10
Tonton Selengkapnya
Prof Syam
32 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 21 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Keutamaan Menjaga Lisan

Oleh Prof Dr H Sofyan Sauri MPd, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
24 February 2026
in Tafsir
0
Keutamaan Menjaga Lisan

Foto: Pesantren Khairunnas

Landasan Teologis

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ ۝٧٠يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا ۝٧١

Artinya: (70) “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. (71) Niscaya Dia (Allah) akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, sungguh, dia menang dengan kemenangan yang besar.” (QS Al-Ahzab: 70-71)

Interpretasi Para Musafir

BACA JUGA

Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Menjadi Pribadi yang Menenangkan, Bukan Meresahkan

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Ibadah dan Amal Terbaik  

Tafsir As-Sa’di menyebutkan, pada ayat 70 Allah Ta‘ala memerintahkan orang-orang beriman agar bertakwa kepada-Nya dalam seluruh keadaan. Di antara bentuk ketakwaan itu, Allah menekankan dan menganjurkan untuk berkata benar dan tepat, yaitu ucapan yang sesuai dengan kebenaran, ucapan yang lembut dan halus ketika berbicara kepada manusia, serta ucapan yang lebih baik dan lebih maslahat, seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, memerintahkan yang makruf, melarang yang mungkar, mempelajari ilmu dan mengajarkannya, serta bersungguh-sungguh meraih kebenaran, menempuh setiap jalan yang mengantarkan kepadanya.

Adapun pada ayat 71 Allah menyebutkan apa yang dihasilkan dari ketakwaan kepada-Nya dan dari berkata benar, seraya berfirman:“Niscaya Dia akan memperbaiki amal-amal kalian” yakni hal itu menjadi sebab kebaikan amal dan jalan diterimanya, karena dengan menjalankan ketakwaan, amal-amal menjadi diterima.

Sedangkan dalam Tafsir Al-Baghawi disebutkan makna firman Allah Ta‘ala: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.” Menurut para ahli:

  • Ibnu ‘Abbas berkata: maksudnya adalah ucapan yang tepat (benar).
  • Qatadah berkata: ucapan yang adil.
  • Al-Hasan berkata: ucapan yang jujur. Ada pula yang mengatakan: ucapan yang lurus.
  • Dan ‘Ikrimah berkata: yaitu ucapan Lā ilāha illallāh (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah).

Sedangkan makna firman Allah Ta’ala: “Niscaya Dia memperbaiki bagi kalian amal-amal kalian” terdapat dua pendapat:

  • Ibnu ‘Abbas berkata: maksudnya Allah menerima kebaikan-kebaikan amal kalian.
  • Muqatil berkata: Allah menyucikan amal-amal kalian.

Sementara itu dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan, Allah Ta‘ala berfirman dengan memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman agar bertakwa kepada-Nya, dan agar mereka beribadah kepada-Nya seolah-olah mereka melihat-Nya, serta agar mereka mengucapkan perkataan yang benar, yaitu perkataan yang lurus, tidak bengkok dan tidak menyimpang.

Dan Allah menjanjikan kepada mereka bahwa apabila mereka melakukan hal itu, Dia akan memberi pahala kepada mereka dengan memperbaiki amal-amal mereka, yakni memberi mereka taufik untuk melakukan amal shalih, serta mengampuni dosa-dosa yang telah lalu. Adapun kesalahan yang mungkin mereka lakukan di masa depan, Allah akan mengilhamkan kepada mereka untuk bertobat darinya.

Kemudian Allah berfirman: “Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh ia telah memperoleh kemenangan yang besar,” yaitu ia diselamatkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam kenikmatan yang kekal.

Dalam Tafsir Ath-Thabari disebutkan makna firman-Nya: “Dan ucapkanlah perkataan yang benar,” maksudnya: ucapkanlah tentang Rasulullah dan kaum mukminin perkataan yang lurus, tidak menyimpang, benar dan bukan batil.

Sedangkan menurut para ahli:

  • Mujahid berkata: maksudnya ucapan yang tepat.
  • Al-Kalbi berkata: maksudnya ucapan yang jujur.
  • Qatadah berkata: maksudnya dalam tutur katanya dan dalam seluruh amalnya; dan yang dimaksud dengan “sadeed” adalah kejujuran.
  • ‘Ikrimah berkata: ucapkanlah Lā ilāha illallāh.

Firman-Nya: “Niscaya Dia memperbaiki bagi kalian amal-amal kalian” bahwasanya Allah Ta‘ala berfirman kepada orang-orang beriman agar bertakwa kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Dia akan memberi taufik untuk melakukan amal-amal shalih, sehingga Dia memperbaiki amal-amal kalian.”

