pesanan-baju-kaos
31 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 7 November, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Qismul Amn dan Pembicaraan yang Tiada Henti

Oleh Ahsan Jamet Hamidi, Alumni Gontor 1987

Mohamad Deny Irawan by Mohamad Deny Irawan
3 months ago
in Kolom
0
Santri Gontor Kampus 2 Terpapar Covid-19 Pulih dengan Cepat. Apa Faktornya?

Pengurus Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) Gontor mengenakan masker untuk mencegah Covid-19.

Meski puncak acara reuni 100 tahun Gontor masih akan digelar lebih dari satu bulan lagi, perbincangan tentang keriuhan reuni di berbagai forum sudah ramai sekali. Ada saja topik yang diperbincangkan oleh sesama alumni Gontor, baik saat pertemuan tatap muka maupun di grup WhatsApp.

Menjelang hari H, pesan persahabatan di antara kawan-kawan yang muncul nyaris sama: “Jaga kesehatan ya supaya kita bisa ikut reuni nanti.”

Oh iya, saya ingin terlebih dahulu memberi pengakuan tentang ikatan saya dengan Gontor. Saya menjadi santri Gontor antara tahun 1981–1987. Enam tahun saya menikmati “kawah candradimuka” Gontor.





Saat duduk di kelas 5 dan 6 KMI, saya didaulat menjadi bagian Kesenian dalam struktur OPPM (Organisasi Pelajar Pondok Modern).

BACA JUGA

Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

Al-Qur’an Menyeru Keseimbangan Hidup

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Malaikat Pencatat Amal sebagai Sumber Nilai Kejujuran dan Tanggung Jawab dalam Pembelajaran Akidah Akhlak

Oleh sebab itu, saya sedikit paham tentang perilaku para pengurus OPPM. Hal itu akan terkait dengan cerita tentang “perilaku” pengurus lain seperti Qismul Amn yang akan saya tuliskan di bawah ini.

Latar belakang ini perlu disampaikan agar cerita yang saya tulis bisa dibaca sesuai dengan konteks zamannya. Bisa jadi, cerita itu sudah tidak sepenuhnya relevan dengan kondisi Gontor saat ini.



Jadi, cerita ini sekadar catatan memori seorang santri Gontor pada zamannya, bukan gambaran tentang Qismul Amn dalam kaitanya dengan kehidupan para santri Gontor sekarang.

Cerita tentang Qismul Amn

Memperbincangkan kenangan tentang “perilaku” Qismul Amn seolah menjadi bahan cerita yang tidak ada habis-habisnya.

Dalam struktur negara, mereka bisa diibaratkan seperti polisi yang bertugas menegakkan aturan. Keberadaan mereka sangat penting karena langsung bersentuhan dengan kehidupan para santri yang tinggal di asrama.

Para santri yang terpilih menjadi bagian dari Qismul Amn biasanya harus memenuhi beberapa prasyarat tidak tertulis, tetapi hampir pasti berlaku. Secara fisik, mereka biasanya harus berbadan besar, kekar, berwibawa, terkesan angker, dan berwajah sangar.

Santri berbadan kecil dan berwajah cengengesan seperti saya tentu tidak mungkin terpilih masuk dalam bagian itu.

Saya ingat betul cerita tentang seorang kakak kelas yang ditunjuk menjadi aparat keamanan, meskipun wajahnya biasa saja, alias tidak terlalu menyeramkan. Badannya pun cukup pendek, meskipun kekar.

Penunjukan itu sebenarnya cukup mengagetkan banyak orang. Apa yang terjadi setelah ia resmi menyandang peran sebagai aparat keamanan pondok alias Qismul Amn? Ia berubah total.

Setiap hari ia berusaha keras mengubah penampilannya dengan banyak makan dan rajin sekali berolahraga. Ia sekuat tenaga membesarkan badannya agar terlihat lebih kekar dan berwibawa sebagai bagian keamanan.

Tidak cukup sampai di situ. Ia juga berusaha mengubah penampilan wajahnya menjadi lebih seram dan sangar. Nyaris tidak pernah lagi tersenyum kepada siapa saja. Hal itu sengaja ia lakukan untuk menjaga kewibawaannya sebagai aparat keamanan pondok yang harus disegani dan ditakuti.

Selain mengubah penampilan fisik, ia juga berperilaku sangat keras kepada para santri yang melanggar aturan pondok. Tindakan kerasnya bahkan jauh melebihi perilaku aparat keamanan lainnya. Jika harus menghukum, hukuman yang diberikan terkadang lebih berat daripada hukuman yang diberikan oleh petugas keamanan lain.

