Indralaya, Gontornews — Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya Sumatera Selatan memberangkatkan 150 santri lulusannya untuk melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Pimpinan Ponpes Al-Ittifaqiah Indralaya, KH Mudrik Qodri MA, mengakui bahwa prestasi ini merupakan bukti nyata konsistensi pesantren dalam generasi rabbani.
βIni amanah besar. Kami menitipkan nama baik bangsa dan almamater. Kepada para santri, kembalilah ke tanah air untuk membangun umat,β kata Kiai Mudri Qodri saat memberikan nasihat dalam acara pelepasan 111 santri peserta program Haromain Al-Ittifaqiah, Senin (1/12/2025). Adapun pelepasan 39 santri lain mengikuti acara pelepasan tahap kedua pada 14-16 Desember 2025.
Dalam prosesnya, keberangkatan ratusan alumnus Ponpes Al-Ittifaqiah Indralaya tersebut melalui dua jalur resmi, yaitu: Maβhad Azhari atau penerapan kurikulum Al-Azhar Internasional di dalam pondok serta penerapan program Haromain Al-Ittifaqiah yang merupakan program kerjasama antara Ponpes Al-ittifaqiah Indralaya dengan Markaz Tathwir Al-Azhar atau Pusat Pengembangan Pendidikan bagi calon mahasiswa asing.
Kepala Biro Kaderisasi dan Kerjasama Al-Ittifaqiah Indralaya, Ustadz Eko Adhi MPdI, menjelaskan bahwa Ponpes Al-Ittifaqiah Indralaya telah mendapatkan sertifikasi untuk menerapkan kurikulum Al-Azhar dalam proses pembelajaran. Kerjasama ini memungkinkan lulusan Al-Ittifaqiah Indralaya memiliki βakses resmiβ untuk melanjutkan ke Universitas Al-Azhar Kairo.
βAl-Ittifaqiah Indralaya telah tersertifikasi dapat menerapkan kurikulum internasional di bawah pengawasan langsung Al-AzharΒ Kairo Mesir,β kata Ustadz Eko dalam rilis yang diterima gontornews.com.
βLulusan berprestasi dari program ini langsung dapat melanjutkan kuliah ke Universitas Al-Azhar Mesir tanpa tes apa pun dan istimewanya lagi juga tidak perlu mengikuti pembinaan level bahasa, karena termasuk kelompok penerima beasiswa jalur prestasi,β sambung alumnus Program Kaderisasi Ulama (PKU) Pondok Modern Darussalam Gontor tersebut sembari menjelaskan 39 santri Al-Ittifaqiah Indralaya yang mendapatkan kesempatan masuk Al-Azhar Kairo tanpa tes dan memperoleh beasiswa pembinaan.
Sementara itu, 111 santri Al-Ittifaqiyah lain yang melewati program Haromain Al-Ittifaqiah mengharuskan para peserta untuk mengikuti pembinaan intensif selama 6-9 bulan. Mereka dibina untuk mendapatkan kemampuan bahasa serta kemampuan akademik sebelum masuk ke sesi perkuliahan di Al-Azhar.
βPenerapan standar kualifikasi internasional ini merupakan bagian dari komitmen Al-Ittifaqiah Indralaya dalam menjaga mutu lulusan agar mampu berasing di kancah global, khususnya di Timur Tengah,β ucap Direktur program Haromain Al-Ittifaqiah, Ustadz H Iqbal Harun Lc.
Dengan keberangkatan 150 santri ini, Al-Ittifaqiah semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu pesantren di Indonesia yang paling aktif mengirimkan delegasi pelajar ke Mesir setiap tahunnya untuk melanjutkan Studi S1.
βKeberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi pesantren lain di tanah air untuk terus meningkatkan kualitas kurikulum dan jaringan internasional,β tutup Ustadz Eko optimis. [Mohamad Deny Irawan]






