Dalam Tafsir Ath-Thabari juga dijelaskan makna Firman-Nya: “Dan mengampuni bagi kalian dosa-dosa kalian” maksudnya: Dia memaafkan dosa-dosa kalian sehingga Dia tidak menghukum kalian karenanya.

Adapun makna firman-Nya: “Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya” yaitu ia mengamalkan apa yang diperintahkan kepadanya, meninggalkan apa yang dilarang, dan mengucapkan perkataan yang benar.

Terakhir makna firman-Nya: “Maka sungguh ia telah memperoleh kemenangan yang besar” maksudnya: ia telah meraih kemuliaan yang agung dari Allah.”

Nilai-nilai Pedagogis

QS Al-Ahzab: 70-71 mengandung sejumlah nilai-nilai pendidikan (pedagogis). Di antaranya, pertama, Nilai Takwa. Ayat ini dimulai dengan perintah takwa. Ini mendidik manusia agar sadar bahwa Allah selalu mengawasi dan manusia harus senantiasa melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Karena itu kita harus membiasakan muhasabah (introspeksi diri) setiap hari, berdoa sebelum berbicara atau bertindak, menghindari dosa meskipun tidak ada orang yang melihat. Mewujudkan takwa dimulai dari menjaga lisan, memperbaiki niat, menaati perintah Allah, dan terus memperbaiki diri. Takwa merupakan proses pendidikan diri yang berkelanjutan menghubungkan hati, ucapan, dan tindakan.

Kedua, Nilai Kejujuran dan Integritas. Ayat ini berisi perintah “katakanlah perkataan yang benar” untuk menanamkan kejujuran, tanggung jawab ucapan dan etika komunikasi. Kejujuran adalah akhlak mulia yang perlu kekuatan iman dan harus dibangun dari kebiasaan kecil. Adapun integritas terbentuk karena konsisten antara ucapan dan tindakan.

Kejujuran dan integritas diwujudkan dengan berkata benar, konsisten antara ucapan dan perbuatan, menolak kebohongan, serta terus mengevaluasi diri. Kejujuran bukan hanya nilai moral, tetapi jalan menuju keberkahan hidup dan perbaikan amal.

Ketiga, Nilai Perbaikan Diri (Self Improvement). Ayat ini menegaskan bahwa perubahan diri dimulai dari takwa kepada Allah dan kejujuran dalam ucapan. Jika dua hal ini dijaga, Allah akan memperbaiki amal mengampuni dosa. Artinya, perbaikan diri bukan hanya usaha manusia, tetapi juga hasil pertolongan Allah.

Perbaikan diri dapat diwujudkan dengan menjaga lisan, mengevaluasi diri, memperbaiki amal secara bertahap, memperkuat ibadah, menerima nasihat, dan istiqamah. Ayat ini mengajarkan bahwa perubahan karakter dimulai dari kejujuran hati dan ucapan, lalu Allah sendiri yang menyempurnakan amal seseorang.

Keempat, Nilai Kesuksesan Hakiki. Ayat ini menjelaskan bahwa keberhasilan sejati yaitu ketika seseorang bertakwa kepada Allah, berkata benar, taat kepada Allah dan Rasul. Sehingga memperoleh ampunan dan kemenangan besar.

Kesuksesan hakiki bukan hanya materi atau prestasi dunia, tetapi amal diperbaiki, dosa diampuni dan mendapat ridha Allah. Jadi, ukuran sukses dalam Islam yaitu kualitas iman dan amal, bukan sekadar pencapaian duniawi. Sehingga hidup damai, maslahat, penuh dengan keberkahan, ampunan dan ridha Allah.

Landasan Teoretis

Menjaga lisan adalah kemampuan mengontrol ucapan untuk selalu berkata baik, jujur, dan bijak, atau diam jika tidak mampu. Ini mencakup menghindari ghibah, fitnah, dan kebohongan. Menjaga lisan penting untuk menciptakan keharmonisan, mencerminkan akhlak mulia, mencapai kemaslahatan hidup serta menghindarkan diri dari dosa yang dapat merusak hubungan sosial dan keselamatan di akhirat.