Lagi-lagi, semua upaya keras itu ia lakukan karena ingin menunjukkan kewibawaan dan tidak ingin diremehkan. Ia tentu tidak ingin menjadi bahan ejekan dengan ucapan, “Bagian keamanan kok pendek?”

Saat itu, saya duduk di kelas 4 dan dia duduk di kelas 5. Bagi kami, para santri yang duduk di kelas 4 ke bawah, perilaku oknum bagian keamanan yang keras itu mudah diketahui oleh semua orang. Namanya sangat dikenal karena ia sering menjadi bahan ejekan sekaligus menjadi “public enemy” di pondok, terutama dalam perbincangan di forum-forum kecil.

Tidak ada pesta yang tidak berakhir. Setahun kemudian, ketika ia sudah duduk di kelas 6 dan menjelang kelulusan, ia tentu tidak lagi menjabat sebagai aparat keamanan. Untuk itu, ia harus kembali berbaur dengan santri lain dan menempati kamar biasa. Tanpa ia sadari, bahwa para “korban” kekerasannya dulu ternyata masih menyimpan rasa dendam dan berada di dalam satu kamar dengannya.

Suatu ketika, saat si oknum mantan aparat keamanan ini mengikuti acara “rihlah iqtishadiyah”, alias studi banding di luar pondok, ada beberapa santri yang berani membuka lemari pakaiannya. Mereka lalu mengeluarkan sebagian baju dan celananya untuk digunting menjadi potongan-potongan kain hingga nyaris tidak bisa digunakan kembali.

Melihat pakaian di lemarinya sudah hancur, ia sangat kaget dan marah. Namun, semua orang tahu bahwa meskipun dulu ia sangat sangar dan keras, sekarang ia bukan lagi siapa-siapa lagi. Para santri adik-adik kelasnya hanya tersenyum sambil mengabaikan kemarahannya.

Semua paham bahwa jabatannya sebagai “aparat keamanan” sudah hilang. Ia tidak lagi memiliki “tongkat komando”, seperti yang biasa terjadi dalam dunia kepolisian atau militer. Para santri hanya tersenyum mencibir. Dalam hati mereka berkata, “Sukurin!!!”

Hikmah yang Terpetik

Sekian puluh tahun kemudian, saya masih mengingat peristiwa itu dengan jelas. Saya pun kini berani menuliskannya kembali. Bagi saya, selalu ada hikmah yang bisa dipetik dari setiap peristiwa yang terjadi.

Saya berdoa, semoga saya tidak bersikap jumawa ketika mendapatkan sedikit anugerah kekuasaan dalam genggaman. Kekuasaan itu pasti berbatas dan jauh dari keabadian. Dalam hitungan bulan, atau paling lama beberapa tahun, kekuasaan akan berakhir dan berpindah kepada orang lain.

Para pejabat negara yang saat ini sedang memegang kekuasaan pun akan menghadapi hukum alam yang sama. Kekuasaan ada batasnya. Jabatan ada akhirnya. Pada waktunya, para pemilik kuasa akan kembali menjadi warga negara biasa.

Karena itu, jangan sampai kekuasaan yang hanya sementara membuat seseorang merasa menjadi penguasa selamanya. Sebab, yang akan dikenang orang lain bukanlah jabatan atau kekuasaannya, melainkan jejak perilaku seseorang ketika berkuasa. []

Tags: 100 Tahun GontorBagian KeamananPondok Modern Darussalam GontorQismul AmnReuni Akbar Gontor
Share279Tweet175Send
Previous Post

Sujud Syukur dan Laporan Pertanggungjawaban Menutup Rangkaian Ujian Tulis Al-Imtinan Putri

Next Post

IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

Mohamad Deny Irawan

Mohamad Deny Irawan

Reporter Media Online Gontornews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

2 November 2026
Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

30 October 2026
IAEI Turkiye Sukses Gelar Forum Ekonomi Islam Dunia 2026

IAEI Turkiye Sukses Gelar Forum Ekonomi Islam Dunia 2026

1 November 2026
Ketika Nasihat Tak Lagi Menyentuh Hati

Ketika Nasihat Tak Lagi Menyentuh Hati

30 October 2026
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

0
Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

0
masjid asmaul husna

Masjid 99 Kubah, Keindahan Arsitektur dengan Filosofi Asmaul Husna

0
roni punk

Roni Bodax: Anak Jalanan yang Menemukan Jalan Hijrah

0
Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

0
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

6 November 2026
Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

5 November 2026
Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

5 November 2026
roni punk

Roni Bodax: Anak Jalanan yang Menemukan Jalan Hijrah

5 November 2026
masjid asmaul husna

Masjid 99 Kubah, Keindahan Arsitektur dengan Filosofi Asmaul Husna

5 November 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result