15
Tonton Selengkapnya
28 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Tuesday, 9 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Wawancara

Pentingnya Deep Literasi di Era Digital

Ahmad Fuadi, Penulis Novel Best Seller ‘Negeri 5 Menara’

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
12 December 2025
in Wawancara
0
Pentingnya Deep Literasi di Era Digital

Foto: Pesantren Nuris Jember

Di era modern ini meskipun informasi mudah diakses melalui media sosial, literasi mendalam tetap diperlukan untuk mendapatkan pemahaman yang lengkap. Ahmad Fuadi, penulis novel best seller “Negeri 5 Menara,” mengatakan kemampuan literasi, khususnya budaya membaca dan menulis merupakan fondasi penting sekaligus sumber kekuatan strategis dalam menguatkan peradaban suatu bangsa. Peradaban-peradaban penting di zaman dahulu seperti Mesir, Cina, dan India, misalnya, transmisinya literasi.

Selain itu hampir semua pemimpin, termasuk founding fathers Indonesia merupakan orang-orang hebat dalam literasi. “Mereka pembaca buku yang hebat dan juga penulis yang menginspirasi,” bebernya kepada Majalah Gontor.

Dalam wawancaranya dengan Majalah Gontor, Fuadi juga menyayangkan bahwa banyak orang saat ini lebih memilih menonton daripada membaca, dan minat membeli buku masih rendah karena harga buku asli yang relatif mahal. Di Amerika Serikat harga buku dibandrol kira-kira seharga makan siang di McDonald di sana. Sementara di Indonesia untuk membeli buku mungkin harus puasa atau perlu berhemat berhari-hari atau berpekan-pekan, baru bisa membeli buku. “Mengapa harga buku asli di Indonesia mahal, karena ada pajak berlapis-lapis,” tandasnya.

Untuk mengupas apa dan bagaimana literasi di Indonesia berikut kutipan wawancaranya dengan Reporter Majalah Gontor, M Khaerul Muttaqien:

BACA JUGA

Titik Terang Kembalikan Lunturnya Adab dalam Dunia Pendidikan  

Kembali ke Fitrah: Apa yang Berubah Setelah Ramadhan?

Ekopesantren: Gagasan Merancang Pesantren Ramah Lingkungan

Masyarakat Indonesia Ingin Awali-Akhiri Ramadhan Bersama

Mengingat Kembali Peran Ulama dalam Kemerdekaan Indonesia

Apa itu literasi dan apa manfaatnya?

Ada banyak definisi literasi memang.  Salah satunya, literasi adalah kemampuan membaca, mengelola, dan menggunakan informasi yang didapat dari bacaannya itu dengan sebaik-baiknya. Artinya, membaca itu hanya langkah awal, yang lebih penting lagi bagaimana menyerap makna dari bacaan tersebut, kemudian mengorganisasikan ide dan informasi yang diperolehnya itu agar bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Di semua profesi, literasi merupakan fundamental kemampuan berpikir, menyerap informasi dan ilmu dari sumber-sumber tertulis. Artinya secara aplikatif jelas sekali kalau ingin menguasai bahasa Inggris, bahasa Arab, atau ilmu agama, misalnya, tentu ada proses membacanya dahulu, perlu waktu dan pendalaman.

Bagaimana literasi masyarakat Indonesia?

Penelitian PISA mengatakan literasi masyarakat Indonesia masih rendah. Data ini tentu sudah melewati penelitian. Meski begitu bukan berarti itu 100% benar, karena sebuah penelitian atau survei bisa saja representasinya kurang merata. Tapi pengalaman pribadi saya sebagai penulis dan sering diundang misalnya untuk bedah buku, talkshow dan segala macam ke berbagai daerah di kebanyakan acara, peserta yang datang ramai. Artinya masih banyak orang yang mau mendengarkan. Setelah talkshow juga biasanya lumayan banyak yang minta tanda tangan. Artinya ternyata masih ada orang mau membaca buku. Walaupun misalnya audiensnya 200-300 orang, ketika ditanya siapa yang sudah membaca buku Negeri 5 Menara dan menonton film Negeri 5 Menara ternyata lebih banyak yang menonton film Negeri 5 Menara daripada membaca buku Negeri 5 Menara.

Menurut saya perlu penelitian lebih lanjut karena orang Indonesia itu minat bacanya masih ada. Minat beli buku asli yang kurang. Mengapa karena secara ekonomi mungkin tidak mempunyai banyak uang yang bisa disisihkan untuk membeli buku karena harga buku terlalu mahal. Di Amerika Serikat, harga buku kira-kira seharga makan siang di McDonald di sana. Di Indonesia, orang untuk membeli buku mungkin harus puasa atau berhemat berhari-hari atau berpekan-pekan dahulu baru bisa membeli buku. Di Amerika mengapa bukunya banyak laku karena bukunya murah. Mengapa buku di Indonesia harganya mahal karena ada pajak berlapis-lapis. Akhirnya harga buku menjadi cukup mahal.

Mengapa literasi di Indonesia rendah?