Sebuah pepatah bahasa Arab menyatakan bahwa keselamatan seseorang bergantung pada cara ia menjaga lisannya. Pepatah itu berasal dari hadis Nabi:

سَلَامَةُ اْلإِنْسَانِ فِي حِفْظِ اللِّسَانِ

“Keselamatan manusia terletak dalam menjaga lisannnya.” (HR Bukhari)

Karena itu kita harus mengucapkan yang baik, menjaga ucapan dan bertanggung jawab. Kalau kita tidak mampu maka diamlah, Rasulullah Saw bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi landasan pentingnya menahan lisan dari ucapan yang sia-sia atau buruk. Ketika seseorang menjaga lisannya, ia menunjukkan tingkat keimanan dan ketakwaannya. Dalam situasi emosional, diam merupakan langkah terbaik. Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ

“Jika salah seorang di antara kalian marah, hendaklah ia diam.” (HR Ahmad)

Seseorang yang mampu menjaga lisan akan mampu menjadikan lisannya  maslahat  untuk semua orang dan tanggung jawab setiap ucapannya. Tujuh adab menjaga lisan menurut Sayyid Abdullah bin Alawi al-Haddad dalam kitab Risâlatul Mu‘âwanah wal Mudhâharah wal Muwâzarah, yaitu: 1) Hendaklah Anda tidak melibatkan diri dalam hal-hal yang tidak ada gunanya bagi anda. 2) Jangan sering-sering bersumpah demi Allah, dan jangan bersumpah demi nama-Nya kecuali memang benar-benar mendesak. 3) Hindarilah segala macam kebohongan sebab hal itu berlawanan dengan iman. 4) Jauhkan dirimu dari pergunjingan dan fitnahan serta bercanda secara keterlaluan. 5) Hindarilah setiap ucapan keji. 6) Jagalah lisanmu dari ucapan yang kurang baik apalagi yang tercela. 7) Pikirkan baik-baik apa yang akan Anda ucapkan sebelumnya. Jika itu baik menurut Anda, katakanlah. Jika tidak, diamlah.

Lisan diibaratkan seperti pisau bermata dua. Di satu sisi, lisan dapat digunakan untuk menyebarkan kebaikan. Namun, di sisi lain, lisan juga bisa melukai hati orang lain melalui perkataan buruk, seperti fitnah, gosip, dan ujaran kebencian.

Oleh karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa menjaga adab berbicara. Ucapan yang baik tidak hanya mendamaikan hati sesama manusia, tetapi juga menjadi ibadah yang berbuah pahala.

Maka jadikanlah bulan Ramadhan ini menjadi ajang melatih lisan agar terjaga dari perkataan kotor, ucapan sia-sia dan lain-lain yang tidak bermanfaat apalagi mendatangkan permusuhan, Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الصِّيَامُ جُنَّةٌ إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ صَائِمًا فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ فَإِنْ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ إِنِّي صَائِمٌ

“Dari Abu Hurairah bahwa Nabi Saw berkata: Puasa adalah tameng, apabila salah seorang di antara kalian berpuasa maka janganlah ia berkata kotor dan melakukan perbuatan bodoh. Apabila terdapat seseorang memusuhinya atau mencelanya maka hendaknya dia mengatakan, ‘Aku sedang berpuasa’.” (HR Abu Dawud)

Menjaga Lisan untuk Kemaslahatan Hidup

Lalu apa keutamaan menjaga lisan untuk kemaslahatan hidup? Pertama, Mengantarkan Ridha Allah Sampai Hari Kiamat. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ مَا يَظُنُّ أَنْ تَبْلُغَ مَا بَلَغَتْ فَيَكْتُبُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ بِهَا رِضْوَانَهُ إِلَى يَوْمِ

“Sungguh seorang hamba mengucapkan sebuah kalimat yang mengandung keridhaan Allah, dia tidak menyangka ucapannya begitu tinggi nilainya, maka Allah ‘Azzza wa Jalla akan menuliskan keridhaan baginya sampai hari kiamat.“  (HR Tirmidzi)

Kedua, Mengangkat Derajat Seorang Hamba. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَرْفَعُهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَاتٍ

“Sungguh seorang hamba mengucapakan sebuah kalimat yang Allah ridhai, yang dia tidak memperhatikannya, namun dengan sebab itu Allah mengangkatnya beberapa derajat.” (HR Bukhari)

Ketiga, Menjauhkan dari Murka Allah. Rasulullah SAW bersabda:

قال رَسُول اللهِ صَلَّى الله عَلَيه وَسَلَّم :إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سُخْطِ اللَّهِ، لَا يَرَى بِهَا بَأْسًا، فَيَهْوِي بِهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ سَبْعِينَ خَرِيفًا

Rasulullah SAW bersabda: Bisa jadi seseorang mengatakan satu kalimat yang dimurkai Allah, suatu kalimat yang menurutnya tidak apa-apa. Akan tetapi, dengan sebab kalimat itu dia jatuh ke neraka selama tujuh puluh tahun.” (HR Ahmad)

Keempat, Mengantarkan ke Surga.

Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ وَقَاهُ اللَّهُ شَرَّ مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ، وَشَرَّ مَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ دَخَلَ الجَنَّةَ (رواه الترمذي)

“Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: Siapa yang dijaga oleh Allah dari kejahatan sesuatu yang ada di antara kedua jambangnya (lisan) dan kejahatan di antara kedua kakinya (kemaluan), ia masuk surga.” (HR At-Tirmidzi)

Kelima, Menjaga Hubungan Baik Kekeluargaan dan Persaudaraan. Allah SWT berfirman:

وَقُلْ لِّعِبَادِيْ يَقُوْلُوا الَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ كَانَ لِلْاِنْسَانِ عَدُوًّا مُّبِيْنًا

“Katakan kepada hamba-hamba-Ku supaya mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (dan benar). Sesungguhnya setan itu selalu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan musuh yang nyata bagi manusia.” (QS Al-Isra’: 53)

Dampak Tidak Menjaga Lisan

Begitu besar manfaat seseorang bisa menjaga lisannya. Tapi apa yang terjadi jika sebaliknya? Mereka yang tidak bisa menjaga lisannya akan menderita kerugian. Pertama, Terjatuh ke dalam Neraka. Rasulllah SAW bersabda:

الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ، يَنْزِلُ بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan kalimat tanpa dipikirkan terlebih dahulu, dan karenanya dia terjatuh ke dalam neraka sejauh antara timur dan barat.” (HR Muslim)

Kedua, Termasuk Orang Binasa. Rasulullah SAW bersabda:

النَّاسُ ثَلَاثَةٌ غَانِمٌ وَسَالِمٌ وَشَاحِبٌ فَالْغَانِمُ الَّذِي يَذْكُرُ اللَّهَ وَالسَّالِمُ السَّاكِتُ وَالشَّاحِبُ الَّذِي يَخُوضُ فِي الْبَاطِلِ

“Manusia itu ada tiga macam: (1) orang yang memperoleh kemenangan, (2) orang yang selamat, (3) orang yang binasa. Orang yang memperoleh kemenangan yaitu orang yang berdzikir kepada Allah. Orang yang selamat yaitu orang yang diam. Sedangkan orang yang binasa yaitu orang yang banyak bicara tentang kebatilan.” (HR Thabrani dan Abu Ya’la)

Dalam kitabnya Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali mengemukakan ada 14 macam bahaya lidah yang harus diperhatikan manusia: Pertama, perkataan yang tidak bermanfaat yang bisa membuat hati kasar. Kedua, mereka yang banyak berbicara, maka ia banyak bohong. Ketiga, berbicara kosong. Keempat, menyebabkan pertengkaran dan dendam kesumat. Kelima, banyak bicara akan menimbulkan permusuhan antarkelompok dan golongan. Keenam, mereka yang berbohong dengan mengaku sebagai pakar suatu bidang. Ketujuh, ucapan yang mengandung hujatan dan cacian. Kedelapan, ucapan yang mengutuk seseorang atau satu golongan. Kesembilan, ungkapan syair atau nyanyian porno yang membangkitkan nafsu kebinatangan seseorang. Kesepuluh, senda gurau dengan memperolok-olok orang lain. Kesebelas, mengejek orang lain. Kedua belas, membuka rahasia orang lain. Ketiga belas, berjanji palsu. Keempat belas, bersumpah palsu.

Semua itu akan merusak nilai-nilai amanah, tanggung jawab yang telah diajarkan Rasulullah SAW dan menjauhkan hidup dari kemaslahatan dan keberkahan.

Marilah kita jadikan lisan sebagai alat untuk menyebarkan kebaikan, menghindari keburukan, dan berkata yang benar sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an. Sehingga lisan dapat mewujudkan kemaslahatan dalam kehidupan.

Kisah Teladan

Dalam Kitab al-Jawahirul Lu’luiyyah fi Syarhil Arba’in an-Nawawiyyah disebutkan bahwa Abubakar mengemut batu untuk menjaga lisannya dari perkataan-perkataan yang tidak berguna selama 12 tahun. Ya, 12 tahun Abubakar mengemut batu sehingga berhasil membiasakan diri untuk irit bicara. Ia tidak mengeluarkan batu dari mulutnya kecuali saat shalat, makan dan tidur. Bahkan ia berdoa: “Semoga diriku bisu kecuali dari dzikir kepada Allah.”

Ibnu Mas’ud mengatakan dalam Mukhtashor Minhajil Qoshidin, “Tidak ada yang lebih pantas dipenjara dalam waktu yang lama melainkan lisanku ini.”

