pesanan-baju-kaos
30 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 14 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Oleh Ahmad Najib, Alumni Gontor 1984

Mohamad Deny Irawan by Mohamad Deny Irawan
29 August 2026
in Kolom
0
Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Saat Raja Dangdut Rhoma Irama berkunjung ke Pondok Modern Darussalam Gontor.

Rhoma Irama pernah berkunjung ke Gontor saat saya sudah tidak lagi menjadi santri di sana. Tepatnya di tahun 1987. Sementara saya menyelesaikan masa mondok saya di tahun 1984. Jadi, saya kurang tahu seluk-beluk dan liku kehadiran beliau. Menurut beberapa informasi, Rhoma disambut antusias oleh segenap jajaran pesantren, mulai dari kiai hingga para santri. Wajar, sebab secara spiritual, ‘Bang Haji’ ini sesungguhnya sudah lama “hadir” di Gontor.

Secara resmi, saya menjadi santri Gontor pada tahun 1978 hingga 1984. Pada masa itu, Rhoma Irama dan grupnya, Soneta, sedang bertransformasi dengan berbagai eksperimen yang mengaduk dangdut dengan elemen musik lain seperti rock, aliran musik yang sebenarnya sangat melekat dalam jiwa Bang Hajii. Secara spesifik Bang Haji banyak dipengaruhi grup musik cadas Led Zeppelin dan Deep Purple.

Tak sekadar transformasi musikal, pada saat itu Bang Haji juga mendeklarasikan Soneta sebagai “Voice of Moslem”, yang ingin menjadikan musiknya sebagai ajang dakwah.

Pilihan itu sempat menuai kontroversi lantaran memasukkan ayat suci dan kalimat tauhid dalam nyanyian dangdut. Bagi Bang Haji, ini merupakan perjuangan tersendiri. Bukan semata persoalan dakwahnya, tetapi juga bagaimana meyakinkan bahwa musik dangdut layak dijadikan media dakwah.

BACA JUGA

Pondok Harus Berdiri Atas Dasar Keterpanggilan Hati

Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

Tangis Haru di Puncak Peringatan 100 Tahun Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

Saat itu, musik dangdut identik dengan hal-hal yang miring dan negatif. Di tengah citra seperti itu, Rhoma Irama bersama Soneta justru mampu membangun warna baru dan bertahan berkarya hingga 20 tahun. Sebuah rentang waktu yang menembus batas psikologis untuk disebut legenda, yang umumnya hanya bertahan di kisaran 10 tahun.

Jika mampu melewati 15 tahun saja sudah bisa disebut legendaris, maka 20 tahun merupakan capaian luar biasa. Bahkan, bisa disebut sebagai superlegenda yang hingga kini belum terpecahkan rekornya.

Awal 1978 menjadi titik penting dalam masa transformasi Soneta, setelah album “Begadang 2” dinyatakan sebagai album terakhir Soneta versi lama. Transisi dangdut menjadi “suara muslim” ini ditandai dengan penggantian gitar Sang Raja, dari Fender Stratocaster ke gitar buntung (headless) warna hitam merek Steinberger.

Perubahan ini cukup mengubah visual dan penampilan, baik Bang Haji maupun Soneta secara keseluruhan, di atas panggung maupun pada sampul album.

Selain itu, Soneta menambahkan brass section atau kumpulan musik tiup yang terdiri dari saksofon, trombon, dan terompet untuk melengkapi seruling sebagai alat musik tiup yang lazim dalam musik dangdut.

Tak kalah penting perubahan di sektor perkusi, dengan penambahan remo pada kendang untuk membuat musik lebih dinamis, dengan fill-in yang lebih variatif. Kelak, remo ini juga menjadi standar bagi grup dangdut lainnya. Bahkan, Soneta juga menambahkan cymbal dan timpani pada lagu-lagu tertentu.

Soneta sudah bukan orkes Melayu biasa lagi. Ia menjelma menjadi orkes simfoni bergenre dangdut.

