pesanan-majalah-edisi-khusus
30 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 29 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Oleh Ahmad Najib, Alumni Gontor 1984

Mohamad Deny Irawan by Mohamad Deny Irawan
29 August 2026
in Kolom
0
Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Saat Raja Dangdut Rhoma Irama berkunjung ke Pondok Modern Darussalam Gontor.

Rhoma Irama pernah berkunjung ke Gontor saat saya sudah tidak lagi menjadi santri di sana. Tepatnya di tahun 1987. Sementara saya menyelesaikan masa mondok saya di tahun 1984. Jadi, saya kurang tahu seluk-beluk dan liku kehadiran beliau. Menurut beberapa informasi, Rhoma disambut antusias oleh segenap jajaran pesantren, mulai dari kiai hingga para santri. Wajar, sebab secara spiritual, β€˜Bang Haji’ ini sesungguhnya sudah lama β€œhadir” di Gontor.

Secara resmi, saya menjadi santri Gontor pada tahun 1978 hingga 1984. Pada masa itu, Rhoma Irama dan grupnya, Soneta, sedang bertransformasi dengan berbagai eksperimen yang mengaduk dangdut dengan elemen musik lain seperti rock, aliran musik yang sebenarnya sangat melekat dalam jiwa Bang Hajii. Secara spesifik Bang Haji banyak dipengaruhi grup musik cadas Led Zeppelin dan Deep Purple.

Tak sekadar transformasi musikal, pada saat itu Bang Haji juga mendeklarasikan Soneta sebagai β€œVoice of Moslem”, yang ingin menjadikan musiknya sebagai ajang dakwah.

Pilihan itu sempat menuai kontroversi lantaran memasukkan ayat suci dan kalimat tauhid dalam nyanyian dangdut. Bagi Bang Haji, ini merupakan perjuangan tersendiri. Bukan semata persoalan dakwahnya, tetapi juga bagaimana meyakinkan bahwa musik dangdut layak dijadikan media dakwah.

BACA JUGA

Qismul Amn dan Pembicaraan yang Tiada Henti

Mengubah Hafalan Menjadi Pembelajaran Bermakna

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

Lima Agenda Konkret Bogor Kota Pelajar 2034

Saat itu, musik dangdut identik dengan hal-hal yang miring dan negatif. Di tengah citra seperti itu, Rhoma Irama bersama Soneta justru mampu membangun warna baru dan bertahan berkarya hingga 20 tahun. Sebuah rentang waktu yang menembus batas psikologis untuk disebut legenda, yang umumnya hanya bertahan di kisaran 10 tahun.

Jika mampu melewati 15 tahun saja sudah bisa disebut legendaris, maka 20 tahun merupakan capaian luar biasa. Bahkan, bisa disebut sebagai superlegenda yang hingga kini belum terpecahkan rekornya.

Awal 1978 menjadi titik penting dalam masa transformasi Soneta, setelah album β€œBegadang 2” dinyatakan sebagai album terakhir Soneta versi lama. Transisi dangdut menjadi β€œsuara muslim” ini ditandai dengan penggantian gitar Sang Raja, dari Fender Stratocaster ke gitar buntung (headless) warna hitam merek Steinberger.

Perubahan ini cukup mengubah visual dan penampilan, baik Bang Haji maupun Soneta secara keseluruhan, di atas panggung maupun pada sampul album.

Selain itu, Soneta menambahkan brass section atau kumpulan musik tiup yang terdiri dari saksofon, trombon, dan terompet untuk melengkapi seruling sebagai alat musik tiup yang lazim dalam musik dangdut.

Tak kalah penting perubahan di sektor perkusi, dengan penambahan remo pada kendang untuk membuat musik lebih dinamis, dengan fill-in yang lebih variatif. Kelak, remo ini juga menjadi standar bagi grup dangdut lainnya. Bahkan, Soneta juga menambahkan cymbal dan timpani pada lagu-lagu tertentu.

Soneta sudah bukan orkes Melayu biasa lagi. Ia menjelma menjadi orkes simfoni bergenre dangdut.

Di masa inilah kemudian lahir lagu-lagu legendaris dengan aransemen musik yang terasa megah dan mewah, menyuarakan ajakan pada kebaikan sekaligus kritik sosial yang tajam.

Tak pelak, di halaman rayon-rayon Pondok Gontor mengalun lagu-lagu Rhoma yang ditransmisikan lewat amplifier milik bagian penerangan OPPM.

Salah satunya yaitu β€œModern”. Yang paling fenomenal tentu β€œQuran dan Koran”, yang sarat kritik terhadap fenomena umat Islam saat itu yang seolah lebih mementingkan bahasa Inggris daripada bahasa Arab.

