Ngawi, Gontornews — Mahasiswi peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor menggelar Bazar Ramadhan di Dusun Ngetrep, Desa Hargomulyo, Kecamatan Ngrambe, Ngawi. Kegiatan yang digelar di halaman posko KKNT Dusun Ngetrep itu juga diramaikan dengan kegiatan senam bersama pada Ahad (1/3/2026), mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.
Ketua Kelompok 36 KKN UNIDA Gontor, Fatiharriza Aulina Putri Ihsana Azzahra, menyampaikan kegiatan ini dirancang untuk menggabungkan unsur kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan kegiatan yang bermanfaat secara fisik dan sosial. Senam bersama menjadi sarana menjaga kebugaran selama Ramadhan, sementara bazar diharapkan membantu masyarakat mendapatkan pakaian layak dengan harga terjangkau,” kata Fatiharriza dalam rilisnya kepada gontornews.com.
Sebagai informasi, kegiatan Bazar Ramadhan di Dusun Ngetrep merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat mahasiswa KKN yang berlangsung mulai 8 Februari hingga 5 Maret 2026 mendatang.
Kegiatan dimulai dengan senam bersama yang dipandu oleh tim KKNT yang berlanjut dengan kegiatan ekonomi di Bazar Ramadhan. Sejumlah barang yang diperjualbelikan di antaranya pakaian seperti kemeja pria, gamis wanita, hingga aneka aksesoris.
“Produk yang dijual tidak hanya ditawarkan dengan harga murah, tetapi juga memiliki kualitas yang baik dan layak pakai,” ujar Fatiharriza.
Salah seorang warga Dusun Ngetrep, Ratna, mengaku senang dengan adanya bazar tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu warga, utamanya dalam memenuhi kebutuhan pakaian menjelang Lebaran. “Bajunya murah, bagus dan berkualitas. Bahannya juga masih layak dan nyaman dipakai. Sangat membantu kami, apalagi menjelang Lebaran seperti ini,” ungkap Ratna.
“Jarang-jarang ada acara seperti ini. Pagi jadi lebih semangat, bisa olahraga bareng, lalu belanja juga. Semoga ke depan bisa diadakan lagi,” imbuhnya.
Terakhir, Fatiharriza menekankan bahwa agenda Bazar Ramadhan di Dusun Ngetrep diselenggarakan secara sederhana tanpa mengurangi kualitas barang yang diperjualbelikan.
“Kami berupaya memastikan pakaian yang tersedia tetap bagus dan layak pakai, sehingga warga tidak hanya mendapatkan harga murah, tetapi juga kualitas yang baik. Harapannya, kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat,” tegas mahasiswi Prodi Farmasi UNIDA Gontor tersebut.
“Melalui interaksi langsung seperti ini, mahasiswa dapat memahami kebutuhan warga sekaligus membangun hubungan yang harmonis selama masa pengabdian,” pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan]





















