Jakarta, Gontornews — Suasana malam kegiatan World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025 tampaknya tak pernah sepi dari hiruk pikuk ratusan ribu peserta, pengunjung, dan tentunya sejumlah tokoh masyarakat dan ulama. Jumat (12/9/2025) malam, Ustadz Luqmanulhakim, dai asal Pontianak juga ikut meramaikan panggung WMSJ 2005 dan menjadi magnet tersendiri untuk menarik antusias peserta Jambore dan masyarakat di sekitarnya.
Dalam suasana yang penuh sesak pengunjung tersebut, Ustadz Luqman membuka dakwahnya dengan mengingatkan para santri agar jangan pernah berpikir bahwa orangtua memasukkan anaknya ke pondok karena benci. “Anak yang masuk pondok itu bukan anak sisa, tapi anak pilihan Allah,” tegas alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor tahun 2003 itu.
Kepada Gontornews.com Ustadz Luqman juga menambahkan bahwa karena masuk pondok dirinya bisa mengenal banyak orang dan bahkan bisa memberi hadiah terindah untuk orantuanya dengan memimpin shalat jenazah di kala sang ayah meninggal dunia. “Jangan pernah wakilkan pimpin jenazah ayahmu!” tekannya.
Ia lantas kembali menyemangati, “Beruntunglah anak yang hari-harinya bisa bersekolah di pondok, karena banyak anak yang mau masuk pondok, tapi orangtuanya tidak mampu,” ujar dai nasional kelahiran 27 Juni 1984 itu.
Di hadapan para penonton, Pendiri sekaligus Pengasuh Pondok Masjid Munzalan Mubarakan Ashabul Yamin di Kubu Raya, Kalimantan Barat, tersebut kemudian membocorkan resep 2R untuk menjadi santri premium. “Setelah ridha Allah Ta’ala, ada resep 2R yang bisa menjadikan kita sebagai seorang santri premium,” ucap Ustadz Luqman.
Pertama, Ridha orangtua. Sebagai seorang anak dapatkanlah ridha ayah bunda kita. Bahkan sebelum kita pergi beraktivitas ke luar rumah, pamitlah kepada keduanya dan minta ridhanya. Jangan beranjak dari hadapan mereka, sampai orangtua (ayah bunda) kita ucapkan keridhaannya untuk kita. “Selagi masih ada tangan yang bisa dipegang,” pesannya.
Kedua, Ridha kiai atau guru. “Santri hebat itu bukanlah santri yang pintar, tetapi santri yang benar,” kata pria yang kerap dipanggil Ayah Man ini. Sebab banyak orang yang pintar di luar sana tapi kenyataannya tidak benar. Maka, mintalah ridha kiai atau guru kita.
Terlebih saat kita ingin keluar dari pondok, mintalah dengan baik-baik dan berharaplah ridha sang kiai agar kita keluar pondok dengan husnul khatimah. “Ijazahmu bukan yang ada diprint itu, tapi dari ridha kiai. Minta ridhanya, minta doanya agar ilmu kita bisa bermanfaat dan agar kita bisa istiqamah,” tutup inisiator lahirnya Gerakan Sedekah Akbar Indonesia dan Gerakan Infaq Beras yang telah dilaksanakan rutin di berbagai daerah. [Edithya Miranti]























