Jakarta, Gontornews — Sebanyak 19 mahasiswi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) UNIDA Gontor mengunjungi kantor Majalah Gontor, Selasa (13/10/2026). Dalam kunjungannya kali ini, para peserta mendapatkan pengalaman tentang peran media massa dalam mentransformasi, mengemas dan menyebarluaskan hasil riset kajian Al-Qur’an kepada masyarakat luas.
Dosen Pembimbing IQT UNIDA Gontor, Dr Elit Ave Hidayatullah MUs, menyampaikan bahwa kemampuan literasi media sangat penting sebagai bagian dari ikhtiar perguruan tinggi dalam menyebarluaskan hasil riset keagamaan.
“Pemahaman Al-Qur’an yang mendalam perlu diimbangi dengan kemampuan komunikasi publik yang baik agar pesan-pesan Al-Qur’an dapat membumi dan berdampak nyata,” kata Dr Elit Ave Hidayatullah saat memberikan sambutan pembuka di Ruang Rapat Majalah Gontor.
Selain Dr Elit Ave Hidayatullah, juga hadir Ustadzah Rezki Kaulan Maisurah MPdI dan Ustadzah Dzatu Aliviatin Nuha MAg sebagai dosen pembimbing SPL IQT UNIDA Gontor.
Dalam sesi diskusi interaktif bersama tim redaksi Majalah Gontor, para peserta mempelajari jurnalistik Islam, etika penulisan hingga literasi media. Tidak hanya itu, kegiatan ini membuka ruang pemahaman bahwa seorang akademisi Al-Qur’an juga perlu memiliki keahlian dalam menyampaikan gagasannya di media baik cetak maupun elektronik.
Dalam perspektif tafsir sosial dan sains, kunjungan ini mendorong mahasiswi untuk menelaah bagaimana perkembangan teknologi media dan komunikasi dapat dimanfaatkan sebagai sarana dakwah yang inklusif.
Pemanfaatan platform digital dan media cetak menjadi jembatan penting untuk menyambungkan kajian keilmuan perguruan tinggi dengan kebutuhan informasi keagamaan masyarakat.
Salah seorang peserta SPL IQT UNIDA Gontor, Akhtar Razana, menyampaikan bahwa kunjungan ke Majalah Gontor memberikan wawasan yang sangat melengkapi pengalaman riset mereka sebelumnya.
“Melalui kunjungan ini, kami menyadari bahwa media memiliki peran yang sangat vital dalam menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an secara lebih luas dan inklusif,” ungkap mahasiswi IQT UNIDA Gontor semester 6 itu.
“Jika di lembaga riset kami belajar merancang penelitian secara metodologis, dari Majalah Gontor kami memahami bagaimana gagasan dan hasil kajian tersebut dikemas secara komunikatif,” sambungnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswi IQT UNIDA Gontor diharapkan terdorong untuk aktif melahirkan karya-karya jurnalistik dan tulisan populer yang kontekstual, kritis, serta berorientasi pada kemaslahatan umat dan bangsa. [Mohamad Deny Irawan]























