10
Tonton Selengkapnya
Prof Syam
28 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Thursday, 23 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Makna Syukur dan Amanah Kepemimpinan

Oleh Prof Dr H Sofyan Sauri MPd, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
23 June 2025
in Tafsir
0
Makna Syukur dan Amanah Kepemimpinan

Foto: FPSB UII

Landasan Teologis

اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًا ۢ بَصِيْرًا

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada pemiliknya. Apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu tetapkan secara adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang paling baik kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS An-Nisa’: 58)

Interpretasi Para Mufasir

BACA JUGA

Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Menjadi Pribadi yang Menenangkan, Bukan Meresahkan

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Ibadah dan Amal Terbaik  

Dalam Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an, amanat diartikan “setiap yang dibebankan kepada manusia dan mereka diperintahkan melakukannya”. Allah SWT memerintahkan hamba-hamba-Nya menunaikan amanat, yakni secara sempurna; tidak dikurangi dan tidak ditunda-tunda. Termasuk ke dalam amanat yaitu amanat untuk beribadah (seperti shalat, zakat, puasa, dsb), amanat jabatan, harta dan rahasia serta perkara-perkara yang hanya diketahui oleh Allah.

Ayat ini menunjukkan bahwa amanat tersebut harus diserahkan kepada yang berhak menerimanya atau wakilnya.

Adapun yang dimaksud adil di sini adalah dengan mengikuti syariat Allah melalui lisan Rasul-Nya SAW seperti dalam masalah ahkam (hukum) agar kita dapat memutuskan dengan adil.

Sedangkan dalam Kitab Tafsir Aisarut Tafasir, makna kata:

{أَنْ تُؤَدُّوا الأَمَانَاتِ } an tu’addul amaanaat: menunaikan amanah yaitu menyerahkannya kepada orang yang berhak. Amanah adalah suatu hal yang dipercayakan seseorang, berupa perkataan, pekerjaan ataupun benda.

{الْعَدْلِ  } al ‘adl: keadilan adalah lawan dari kezaliman dan melenceng dengan mengurangi atau menambah.

{نِعِمَّا يَعِظُكُمْ  } ni’immaa ya’izhukum: memerintahkan untuk menunaikan amanah dan hukum dengan adil.

Pelajaran dari Surat An-Nisa Ayat 58 antara lain: wajibnya menyampaikan amanah setelah usai dijaga, wajibnya berlaku adil dalam menghukumi dan haramnya kezaliman serta ketidakadilan.

Menurut Imam At-Thabari dalam kitab tafsirnya, ayat ini ditujukan kepada para pemimpin, pemegang kekuasaan untuk menjaga amanat yang telah diberikan kepada dirinya terutama hal yang berkaitan dengan rakyat maupun bawahannya serta berbuat adil dalam memberikan keputusan.

Sementara itu Imam Al-Hasan menyebutkan bahwa amanat yang dimaksudkan dalam Al-Qur’an antara lain yang menyangkut hak-hak Allah SWT atas hamba-hamba-Nya, seperti shalat, zakat, puasa, kifarat, semua jenis nazar, dan lain sebagainya yang semisal, yang dipercayakan kepada seseorang dan tiada seorang hamba pun yang melihatnya.

Menurut Sayyid Quthb dalam kitab tafsirnya, Tafsir Fī Zhilāli Al-Qur’ān, amanat yang dimaksud oleh ayat di atas yakni amanat dalam bermuamalah dan memenuhi janji kepada sesama manusia, seperti amanat mengembalikan barang-barang atau harta benda kepada yang berhak menerima, amanat bersikap jujur terhadap rakyat, pemimpin dan amanat untuk memelihara anak-anak, menjaga kehormatan harta benda dan wilayahnya.

Lebih lanjut, Imam Al-Baghawi menerangkan bahwa “al-amanah” dalam ayat tersebut mencakup semua bentuk tanggung jawab yang diberikan kepada seseorang. Oleh karena itu, setiap individu wajib menunaikan amanat yang diembannya dengan penuh tanggung jawab. Misalnya, pejabat, harus melaksanakan tugasnya dengan penuh integritas dan dedikasi demi kepentingan rakyat.

