bahasa yang ditetapkan oleh IIUM Malaysia. Adapun pembelajaran bahasa asing yang diwajibkan di IIUM adalah bahasa Arab dan bahasa Inggris.
Perempuan yang memulai karirnya sebagai tutor bahasa Inggris di Universiti Industri Selangor itu menjelaskan, calon mahasiswa IIUM asal Indonesia mampu memperoleh grade 3 dari grade 6 yang dipersyaratkan. Karena itu, IIUM ‘mengharuskan’ para calon mahasiswa tersebut untuk mengikuti materi bahasa sebelum mengikuti perkuliahan.
Dalam pertemuan bertajuk Majlis Ramah Mesra & Jamuan Makan Malam bersama Institute for Language Advancement (IfLA) di Hotel Sari Pasific Jakarta, Sabtu 23 Februari 2025, Direktur IfLA, Noor Haimiakhtar Dato’ Abu Bakar, menyampaikan beberapa kunjungan mereka ke sejumlah pesantren di Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bandung.
Beberapa pesantren yang mereka kunjungi diantaranya Pondok Modern Al-Aqsha Bandung, Pondok pesantren Albasyariyah Bandung, Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung, Pesantren Darunnajah Jakarta, Darul Qur’an Tangerang, dan Pesantren Umar bin Khattab Bogor.
Noor Haimiakhtar menyampaikan bahwa kunjungan ke IfLA ke beberapa pesantren di Indonesia akan menjadi bahan diskusi secara internal. Ia berharap, kunjungan IfLA ke Indonesia selanjutnya dapat menghasilkan sejumlah kesepakatan kerjasama.
“Kami akan membahas (potensi penandatanganan kerjasama antar lembaga) ini sepulangnya dari Indonesia,” kata Noor Haimiakhtar.
Pada kesempatan yang sama, atase pendidikan tinggi Kedutaan besar Malaysia untuk Indonesia, Dr Hasnul Faizal Husni Amri, mendorong para alumi IIUM untuk terus berkiprah serta memperkuat hubungan antara Indonesia dan Malaysia.
“Saya harap alumni IIUM di Indonesia semakin kuat dan memperkuat hubungan antara Indonesia dan Malaysia,” ucapnya saat memberikan sambutan pembuka dalam forum yang juga dihadiri alumni IIUM di Indonesia. [Mohamad Deny Irawan]





