Masih banyak lagu lainnya, termasuk β€œAl-Ikhlas” yang sempat menuai kontroversi karena didangdutkan. Terlepas dari itu semua, begitu fenomenalnya Rhoma hingga banyak orang menirukan gaya maupun suaranya.

Ada Asep Irama dan Marakarma. Jika Asep Irama tampil solo, Marakarma tampil lengkap dengan grupnya, bak Soneta. Dalam dunia musik, peniru seperti ini disebut impersonator. Biasanya, grup atau artis besar memang menjadi sasaran para impersonator.

Fenomena β€˜Peniru’ Rhoma Irama di Gontor

Tak hanya dalam acara formal di panggung dengan menghadirkan orkes lengkap, acara semiformal seperti tasliyah muhadlarah pun menjadi ajang para impersonator. Di sinilah Rhoma hadir. Di setiap marhalah selalu ada Rhomanya. Di antara teman satu marhalah saya, ada beberapa yang menjadi impersonate Rhoma. Salah satunya almarhum Syakroni Zaini.

Suaranya cukup berat dengan vibrasi yang bagus, tetapi sayangnya power-nya kurang terasa. Karena itu, dia paling cocok menyanyikan lagu-lagu Rhoma di era sebelum transformasi, seperti β€œMalam Terakhir” dan lain-lain.

Jika harus memakai suara keras dan menghentak seperti dalam lagu β€œJudi”, rasanya kurang pas. Kritik terberat saya soal power ini, yang umumnya kurang menjadi perhatian para penyanyi di Gontor.

Selain Syakroni, yang ikut menjadi legenda β€˜Rhoma van Gontor’, ada juga nama-nama yang cukup populer di panggung tasliyah muhadlarah, seperti Halimi dari Indramayu. Ia bahkan sempat dijuluki Halimi Irama. Ada juga Abduh dari Lampung yang membuat banyak mulahid tercengang.

Masih di marhalah saya, ada almarhum Zarkoni, konsul Pekalongan. Dia bukan penyanyi, tetapi gitaris yang menggawangi orkes dangdut marhalah.

Meski tidak mampu mengejar sound gitar Rhoma, permainannya boleh diacungi jempol. Maklum dengan gitar listrik buatan Solo. Meski sebenarnya sound gitar Rhoma itu tidak terlalu rumit. Konon hanya menggunakan efek treble booster dari Electro Harmonic. Selebihnya banyak mengulik efek dari amplifier.

Ada konsul saya (Bojonegoro) yang bukan penyanyi dan bukan musisi, tetapi menjadi rujukan Zarkoni soal β€œper-Sonetaan” ini. Namanya Mahzun. Dulu dia wakil ketua konsul, tetapi sayangnya kemudian aladawam (pulang selamanya dari Gontor) lalu meninggal.

Keistimewaan Mahzun yaitu dia hafal semua lagu Rhoma dan Sonetanya, dari album pertama hingga album terakhir saat itu.

Bukan cuma hafal lirik, ia juga hafal seluruh musiknya, dari intro, pre-chorus, interlude, bridge, dan coda, hingga beat kendang dan bass line-nya secara detail. Bisa dibilang, dia merupakan Ensiklopedia Soneta.

Tiap sesi latihan, ia selalu hadir dan memberi arahan. Namun, perannya jarang terlihat, bahkan jarang yang tahu. Setiap marhalah punya Rhoma. Termasuk konsul saya juga. Syaik Abdillah yang menjadi kebanggaan marhalah 83.

β€œSiapa lagi β€˜Rhoma’ di marhalah antum semua? Ada yang bisa bercerita?” Begitulah kenangan tentang Rhoma dan Soneta di Gontor. Ia hadir dalam karya yang dijiwai oleh banyak santri Gontor.

Kini, puluhan tahun telah berlalu. Banyak nama mungkin sudah terlupakan, suara-suara itu tak lagi terdengar di halaman rayon, dan para pelakunya telah menjalani hidup masing-masing. Tetapi, setiap kali lagu Rhoma terdengar, kenangan tentang masa-masa itu seolah kembali hadir membawa kami pulang sejenak ke Gontor, ke masa ketika hidup terasa sederhana dan bahagia. Masa ketika sebuah gitar bolong, kotak di kamar serta piring seng mampu menghadirkan keceriaan ala Soneta. []

Tags: 100 Tahun GontorAhmad NajibPeringatan 100 Tahun GontorPondok Modern Darussalam Gontorrhoma irama
Share1Tweet1Send
Previous Post

Torehkan Prestasi, Pesantren Madinatul Qur’an Depok Sukses Cetak 121 Hafizh Qur’an

Next Post

IKPM Gontor Sumatera Utara Gelar Pelepasan Bendera 100 Tahun Gontor di Danau Toba

Mohamad Deny Irawan

Mohamad Deny Irawan

Reporter Media Online Gontornews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Santri Gontor Kampus 2 Terpapar Covid-19 Pulih dengan Cepat. Apa Faktornya?