Nilai-nilai Pendidikan

QS An-Nisa’: 58 mengandung sejumlah nilai-nilai pendidikan bagi manusia. Nilai-nilai itu antara lain: Pertama, Integritas dan Kejujuran. Ayat ini mengajarkan kita untuk selalu menyampaikan amanah dengan jujur kepada yang berhak. Dalam konteks dunia kerja atau pendidikan, integritas merupakan hal utama yang harus dimiliki. Di dunia kerja, misalnya, seorang profesional harus bertanggung jawab terhadap tugas dan keputusan yang diambil, tanpa adanya pemalsuan atau manipulasi data.

Relevansi dengan Deep Learning: Dalam teknologi deep learning, integritas sangat penting, terutama dalam proses pengumpulan dan pemrosesan data. Data yang digunakan untuk melatih model haruslah akurat, tidak bias, dan transparan. Ketidakjujuran dalam pengumpulan atau pemrosesan data bisa menghasilkan model yang salah, dan ini dapat merugikan banyak pihak.

Kedua, Profesionalisme dan Keadilan. Ayat ini juga menekankan pentingnya keadilan dalam menetapkan hukum atau keputusan. Dalam konteks dunia kerja, keadilan berarti memberi kesempatan yang sama bagi setiap individu, serta memutuskan sesuatu berdasarkan pertimbangan yang objektif.

Relevansi dengan Deep Learning: Profesionalisme dalam deep learning berarti mengikuti prinsip-prinsip etika dalam pengembangan teknologi, seperti menghindari bias dalam model, memastikan transparansi dalam cara model bekerja, dan bertanggung jawab atas dampak sosial dari teknologi yang dikembangkan. Keadilan juga terkait dengan usaha untuk mengurangi bias algoritma, misalnya dalam sistem rekomendasi atau pengambilan keputusan otomatis.

Ketiga, Amanah dan Tanggung Jawab. Ayat ini mengajarkan bahwa kita harus menjaga amanah dengan penuh tanggung jawab. Dalam dunia kerja atau pendidikan, ini berarti seseorang harus bisa dipercaya dalam menjalankan tugasnya, menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu dan kualitas yang baik, serta menjaga kerahasiaan atau privasi yang dipercayakan kepadanya.

Relevansi dengan Deep Learning: Dalam pengembangan deep learning, amanah berkaitan dengan data yang dikumpulkan, disimpan, dan digunakan. Data pribadi harus dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan sesuai dengan tujuan yang sah. Selain itu, pengembang teknologi bertanggung jawab untuk memastikan bahwa model yang dikembangkan tidak digunakan untuk tujuan yang merugikan masyarakat.

Landasan Teoretis

Dalam buku Mawa’izh, al-Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menyebutkan bahwa dalam pandangan ahli hakikat, syukur mengakui nikmat yang diberikan oleh Sang Pemberi nikmat secara khusus.

Sedangkan Syaikh Shalih bin Abdul Aziz alu Syaikh menjelaskan dalam kitabnya At-Tamhid, wajib bagi seorang hamba memahami benar-benar bahwa setiap nikmat berasal dari Allah Ta’ala dan itulah hakikat syukur.

Syukur dalam kepemimpinan yaitu tentang mengakui dan kontribusi, baik yang besar maupun yang kecil, dan mengekspresikannya secara tulus. Ini strategi kepemimpinan yang ampuh untuk membangun tim yang kuat, memotivasi individu, dan menciptakan organisasi yang berdaya tahan dan sukses.

Menurut Imam Al-Gazali cara bersyukur meliputi: Syukur dengan lisan, Syukur dengan hati, Syukur dengan perbuatan, dan Merawat kenikmatan.

Asy Syaikh al-Mubarakfuri rahimahullah berkata, “(Amanah) adalah segala sesuatu yang mewajibkan engkau untuk menunaikannya.”

Sedangkan menurut Asy-Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman, amanah adalah kepercayaan orang berupa barang-barang titipan, dan perintah Allah berupa shalat, puasa, zakat dan semisalnya, menjaga kemaluan dari hal-hal haram, dan menjaga seluruh anggota tubuh dari segala perbuatan dosa.