Budaya membaca buku belum begitu kuat, namun banyak yang langsung beralih ke budaya  audiovisual yang mudah diakses melalui televisi, internet, dan media sosial. Media sosial dan platform digital memang menyediakan konten yang menarik dan praktis, sehingga banyak orang lebih memilih menonton daripada membaca. Dalam konteks buku di Indonesia, tantangan besar yang dihadapi yaitu masalah pembajakan. Mengapa buku dibajak karena ada demand orang mau membeli buku. Kalau begitu minat membaca masih ada.

Andre Hirata pernah menyampaikan gambaran realistis bahwa untuk setiap satu buku asli yang terjual, kemungkinan ada lima sampai sembilan buku lainnya yang beredar dalam bentuk bajakan. Sementara dalam pengalaman saya, di toko online kalau ada buku seharga Rp40.000 itu 90 persen disebutnya original tapi terkadang original-nya bukan versi asli tapi mencetak ulang. Jadi banyak sekali buku bajakan dan itu dianggap biasa-biasa saja di Indonesia padahal sebetulnya kriminal.

Bagaimana Anda melihat literasi di dunia pesantren?

Pesantren di Indonesia kan banyak. Menurut data terbaru Kementerian Agama (2024/2025), ada 42.433 pondok pesantren aktif di Indonesia. Agak sulit kita melihat bagaimana kondisi literasi di pesantren. Tapi dengan ciri khasnya masing-masing, literasi di pesantren mempunyai potensi bagus. Saya pribadi, selama di Gontor pada tahun 1989-1992, merasakan bahwa literasi yang dikembangkan di sana sangat luar biasa. Guru-guru yang saya temui tidak hanya mengajarkan, tetapi juga memiliki kecintaan yang besar terhadap menulis dan membaca. Hal ini menciptakan suasana belajar yang kaya dengan kegiatan literasi, sehingga mendorong kami, para santri, untuk ikut aktif membaca dan berkarya lewat tulisan. Dengan lingkungan yang mendukung seperti itu, semangat menulis dan membaca menjadi bagian dari keseharian yang memperkaya pengalaman belajar sekaligus membentuk karakter santri yang kritis dan kreatif. Budaya literasi di Gontor itu menjadi fondasi kuat yang mengilhami banyak santri, termasuk saya, untuk terus menggali ilmu dan menuangkannya dalam karya nyata.

Apakah ada perbedaan semangat literasi di pesantren dan nonpesantren?

Pesantren ini lahan subur untuk mengembangkan literasi. Karena santri hidup 24 jam di pesantren membuat para santri tidak punya banyak pilihan. Ketiadaan atau pembatasan gadget membuat waktu luang santri bisa dimanfaatkan untuk membangun budaya membaca dan mengolah informasi. Kegiatan literasi di pondok pesantren juga bisa diwujudkan melalui aktivitas belajar ekstrakurikuler, majelis ilmu, pelatihan, dan diskusi.

Selain menghafal kitab, yang juga penting bagaimana santri bisa membawa hafalan itu ke tahap diskusi, debat, dan menulis. Proses dari membaca, menghafal, mendiskusikan, memperdebatkan, hingga menulis merupakan tahapan penting dalam membentuk budaya literasi yang kuat dan berkelanjutan di pesantren. Sebaliknya mereka yang tidak di pesantren biasanya tidak fokus karena gadget sehingga sibuk scrolling dan segala macam yang banyak menghabiskan waktu. Tapi mereka juga punya kelebihan, karena mereka punya lebih banyak bahan dan itu bisa membuat mereka maju kalau mereka mau mengembangkan diri.

Apa saran Anda agar literasi di Indonesia menjadi lebih baik?

Dari sisi pemerintah, perlu ada kebijakan yang mendorong kemajuan industri perbukuan. Bagaimana supaya perbukuan ini maju, antara lain, harus ada kepastian hukum terhadap pembajakan. Pembajakan buku harus diberantas karena merugikan seluruh ekosistem perbukuan, mulai dari penulis, penerbit, ilustrator, editor, hingga percetakan. Jika dibiarkan, para kreator kehilangan hak ekonominya, tidak mendapat royalti, dan akhirnya industri buku menjadi tidak menguntungkan, bahkan berisiko runtuh. Negara pun kehilangan potensi pendapatan pajak dari sektor ini.

Selain aspek hukum, pemerintah juga perlu memperhatikan faktor harga buku agar lebih terjangkau. Harga buku yang tinggi seringkali menjadi penghambat masyarakat dalam membeli buku. Komponen harga, seperti pajak yang berlapis, perlu dievaluasi dan mungkin perlu ada subsidi untuk kertas agar semakin banyak dan beragam buku yang diproduksi dan masyarakat akan lebih gemar membaca, karena banyak pilihan buku yang berkualitas dan harga terjangkau. []

Tags: Era digitalIndustri perbukuanLiterasi
Share7Tweet5Send
Previous Post

Dakwah di Era TikTok: Ketika Pesantren Harus Membaca Zaman  

Next Post

Dewan Dakwah Lepas Konvoi Kemanusiaan Bagi Penyintas Bencana Sumatera

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

8 June 2026
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

4 June 2026
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

7 June 2026
SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

7 June 2026
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

4 June 2026
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

0
Kriteria Alumni Gontor

Kriteria Alumni Gontor

0
SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

0
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

0
Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

0
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

7 June 2026
Kriteria Alumni Gontor

Kriteria Alumni Gontor

7 June 2026
SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

7 June 2026
BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

6 June 2026
BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

6 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result