Jakarta, Gontornews — Pelaksanaan Jamboree Muslim Dunia (World Scout Moslem Jamboree/WSMJ 2025) di Jakarta, 9-14 September 2025 mendatang diharapkan dapat mengangkat nilai-nilai perdamaian dalam Islam serta nilai-nilai yang tertuang dalam Asta Cita yang dicanangkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Ketua WSMJ 2025, Riza Azhari, meyakini ada keselarasan antara nilai-nilai Islam dengan prinsip-prinsip kepanduan sebagai solusi terhadap tantangan kehidupan global.
“Pengintegrasian nilai Asta Cita dalam jambore ini bukan tanpa alasan. Kami meyakini ada keselarasan antara nilai-nilai tersebut dengan ajaran Islam dan prinsip-prinsip kepanduan yang relevan sebagai solusi dari berbagai tantangan kehidupan global saat ini,” ungkap Riza dalam rilis yang diterima Gontornews.com, Rabu (28/05/2025).
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto mencanangkan Asta Cita atau Delapan misi utama sebagai landasan untuk mencapai visi menuju Indonesia Emas 2045. Delapan Asta Cita Presiden Prabowo yang dimaksud yaitu: 1) Penguatan Ideologi Pancasila, Demokrasi dan Hak Asasi Manusia; 2) Penguatan Pertahanan dan Keamanan Nasional; 3) Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas dan Pengembangan Kewirausahaan; 4) Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kesetaraan Gender.
Kelima, Hilirisasi dan Industrialisasi untuk Nilai Tambah Ekonomi; 6) Pembangunan dari Desa untuk Pemerataan Ekonomi; 7) Reformasi Politik, Hukum, Birokrasi serta Pemberantasan Korupsi dan Narkoba; 8) Harmoni Lingkungan, Budaya dan Toleransi Beragama.
Secara khusus, Putra KH Abdullah Syukri Zarkasyi itu menyoroti Asta Cita Presiden Prabowo ke-4: Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kesetaraan Gender.
“Melalui pendidikan dan pembinaan, kami berharap para peserta tidak hanya mengikuti jambore dengan gembira tapi juga membawa pulang nilai-nilai keagamaan, kepemimpinan sekaligus kebangsaan sebagai bekal di daerah dan negara masing-masing,” jelasnya.
Riza menambahkan, penyelenggaraan WSMJ 2025 bukan sekedar ajang perkemahan antara anggota pramuka tetapi juga momentum untuk mempertemukan pemuda Muslim dunia dalam bingkai ukhuwwah, toleransi dan keberagaman.
“Di tengah konflik dan ketegangan global, para peserta jambore diharapkan mampu menjadi duta perdamaian yang menyuarakan pesan toleransi, ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan lintas bangsa,” ucapnya.
Panitia WSMJ 2025 telah menerima sedikitnya 1.358 regu pramuka atau 13.580 peserta pramuka Muslim yang terlibat. Panitia juga telah mengonfirmasi ratusan peserta luar negeri yang siap bergembira di even kepramukaan internasional tersebut. [Mohamad Deny Irawan]






















