Yogyakarta, Gontornews — Kegiatan edukatif Benchmarking Pengelolaan Dana Abadi (Endowment Fund) ke Universitas Gadjah Mada (UGM) oleh Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) telah digelar pada Kamis (8/10/2026). Rombongan UNIDA Gontor dipimpin oleh Wakil Rektor II, Ustadz Assoc Prof Dr Setiawan bin Lahuri MA dan Wakil Rektor III, Ustadz Assoc Prof Dr Khoirul Umam MEc, bersama delapan dosen yang tergabung dalam Tim Endowment Fund UNIDA Gontor.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang SPMRU Lantai 3, Sayap Selatan, Kantor Pusat UGM ini bertujuan untuk memperluas wawasan mengenai strategi penghimpunan, investasi, dan tata kelola dana abadi yang profesional serta berkelanjutan dalam mendukung pengembangan perguruan tinggi. Kedatangan rombongan pun disambut oleh Prof Dr Supriyadi MSc (Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Keuangan UGM), Prof Syaiful Ali MIS PhD Ak CACPA(Aust), (Direktur Keuangan), Hesti Arumawati SE MM (Sekretaris Direktorat Keuangan), dan lainnya.
Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai pengalaman UGM dalam mengembangkan sistem pengelolaan dana abadi. Dilansir unida.gontor.ac.id, Direktur Keuangan UGM, Prof Syaiful Ali menjelaskan bahwa keberhasilan pengelolaan dana abadi memerlukan perencanaan investasi jangka panjang yang terarah. Dana yang dihimpun tidak hanya dipertahankan keberadaannya, tetapi juga dikelola melalui strategi investasi yang tepat agar dapat berkembang secara bertahap dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi institusi.

UGM mengembangkan berbagai skema penghimpunan dana berbasis filantropi, meliputi dana abadi, donasi umum, dan filantropi syariah. Pelaksanaannya didukung oleh sejumlah program, seperti penggalangan dana dari donatur, program orang tua asuh, serta pengelolaan investasi melalui kerja sama dengan lembaga perbankan. Berbagai pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sumber pendanaan sekaligus mendukung keberlangsungan program pendidikan tinggi.
Selain aspek penghimpunan dan investasi, Prof Syaiful Ali menekankan pentingnya penerapan tata kelola yang baik (good governance). Transparansi pengelolaan, akuntabilitas, pelaporan secara berkala, serta pemeliharaan hubungan dengan donatur merupakan unsur penting dalam membangun kepercayaan publik. Pengelolaan dana abadi juga perlu memastikan bahwa pemanfaatannya sejalan dengan visi institusi dan tujuan para donatur.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Keuangan UGM, Prof Supriyadi menyampaikan bahwa pelaporan pengelolaan dana abadi dilaksanakan secara berkala setiap enam bulan. Pemanfaatan dana tersebut terutama diarahkan untuk mendukung program beasiswa. UGM juga terus menjajaki peluang penghimpunan dana dari luar negeri dan melakukan pembenahan tata kelola unit usaha sebagai bagian dari penguatan sumber pendapatan institusi.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi antara kedua perguruan tinggi. Wakil Rektor II UNIDA Gontor, Assoc Prof Dr Setiawan bin Lahuri turut menyampaikan pandangan mengenai peluang pengembangan dana abadi di lingkungan UNIDA Gontor. Berbagai pengalaman dan praktik pengelolaan yang disampaikan pihak UGM menjadi bahan pembelajaran dalam merumuskan strategi yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik institusi.
Sebagai Universitas Islam Terbaik yang berkomitmen terhadap pengembangan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam, UNIDA Gontor terus berupaya memperkuat tata kelola kelembagaan, termasuk dalam aspek pendanaan. Melalui kegiatan benchmarking ini, UNIDA Gontor memperoleh referensi untuk mengidentifikasi potensi penghimpunan dana, menyusun mekanisme pengelolaan yang transparan, serta merancang strategi investasi yang terukur dan berorientasi jangka panjang.
Kegiatan benchmarking ke UGM menjadi langkah penting bagi UNIDA Gontor untuk mempelajari praktik baik pengelolaan dana abadi sekaligus memperluas perspektif dalam membangun sistem pendanaan yang mandiri, akuntabel, dan berkelanjutan. Hasil pembelajaran tersebut diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan endowment fund yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi universitas, mahasiswa, dan masyarakat. []























