Depok, Gontornews — Pengurus Cabang Ikatan Keluarga Pondok Modern (PC IKPM) Gontor Depok, pada Ahad (10/5/2026) menggelar Kajian Akhwat bersama Ustadzah Azhimatul Noor Bashari Diyanti SThI MA. Acara Bagian Keputrian IKPM Depok ini dihadiri sejumlah alumni Gontor Putri, walisantri, dan mahasiswi.
Bertempat di Masjid Dhuyufurrahman, Jatijajar, Kota Depok, Jawa Barat, kegiatan itu pun mengangkat tema besar “Membentuk Sikap & Kepribadian Gen Z di Era Krisis Akhlak.”
Kepada Gontornews.com, Ustadzah Azhimatul Noor atau biasa disapa Ustadzah Noora itu pun menyampaikan, “Semua orang pasti ada ujiannya, ada yang ujian dunia dan ada yang gagal.” Namun, sambungnya, ada pula yang menjadi juara di antara hamba-hamba-Nya, dan mereka itu adalah al-muqorrobun.
Lantas bagaimanakah cara kita menjadi juara? Jawabnya dengan sering-sering berdialog dengan Allah, baik di setiap sujud atau dengan membaca dan memahami firman-Nya lewat kitab suci al-Qur’an, mukjizat yang Allah turunkan kepada Rasulullah SAW. Sebab al-Qur’an itu al-mukjiz yang artinya yang melemahkan, sebagaimana dia (al-Qur’an) akan melemahkan tantangan hidup kita, sehingga tercapailah solusi yang menenangkan, tentunya bagi orang-orang yang mendapat petunjuk.
Yakinlah bahwa rencana Allah itu lebih indah, maka berbuat baiklah untuk menggapai ridha Allah. Selama kita masih berada di jalan Allah dan bendera Islam masih kita pegang, maka tenanglah, sebab itu tandanya rezeki kita masih besar. “Apalagi rezeki iman dan Islam,” tekan alumnus Gontor Putri tahun 2000 itu.
Ujian terbesar kita menjaga hati. Karena itu, upaya tazkiyatun nafsu (penyucian diri) menjadi sebuah perjalanan yang panjang, yang harus terus kita latih dan kerjakan. Allah bahkan memerintahkan kita agar jangan menganggap diri telah suci, dan Allah Mahatahu siapa yang lebih bertakwa. Maka, berdoalah terus agar menjadikan diri kita sebagai orang-orang yang shalih.
Selain hal di atas, daiah, motivator, konsultan, juga pejuang masyarakat di pedalaman ini pun menambahkan agar kita hendaknya mampu menahan amarah dan saling memaafkan, baik memaafkan orang lain dan juga diri kita sendiri.
Menjelang akhir sesi ceramahnya, Ustadzah Noora menekankan bahwa di zaman seperti ini, saatnya kita menunjukkan “berlian-berlian”, “mutiara-mutiara” asli, di tengah lautan “lumpur”. Ketika banyak orang-orang yang semakin jauh dari Allah, maka ini juga kesempatan kita untuk memperlihatkan cahaya Islam yang indah.
Kita harus bangun sikap yang sederhana, ramah, mudah didekati orang lain, agar kita bisa dekat dengan semua orang. Selanjutnya kita bisa tahu kebutuhan mereka dan mendengar cerita keluh kesah permasalahan di masyarakat. Akhirnya kita berpeluang untuk membantu dan berkesempatan menjadi sebaik-baik manusia yakni orang yang bermanfaat untuk orang lain.
“Setiap ada potensi kebaikan, kejarlah!” pesan sang daiah. Karena kita tidak tahu, amalan mana yang akan diterima.
“Semoga kita menjadi golongan great hamba yakni al-muqarrabin,” pungkasnya. [Edithya Miranti]