Qismul Amn dan Pembicaraan yang Tiada Henti

24 August 2026
Al Mujtama Al Islami 4 Cianjur Laksanakan Apel Tahunan Khutbatul Arsy

Al Mujtama Al Islami 4 Cianjur Laksanakan Apel Tahunan Khutbatul Arsy

23 August 2026
Sujud Syukur dan Laporan Pertanggungjawaban Menutup Rangkaian Ujian Tulis Al-Imtinan Putri

Sujud Syukur dan Laporan Pertanggungjawaban Menutup Rangkaian Ujian Tulis Al-Imtinan Putri

23 August 2026
Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

24 August 2026
Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

22 August 2026
Torehkan Prestasi, Pesantren Madinatul Qur’an Depok Sukses Cetak 121 Hafizh Qur’an

Torehkan Prestasi, Pesantren Madinatul Qur’an Depok Sukses Cetak 121 Hafizh Qur’an

0
Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

0
IKPM Gontor Sumatera Utara Gelar Pelepasan Bendera 100 Tahun Gontor di Danau Toba

IKPM Gontor Sumatera Utara Gelar Pelepasan Bendera 100 Tahun Gontor di Danau Toba

0
Human Initiative Gerak Cepat Bantu Korban Gempa Bumi di NTT

Human Initiative Gerak Cepat Bantu Korban Gempa Bumi di NTT

0
Pondok Modern Al-Imtinan Putri Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Perpulangan Santriwati

Pondok Modern Al-Imtinan Putri Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Perpulangan Santriwati

0
IKPM Gontor Sumatera Utara Gelar Pelepasan Bendera 100 Tahun Gontor di Danau Toba

IKPM Gontor Sumatera Utara Gelar Pelepasan Bendera 100 Tahun Gontor di Danau Toba

29 August 2026
Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

29 August 2026
Torehkan Prestasi, Pesantren Madinatul Qur’an Depok Sukses Cetak 121 Hafizh Qur’an

Torehkan Prestasi, Pesantren Madinatul Qur’an Depok Sukses Cetak 121 Hafizh Qur’an

29 August 2026
Human Initiative Gerak Cepat Bantu Korban Gempa Bumi di NTT

Human Initiative Gerak Cepat Bantu Korban Gempa Bumi di NTT

29 August 2026
Pondok Modern Al-Imtinan Putri Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Perpulangan Santriwati

Pondok Modern Al-Imtinan Putri Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Perpulangan Santriwati

29 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo
  • Yang di Wakafkan Pondok Ini Bukan Harta Bendanya Saja, Bukan Gedungnya Saja, Bukan Tanahnya Saja, Tetapi Nilai-Nilai Yang Ada di Pondok Ini, Ide Yang Ada di Pondok Ini, Sistem Yang Ada di Pondok Ini Adalah Wakaf Bagi Kita Semua.KH Hasan Abdullah Sahal Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.#gontornews #majalahgontor #gontor #pondokmoderngontor #gontorponorogo
  • Repost from @hilabiyus Keluarga Besar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, mengucapkan:Selamat dan Sukses atas Peringatan Satu Abad (100 Tahun) Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026).Apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi tanpa henti Gontor dalam mencetak generasi emas Islam yang berakhlak mulia, berwawasan global, dan bergerak sebagai perekat umat. Semoga momentum satu abad ini semakin mengokohkan peran Gontor dalam syiar pendidikan Islam yang moderat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional, termasuk melahirkan alumni-alumni unggul yang berkiprah di wilayah Arab Saudi dan Timur Tengah."Gontor Membawa Nilai Islam, Menginspirasi Dunia."#gontor #gontor.putra #majalahgontor #gontornews
  • Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu, karena menuntut ilmu agama dari pada kamu nanti "yen wes tuwo nangis karena anak-anak mu lalai urusan akhirat.. kakean mikir ndunyo, rebutan bondo, pamer rupo..lali surgo."Kiai Hasan Abdullah Sahal
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
πŸ“– Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
πŸ“– Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
πŸ“– September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan AndaπŸ›’ Segera pesan sebelum kehabisan!
πŸ”— https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews

Β© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
β–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result