Di masa inilah kemudian lahir lagu-lagu legendaris dengan aransemen musik yang terasa megah dan mewah, menyuarakan ajakan pada kebaikan sekaligus kritik sosial yang tajam.

Tak pelak, di halaman rayon-rayon Pondok Gontor mengalun lagu-lagu Rhoma yang ditransmisikan lewat amplifier milik bagian penerangan OPPM.

Salah satunya yaitu “Modern”. Yang paling fenomenal tentu “Quran dan Koran”, yang sarat kritik terhadap fenomena umat Islam saat itu yang seolah lebih mementingkan bahasa Inggris daripada bahasa Arab.

Masih banyak lagu lainnya, termasuk “Al-Ikhlas” yang sempat menuai kontroversi karena didangdutkan. Terlepas dari itu semua, begitu fenomenalnya Rhoma hingga banyak orang menirukan gaya maupun suaranya.

Ada Asep Irama dan Marakarma. Jika Asep Irama tampil solo, Marakarma tampil lengkap dengan grupnya, bak Soneta. Dalam dunia musik, peniru seperti ini disebut impersonator. Biasanya, grup atau artis besar memang menjadi sasaran para impersonator.

Fenomena ‘Peniru’ Rhoma Irama di Gontor

Tak hanya dalam acara formal di panggung dengan menghadirkan orkes lengkap, acara semiformal seperti tasliyah muhadlarah pun menjadi ajang para impersonator. Di sinilah Rhoma hadir. Di setiap marhalah selalu ada Rhomanya. Di antara teman satu marhalah saya, ada beberapa yang menjadi impersonate Rhoma. Salah satunya almarhum Syakroni Zaini.

Suaranya cukup berat dengan vibrasi yang bagus, tetapi sayangnya power-nya kurang terasa. Karena itu, dia paling cocok menyanyikan lagu-lagu Rhoma di era sebelum transformasi, seperti “Malam Terakhir” dan lain-lain.

Jika harus memakai suara keras dan menghentak seperti dalam lagu “Judi”, rasanya kurang pas. Kritik terberat saya soal power ini, yang umumnya kurang menjadi perhatian para penyanyi di Gontor.

Selain Syakroni, yang ikut menjadi legenda ‘Rhoma van Gontor’, ada juga nama-nama yang cukup populer di panggung tasliyah muhadlarah, seperti Halimi dari Indramayu. Ia bahkan sempat dijuluki Halimi Irama. Ada juga Abduh dari Lampung yang membuat banyak mulahid tercengang.

Masih di marhalah saya, ada almarhum Zarkoni, konsul Pekalongan. Dia bukan penyanyi, tetapi gitaris yang menggawangi orkes dangdut marhalah.

Meski tidak mampu mengejar sound gitar Rhoma, permainannya boleh diacungi jempol. Maklum dengan gitar listrik buatan Solo. Meski sebenarnya sound gitar Rhoma itu tidak terlalu rumit. Konon hanya menggunakan efek treble booster dari Electro Harmonic. Selebihnya banyak mengulik efek dari amplifier.

Ada konsul saya (Bojonegoro) yang bukan penyanyi dan bukan musisi, tetapi menjadi rujukan Zarkoni soal “per-Sonetaan” ini. Namanya Mahzun. Dulu dia wakil ketua konsul, tetapi sayangnya kemudian aladawam (pulang selamanya dari Gontor) lalu meninggal.

Keistimewaan Mahzun yaitu dia hafal semua lagu Rhoma dan Sonetanya, dari album pertama hingga album terakhir saat itu.

Bukan cuma hafal lirik, ia juga hafal seluruh musiknya, dari intro, pre-chorus, interlude, bridge, dan coda, hingga beat kendang dan bass line-nya secara detail. Bisa dibilang, dia merupakan Ensiklopedia Soneta.

Tiap sesi latihan, ia selalu hadir dan memberi arahan. Namun, perannya jarang terlihat, bahkan jarang yang tahu. Setiap marhalah punya Rhoma. Termasuk konsul saya juga. Syaik Abdillah yang menjadi kebanggaan marhalah 83.

