Jakarta, Gontornews — Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) bersama LAZNAS Dewan Dakwah melepas Konvoi Kemanusiaan Banjir dan Longsor Sumatera dari Menara Dakwah, Kramat Raya 45, Jakarta Pusat. Keberangkatan ini menjadi wujud kepedulian masyarakat Indonesia bagi penyintas bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Sedikitnya enam armada konvoi dan delapan relawan diberangkatkan dalam acara pelepasan yang diselenggarakan pada Jumat (12/12/2025) pukul 13.30 WIB tersebut. Setiap armada konvoi terdiri atas satu truk kemanusiaan, satu mobil tangki air, satu ambulans dan tiga kendaraan operasional pembawa logistik bantuan dari para donatur.
Konvoi mengangkut berbagai kebutuhan mendesak seperti logistik pangan, perlengkapan kebersihan, perlengkapan ibadah, hygiene kit, alat masak, perlengkapan tanggap darurat, hingga pakan kucing.
Posko LAZNAS Dewan Dakwah di Agam, Bukittinggi, Sumatera Barat menjadi titik akhir sekaligus pusat koordinasi distribusi menuju wilayah terdampak. Tim relawan telah memetakan kebutuhan sejak awal dan siap menyalurkan bantuan segera setelah rombongan tiba.
Konvoi ini merupakan bagian dari Respon Cepat LAZNAS Dewan Dakwah dalam membantu pemulihan warga terdampak bencana. Bantuan tahap II ini dikirim melalui jalur darat, setelah sebelumnya bantuan tahap I diberangkatkan lewat jalur udara pada fase-fase awal bencana.
Direktur Bidang Zakat dan Wakaf Dewan Dakwah, Tjaturadi Walujo, menyampaikan rasa syukur atas keberangkatan rombongan bantuan. “Alhamdulillah hari ini Dewan Dakwah bersama LAZNAS Dewan Dakwah kembali melepas bantuan untuk saudara kita korban banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Kami mohon doa restu agar para relawan diberikan kemudahan dan keselamatan selama bertugas,” ujarnya dalam rilis yang diterima gontornews.com.
Senada dengan Tjaturadi Waluho, Sekretaris Umum Dewan Dakwah, H Fathurrahman Mahfudz, yang turut hadir melepas konvoi, juga mengapresiasi kontribusi donatur dan relawan. Menurutnya, bencana Sumatera kali ini lebih dahsyat dari bencana Tusnami yang menerjang Aceh pada tahun 2004.
“Penanganannya tidak cukup satu minggu atau satu bulan. Kita harus terus bahu-membahu mendukung pemulihan. Terima kasih kepada para donatur dan relawan. Semoga Dewan Dakwah terus istiqamah menebar manfaat,” jelas Fathurrahman Mahfudz.
Memasuki hari ke-17 pascabanjir, kondisi di berbagai titik di Sumatera masih memprihatinkan. Lumpur tebal masih menggenangi sejumlah wilayah, pun dengan jaringan komunikasi dan listrik yang belum pulih, serta lumpuhnya akses transportasi menuju lokasi. Hingga Jumat (12/12/2025), tercatat 990 korban meninggal dunia, 222 orang hilang, dan 5.400 warga mengalami luka-luka.
Situasi tersebut menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan. Dewan Dakwah menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah menyalurkan amanah melalui LAZNAS Dewan Dakwah. [Mohamad Deny Irawan]


