Rasulullah SAW bersabda :

أَدِّ الأَمَانَةَ إِلَى مَنِ ائْـتَمَنَكَ، وَلاَ تَخُنْ مَنْ خَانَكَ

“Tunaikanlah amanah kepada orang yang engkau dipercaya (untuk menunaikan amanah kepadanya), dan jangan khianati orang yang telah mengkhianatimu. (HR Al Imam Ahmad)

Amanah dalam kepemimpinan merupakan konsep yang sangat fundamental, merujuk pada kepercayaan dan tanggung jawab besar yang diemban seorang pemimpin. Ini bukan sekadar posisi atau jabatan, melainkan sebuah ikatan moral dan etika yang mengharuskan pemimpin untuk bertindak demi kepentingan terbaik orang-orang yang dipimpinnya.

Secara umum, kepemimpinan dapat pula diartikan sebagai kemampuan dan kesiapan seseorang untuk dapat mempengaruhi, mendorong, mengajak, menuntun, menggerakkan, dan bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan.

Kepemimpinan bukanlah sebuah keistimewaan, tetapi merupakan sebuah tanggung jawab. Pemimpin haruslah menjadi panutan saat di depan, dan saat di belakang haruslah menjadi pendorong.

Ia bukan fasilitas, tetapi pengorbanan. Ia bukan pula leha-leha, tetapi kerja keras. Ia bukan kesewenang-wenangan untuk bertindak, tetapi kewenangan untuk melayani. Maka sikap syukur dan amanah dalam kepemimpinan harus senantiasa ditanamkan dan terus dilatih agar pemimpin senantiasa taat kepada Allah SWT.

Allah berfirman:

اِنَّ اِبْرٰهِيْمَ كَانَ اُمَّةً قَانِتًا لِّلّٰهِ حَنِيْفًاۗ وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَۙ ۝١٢٠شَاكِرًا لِّاَنْعُمِهِۖ اجْتَبٰىهُ وَهَدٰىهُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ ۝١٢١

“Sesungguhnya Ibrahim merupakan imam (sosok anutan) yang patuh kepada Allah, hanif (lurus), dan bukan termasuk orang-orang musyrik (120). (Ibrahim) bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya (dan Allah) telah memilih serta menunjukinya ke jalan yang lurus (121).” (QS An-Nahl: 120-121)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menegaskan: Tujuan pokok kepemimpinan ialah memperbaiki agama umat. Sebab, jika jauh dari Dinul Islam, (maka) bangsa akan hancur, nasib rakyat akan terlantar dan nikmat-nikmat dunia yang mereka miliki akan sia-sia. Pemimpin juga bertugas memperbaiki segi duniawi yang sangat erat hubungannya dengan agama, yang meliputi dua macam: Pertama, membagikan harta kekayaan secara merata dan adil kepada yang berhak. Kedua, menghukum orang-orang yang melanggar ketentuan undang-undang tanpa diskriminasi.

Seorang pemimpin harus mampu bersyukur dan amanah atas apa yang Allah yang titipkan dan amanahkan.

Cara Menumbuhkan Rasa Syukur dan Sikap Amanah

Lalu bagaimana cara menumbuhkan rasa syukur dan sikap amanah kepemimpinan? Pertama, senantiasa bersikap amanah dalam kepemimpinan. Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَخُوْنُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ وَتَخُوْنُوْٓا اَمٰنٰتِكُمْ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul serta janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui.” (QS Al-Anfal: 27)

Rasulullah SAW bersabda:

لَا إِيْمَانَ لِمَنْ لَا أَمَانَةَ لَهُ وَلَا دِيْنَ لِمَنْ لَا عَهْدَ لَهُ

“Tidak (sempurna) iman seseorang yang tidak amanah, dan tidak (sempurna) agama seseorang yang tidak menunaikan janji.” (HR Imam Ahmad bin Hambal)

Kedua, senantiasa melakukan pekerjaan yang terbaik sebagai bentuk bersyukur kepada Allah atas kesempatan yang diberikan. Allah SWT berfirman:

وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۚ

“Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Bekerjalah! Maka, Allah, rasul-Nya, dan orang-orang Mukmin akan melihat pekerjaanmu. Kamu akan dikembalikan kepada (Zat) yang mengetahui yang gaib dan yang nyata. Lalu, Dia akan memberitakan kepada kamu apa yang selama ini kamu kerjakan’.” (QS At-Taubah: 105)

Ketiga, menjalankan kepemimpinan secara optimal dan penuh tanggung jawab sebagai bentuk amanah. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ

