Ngawi, Gontornews — Kegiatan Diskusi dan Pembacaan Buku Khutbatu-l-‘Arsy yang berlangsung pada Kamis pagi (21/5/2026) menjadi bagian penting dari rangkaian Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy (PPKA). Acara yang digelar oleh Universitas Darussalam Gontor Kelas C ini pun sebagai sarana penguatan pemahaman sejarah, filosofi, serta sistem pendidikan pesantren modern yang diterapkan di lingkungan universitas.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara tertib dengan melibatkan seluruh unsur sivitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, staf, hingga mahasiswi di berbagai fakultas. Setiap kelompok mengikuti pembacaan dan diskusi dengan pendampingan intensif dari dosen masing-masing guna memastikan substansi materi dapat dipahami secara mendalam dan kontekstual. Momentum ini sekaligus menjadi ruang refleksi bersama untuk menanamkan kembali nilai-nilai dasar pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor yang menekankan kedisiplinan, tanggung jawab, serta pengabdian.
Pada sesi khusus dosen, sebagaimana disebutkan unida.gontor.ac.id, materi disampaikan oleh Prof Dr Nur Hadi Ikhsan MIRKH dengan tema “Profil Dosen yang Bermutu dan Berarti menurut Gontor.” Pembahasan tersebut menitikberatkan pada pentingnya integritas, kualitas pengajaran, keteladanan, serta dedikasi dosen dalam membangun budaya akademik yang unggul. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai tanggapan yang menegaskan bahwa mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi intelektual, tetapi juga karakter pendidik.
Sementara itu, sesi untuk tenaga kependidikan dan staf dipandu oleh Assoc Prof Dr Asif Trisnani Lc MAg melalui tema “Nilai-Nilai di Sebalik Kemajuan Gontor dalam Mengabdikan Diri untuk Negeri.” Dalam forum tersebut, peserta diajak memahami bahwa keberhasilan lembaga pendidikan lahir dari budaya kerja yang dilandasi keikhlasan, kedisiplinan, dan semangat pengabdian kolektif.
Adapun pembahasan untuk mahasiswi disesuaikan dengan jenjang semester dan kebutuhan akademik setiap fakultas. Melalui forum ini, peserta didorong untuk memahami tantangan perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas keilmuan dan nilai-nilai pesantren. Hal tersebut sejalan dengan cita-cita membangun generasi unggul yang siap memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Sebagai institusi yang terus berkembang menuju predikat Universitas Islam Terbaik, kegiatan seperti ini dipandang strategis dalam membentuk lingkungan akademik yang berkarakter dan adaptif terhadap perubahan zaman. Selain pembacaan buku, agenda juga diisi dengan pengarahan, evaluasi, serta penegasan mengenai pentingnya menjaga etika, tata tertib, dan budaya disiplin selama menjalani proses pendidikan.
Pada akhir sesi diskusi Fakultas Tarbiyah semester lima dan tujuh, Assoc Prof Dr Abu Darda MAg memberikan pesan inspiratif kepada para mahasiswi. Ia menegaskan bahwa peran santri sekaligus mahasiswa tidak terbatas pada proses belajar formal, melainkan juga mencakup kemampuan memahami tantangan zaman serta mencari solusi melalui pendekatan islamisasi pengetahuan.
Kegiatan berakhir dalam suasana kondusif dan penuh antusiasme. Dengan terselenggaranya agenda ini, Universitas Darussalam Gontor berharap seluruh peserta semakin siap mengikuti berbagai program akademik maupun pengabdian dengan semangat kebersamaan, tanggung jawab, dan disiplin menuju masa depan Gontor yang lebih maju sebagai Universitas Islam Terbaik yang berlandaskan nilai-nilai kepondokmodernan. [Edithya Miranti]






















