Ngawi, Gontornews — Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 3 Karangbanyu, Ngawi, Jumat (23/5/2025), menyelenggarakan Panggung Gembira siswi kelas 6 KMI. Kegiatan pentas seni yang merupakan puncak dari Pekan Perkenalan Khubatul Arsy (PPKA) ini tampil dengan penuh makna serta berusaha menampilkan empat pesan santriwati, yakni: loyalitas dalam keimanan, akhlak yang mulia, cerdas berpengetahuan dan keanggunan.
Bagi Pondok Modern Darussalam Gontor, Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy, merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan untuk meperkenalkan sistem pendidikan, disiplin, dan nilai-nilai kehidupan pesantren kepada seluruh penghuni Pondok.
Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 3, Dr Al-Ustadz Nurul Salis Alamin MPdI mengatakan kegiatan Panggung Gembira merupakan pendidikan bagi seluruh warga Pondok.
“Panggung Gembira bukan sekadar pagelaran seni biasa, tetapi ajang untuk mendidik seluruh warga Pondok. Bukan hanya siswi kelas 6 sebagai panitia, bahkan ustadzah, kami sendiri dengan para guru senior juga mendapat sentuhan pendidikan dengan kegiatan ini dalam mendampingi, mendidik, mengarahkan, dan mengawal pelaksanaan Panggung Gembira sejak awal hingga malam hari ini,” ucap Ustadz Nurul Salis dalam rilis yang diterima gontornews.com.
Ribuan santriwati, asatidz dan ustadzat, tamu undangan beserta walisantri kelas 6 menyaksikan nilai-nilai kepesantrenan yang tayang dalam balutan seni kreativitas yang sarat pesan moral dan spiritual.
“Lebih dari sekadar hiburan, Panggung Gembira adalah gambaran utuh tentang bagaimana pendidikan karakter ditanamkan di Gontor: melalui kerjasama, kedisiplinan, kreativitas, dan pengorbanan yang dilakukan oleh seluruh elemen kelas 6 dalam menyusun acara ini dari awal hingga akhir,” jelas Nisrina Rifa, Staf Wakil Pengasuh PMDG Putri Kampus 3 Karangbanyu Ngawi.
Setiap penampilan, mulai dari tarian budaya, drama, musik islami, hingga visual panggung dikemas dengan memenuhi 4 unsur: educate, elegant, entertaining, enjoyfull. Keempat unsur tersebut menjadi simbol perjalanan panjang dan perjuangan siswi kelas akhir KMI selama beberapa bulan ke depan. [Mohamad Deny Irawan]






