“Sesungguhnya Allah menyukai seseorang ketika mengerjakan sebuah pekerjaan dilakukan dengan profesional.” (HR Imam At-Thabrani dalam kitab al-Mu’jam al-Awsath)

Keempat, rajin bersyukur dalam menjalankan kepemimpinan. Allah SWT berfirman:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat’.” (QS Ibrahim: 7)

Kelima, memberikan kepemimpinan kepada ahlinya agar amanah dan sungguh-sungguh dalam bekerja sesuai kapasitas dan kredibilitasnya. Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا وُسِّدَ الأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ

“Apabila sebuah urusan diberikan kepada bukan ahlinya maka tunggulah waktu kebinasaannya.” (HR Al-Bukhari)

Menurut penjelasan dalam Al-Masih Al-Muntazhar wa Nihayah Al-Alam karya Abdul Wahab Abdussalam Thawilah, urusan yang dimaksud dalam hadis tersebut yaitu segala jenis urusan, baik yang berkaitan dengan dunia maupun akhirat. Salah satu dampak dari penyerahan urusan kepada orang yang bukan ahlinya yaitu hilangnya kepercayaan di tengah manusia. Allah SWT berfirman:

قُلْ كُلٌّ يَّعْمَلُ عَلٰى شَاكِلَتِهٖۗ فَرَبُّكُمْ اَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ اَهْدٰى سَبِيْلًاࣖ

“Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing.’ Maka, Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.” (QS Al-Isra: 84)

Keenam, senantiasa bersikap integritas tinggi sebagai wujud bersyukur dan amanah terhadap kepemimpinan.

Pemimpin yang bersikap integritas tinggi akan bekerja sesuai dengan waktu yang ditentukan dan tidak pernah telat. Islam mengajarkan bahwa menghargai waktu lebih utama sebagai bentuk bersyukur dan menjadi pemimpin yang beruntung, sebagaimana firman Allah SWT:

وَالْعَصْرِۙ ۝١اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ ۝٢اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِࣖ ۝٣

“(1). Demi masa, (2) sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, (3) kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.” (QS Al-Ashr: 1-3)

Ketujuh, kepemimpinan yang senantiasa mengingat Allah sebagai bentuk bersyukur. Allah SWT berfirman :

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ ࣖ

“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (QS Al-Baqarah: 152)

Kisah Teladan

Dalam sejarah Islam, sosok Khalifah Umar bin Abdul Aziz dikenal sebagai teladan dalam kepemimpinan yang adil dan amanah. Salah satu kisah menarik yang bisa kita ambil inspirasi ketika seorang gubernur datang untuk menyampaikan laporannya.

Gubernur tersebut telah menjalankan tugasnya dengan baik, memenuhi kebutuhan pokok rakyat, serta memperhatikan kesehatan dan pendidikan masyarakat di wilayahnya. Namun, ketika Khalifah Umar bin Abdul Aziz bertanya tentang keadaannya dan keluarganya, responsnya menunjukkan kedalaman sikap kepemimpinan yang berakhlak mulia.

Khalifah Umar bin Abdul Aziz dengan tegas memerintahkan pelayannya untuk mengganti lampu yang digunakan dalam pertemuan tersebut dengan yang lebih redup. Ketika ditanya mengapa melakukan hal tersebut, khalifah menjelaskan bahwa masalah pribadi dan keluarganya bukanlah urusan negara, sehingga tidak layak menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi.

Dari kisah ini, terdapat beberapa pelajaran penting yang bisa kita petik: Pertama, Keadilan dalam Kepemimpinan. Keadilan merupakan fondasi utama dalam kepemimpinan yang efektif. Khalifah Umar bin Abdul Aziz menunjukkan keadilan dengan memisahkan urusan pribadi dan urusan negara. Ini menegaskan bahwa seorang pemimpin harus bersikap adil dalam semua tindakan dan keputusannya.

Kedua, Amanah sebagai Prinsip Utama. Amanah merupakan prinsip utama dalam kepemimpinan. Seorang pemimpin yang amanah akan bertanggung jawab sepenuhnya atas amanah yang dipercayakan kepadanya. Mereka tidak akan menggunakan sumberdaya negara untuk kepentingan pribadi atau keluarga.

Ketiga, Integritas dan Profesionalisme. Integritas dan profesionalisme merupakan sifat-sifat yang penting bagi seorang pemimpin. Dengan memisahkan urusan pribadi dan negara, seorang pemimpin menunjukkan integritasnya dan menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.

Kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz mengajarkan kepada kita pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, amanah, integritas, dan profesionalisme dalam kepemimpinan serta rajin bersyukur atas nikmat dan waktu yang telah Allah berikan.

اَللَّهُمَّ اهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ

“Ya Allah, tunjukkanlah aku kepada akhlak yang baik, tidak ada yang dapat menunjukkan kepadanya kecuali Engkau. Dan palingkanlah dariku kejelekan akhlak, tidak ada yang dapat memalingkannya dariku kecuali Engkau.” (HR Muslim, No. 771) []

Tags: AmanahKepemimpinanSyukur
Share29Tweet18Send
Previous Post

Hadirkan Eep Saefulloh Fatah, Penerbit Renebook Bedah Buku Legendaris Robert Greene

Next Post

Gontor dan Jejak Laskar Diponegoro

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Al-‘Afwu dan Al-Maghfirah: Hierarki Ampunan dalam Perspektif Spiritual Islam di Akhir Ramadhan

Kiat-Kiat Agar Anak Betah di Pesantren: Sebuah Rangkuman Pidato Masyayikh Gontor

3 May 2026
kh fauzi tidjani djauhari

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

13 July 2026
Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

12 July 2026
Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

12 July 2026
Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

13 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

0
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

0
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

0
Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

17 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

17 July 2026
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angakatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

16 July 2026
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

16 July 2026
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

16 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan.📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜🔥 Jangan sampai orang lain sudah punya, sementara Anda kehabisan.📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontornews #gontormendunia #unidagontor #mediaperekatumat #koleksibersejarah #edisikhusus #pesansekarang #jangansampaikehabisan
  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @unida.gontor and @miladunidagontor
Bismillahirrahmanirrahim
👋Sampai jumpa di Kampus UNIDA Gontor!
Tabligh Akbar bersama Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.Dalam rangka memperingati Milad UNIDA Gontor ke-63, Hadirilah Tabligh Akbar Universitas Darussalam Gontor:✨ Tema: Pentingnya Pesantren
👤 Bersama: Al Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.
🗓️ Hari/Tanggal: Kamis, 9 Juli 2026
🕗 Waktu: 20:00 WIB – Selesai
🏛️ Tempat: Universitas Darussalam Gontor (Jl. Raya Siman, Ponorogo, Jawa Timur)Link Pendaftaran:
bit.ly/tablighakbar_unidagontorAcara ini terbuka untuk umum dan menyediakan doorprize menarik bagi jemaah yang beruntung.Mari jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kapasitas keilmuan kita.#MiladUNIDAGontor63 #UstadzAdiHidayat #PesantrenPerekatUmat #TablighAkbarPonorogo #unidagontor
#majalahgontor #gontornews
  • Repost from @irengsepur Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan sebagai salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dapat turut menyemarakkan Milad Satu Abad ini. Meskipun belum dapat hadir secara langsung, Alhamdulillah di sela-sela kegiatan latihan saya diberikan izin oleh kesatuan untuk mengibarkan bendera Pondok Modern Darussalam Gontor di ketinggian  500 ft di atas langit Majalengka. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah penerjunan, tetapi bentuk penghormatan, rasa syukur, dan kecintaan kepada almamater yang telah membentuk karakter dan perjalanan hidup saya.Salam takzim kepada seluruh Bapak Kiai dan para Asatidz atas segala ilmu, doa, dan keteladanan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan membalas setiap pengabdian dengan pahala yang berlipat.Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Semoga Gontor senantiasa menjadi mercusuar peradaban Islam, terus melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Gontor sepanjang masa. Aamiin ya Rabbal
  • 🎓BEASISWA JALUR RAPOR✨Kabar gembira bagi alumni Pondok Modern Darussalam
Gontor & Pondok Pesantren Alumni Gontor!Dapatkan beasiswa Free Uang gedung dan Potongn UKT
50% disetiap semester sampai lulus kuliah di Universitas
Ary Ginanjar (UAG) dan wujudkan impianmu menjadi
profesional unggul di berbagai bidang!✍️Syarat Pendaftaran:
✅Lulusan Gontor dan rekanan Gontor tahun
2022-2025
✅Memiliki Hafalan Qur

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result