Kisah ini mengajarkan kita agar mampu menjaga lisan dan menggunakan lisan untuk kebaikan dan dzikir.

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى، وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى، وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى، وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى، وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan pendengaran, penglihatan, lisan, qalbu, dan maniku.”  (Sunan Abu Dawud No. 1551, Sunan At-Tirmidzi No. 3492)

Tags: LisanProf Dr H Sofyan Sauri MPdTafsir
Share28Tweet18Send
Previous Post

Kecam Keras Pernyataan Dubes AS soal Ekspansi Israel, HNW: Momentum OKI Kuatkan Soliditas Lindungi Kedaulatan Negara-negara OKI Termasuk Palestina

Next Post

Mahasiswa IAT IDAQU Jakarta Sabet Juara Satu Pidato Bahasa Arab di Ajang MUTSABARAH 2026

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Al-‘Afwu dan Al-Maghfirah: Hierarki Ampunan dalam Perspektif Spiritual Islam di Akhir Ramadhan

Kiat-Kiat Agar Anak Betah di Pesantren: Sebuah Rangkuman Pidato Masyayikh Gontor

3 May 2026
kh fauzi tidjani djauhari

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

13 July 2026
Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

12 July 2026
Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

12 July 2026
Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

13 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

0
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

0
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

0
Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

17 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

17 July 2026
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angakatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

16 July 2026
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

16 July 2026
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

16 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @unida.gontor and @miladunidagontor
Bismillahirrahmanirrahim
👋Sampai jumpa di Kampus UNIDA Gontor!
Tabligh Akbar bersama Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.Dalam rangka memperingati Milad UNIDA Gontor ke-63, Hadirilah Tabligh Akbar Universitas Darussalam Gontor:✨ Tema: Pentingnya Pesantren
👤 Bersama: Al Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.
🗓️ Hari/Tanggal: Kamis, 9 Juli 2026
🕗 Waktu: 20:00 WIB – Selesai
🏛️ Tempat: Universitas Darussalam Gontor (Jl. Raya Siman, Ponorogo, Jawa Timur)Link Pendaftaran:
bit.ly/tablighakbar_unidagontorAcara ini terbuka untuk umum dan menyediakan doorprize menarik bagi jemaah yang beruntung.Mari jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kapasitas keilmuan kita.#MiladUNIDAGontor63 #UstadzAdiHidayat #PesantrenPerekatUmat #TablighAkbarPonorogo #unidagontor
#majalahgontor #gontornews
  • Repost from @irengsepur Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan sebagai salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dapat turut menyemarakkan Milad Satu Abad ini. Meskipun belum dapat hadir secara langsung, Alhamdulillah di sela-sela kegiatan latihan saya diberikan izin oleh kesatuan untuk mengibarkan bendera Pondok Modern Darussalam Gontor di ketinggian  500 ft di atas langit Majalengka. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah penerjunan, tetapi bentuk penghormatan, rasa syukur, dan kecintaan kepada almamater yang telah membentuk karakter dan perjalanan hidup saya.Salam takzim kepada seluruh Bapak Kiai dan para Asatidz atas segala ilmu, doa, dan keteladanan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan membalas setiap pengabdian dengan pahala yang berlipat.Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Semoga Gontor senantiasa menjadi mercusuar peradaban Islam, terus melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Gontor sepanjang masa. Aamiin ya Rabbal
  • 🎓BEASISWA JALUR RAPOR✨Kabar gembira bagi alumni Pondok Modern Darussalam
Gontor & Pondok Pesantren Alumni Gontor!Dapatkan beasiswa Free Uang gedung dan Potongn UKT
50% disetiap semester sampai lulus kuliah di Universitas
Ary Ginanjar (UAG) dan wujudkan impianmu menjadi
profesional unggul di berbagai bidang!✍️Syarat Pendaftaran:
✅Lulusan Gontor dan rekanan Gontor tahun
2022-2025
✅Memiliki Hafalan Qur
  • Pre-Order Majalah Gontor Edisi Bulan Juli 2026.1 ABAD GONTOR DALAM SATU GENGGAMAN!
Edisi Paling Bersejarah yang Tak Akan Dicetak Ulang.Menyambut 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, miliki Majalah Gontor Edisi Spesial bulan Juli - September 2026.KUOTA CETAK SANGAT TERBATAS!
Sistem otomatis ditutup jika stok ludes. Jangan sampai Anda menyesal karena melewatkan edisi bersejarah ini!
Siapa cepat, dia dapat.AMANKAN STOK ANDA SEKARANG!
Kunjungi: https://bit.ly/keranjang-buku
Pengiriman Majalah di tanggal 10 juli 2026.

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result