“Siapa lagi ‘Rhoma’ di marhalah antum semua? Ada yang bisa bercerita?” Begitulah kenangan tentang Rhoma dan Soneta di Gontor. Ia hadir dalam karya yang dijiwai oleh banyak santri Gontor.

Kini, puluhan tahun telah berlalu. Banyak nama mungkin sudah terlupakan, suara-suara itu tak lagi terdengar di halaman rayon, dan para pelakunya telah menjalani hidup masing-masing. Tetapi, setiap kali lagu Rhoma terdengar, kenangan tentang masa-masa itu seolah kembali hadir membawa kami pulang sejenak ke Gontor, ke masa ketika hidup terasa sederhana dan bahagia. Masa ketika sebuah gitar bolong, kotak di kamar serta piring seng mampu menghadirkan keceriaan ala Soneta. []

Tags: 100 Tahun GontorAhmad NajibPeringatan 100 Tahun GontorPondok Modern Darussalam Gontorrhoma irama
Share36Tweet23Send
Previous Post

Torehkan Prestasi, Pesantren Madinatul Qur’an Depok Sukses Cetak 121 Hafizh Qur’an

Next Post

IKPM Gontor Sumatera Utara Gelar Pelepasan Bendera 100 Tahun Gontor di Danau Toba

Mohamad Deny Irawan

Mohamad Deny Irawan

Reporter Media Online Gontornews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

8 October 2026
Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

6 October 2026
Pondok Pesantren Syafa’atul Qur’an Jember Dorong Pemanfaatan Media Sosial

Pondok Pesantren Syafa’atul Qur’an Jember Dorong Pemanfaatan Media Sosial

12 October 2026
Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

8 October 2026
Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Gelar Pelatihan Bahasa ‘Lingo Zone’

Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Gelar Pelatihan Bahasa ‘Lingo Zone’

13 October 2026
Feri Amsari Hadiri Bedah Buku ‘Politik Kaum Tertindas’

Feri Amsari Hadiri Bedah Buku ‘Politik Kaum Tertindas’

0
IQT UNIDA Gontor Dalami Epistemologi Al-Qur’an di Universitas PTIQ Jakarta

IQT UNIDA Gontor Dalami Epistemologi Al-Qur’an di Universitas PTIQ Jakarta

0
ILKOM UNIDA Gontor Undang Praktisi Pemasaran Bahas AI Visibility

ILKOM UNIDA Gontor Undang Praktisi Pemasaran Bahas AI Visibility

0
IQT UNIDA Gontor Pelajari Tafsir Kontemporer di Pusat Studi Al-Qur’an

IQT UNIDA Gontor Pelajari Tafsir Kontemporer di Pusat Studi Al-Qur’an

0
AFI UNIDA Gontor Perdalam Tasawuf di Raudlatul Muhibbin Surakarta

AFI UNIDA Gontor Perdalam Tasawuf di Raudlatul Muhibbin Surakarta

0
IQT UNIDA Gontor Pelajari Tafsir Kontemporer di Pusat Studi Al-Qur’an

IQT UNIDA Gontor Pelajari Tafsir Kontemporer di Pusat Studi Al-Qur’an

13 October 2026
IQT UNIDA Gontor Dalami Epistemologi Al-Qur’an di Universitas PTIQ Jakarta

IQT UNIDA Gontor Dalami Epistemologi Al-Qur’an di Universitas PTIQ Jakarta

13 October 2026
AFI UNIDA Gontor Perdalam Tasawuf di Raudlatul Muhibbin Surakarta

AFI UNIDA Gontor Perdalam Tasawuf di Raudlatul Muhibbin Surakarta

13 October 2026
Kuatkan Jejaring Akademik Tingkat Internasional, UNIDA Gontor Terima Kunjungan Universitas Malaya

Kuatkan Jejaring Akademik Tingkat Internasional, UNIDA Gontor Terima Kunjungan Universitas Malaya

13 October 2026
Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Gelar Pelatihan Bahasa ‘Lingo Zone’

Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Gelar Pelatihan Bahasa ‘Lingo Zone’

13 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result