Bogor, Gontornews — Kontingen Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) berhasil meraih prestasi membanggakan dalam ajang tingkat nasional, MILBoS Youth Festival (Myfest). Kompetisi yang digelar Yayasan Maghfiroh International Leadership Boarding School ini melibatkan sedikitnya 500 peserta dari jenjang pendidikan SMP, SMA hingga pondok pesantren di Indonesia.
Sebagai informasi, PMDG mengirimkan 10 santri dan 4 guru pendamping untuk mengikuti dua cabang olah pikir: Debat Bahasa Arab dan Pidato Tiga Bahasa (Arab, Inggris dan Indonesia). Untuk kategori tersebut, kontingen PMDG berhasil menyabet gelar Juara 1 dan 2 untuk Debat Bahasa Arab, Juara 1 Pidato Bahasa Arab dan Juara 2 Pidato Bahasa Indonesia.
Pada cabang Debat Bahasa Arab, PMDG mengirim enam santrinya yaitu Zeeren Busyr (kelas 4-C), Pramudya Djenar (4-C), Radit Syah Putra (5-D), Muhammad Fathir (6-B), Anggoro Budi Nurcahyo (6-I) dan Azzel Maulana Daviero (6-E).
Sedangkan untuk cabang Pidato Tiga Bahasa, PMDG mengirim Azka Aufar Azhar (4-B) yang meraih gelar Juara 1 Pidato Bahasa Arab dan Wijdan Alkahfi (4-B) yang meraih juara 2 Pidato Bahasa Arab. “Pada pidato Bahasa Inggris, kontingen belum berhasil meraih juara,” ungkap keterangan Humas Pondok Modern Darussalam Gontor dalam laman resminya.
Untuk teknis penyelenggaraan Myfest 2026, para peserta mengikuti babak penyisihan secara daring. Saat memasuki babak Perempat Final hingga Final, para peserta mengikuti lomba secara offline atau hadir di lokasi. Adapun lomba debat diselenggarakan pada Senin-Selasa, 20-21 Oktober 2026. Sementara lomba Pidato Tiga Bahasa diselenggarakan pada Selasa, 21 Oktober 2026.
“Sebelum berangkat, para peserta menjalani latihan khusus selama dua pekan dengan materi mosi yang telah diajarkan sebelumnya. Selain berlatih, mereka juga memperbanyak amalan sunnah di luar ibadah wajib,” tutur Humas Gontor.
Para pendamping kontingen Gontor menjelaskan bahwa keikutsertaan pada kompetisi nasional ini bertujuan untuk mengukur kemampuan santri sekaligus sarana pembelajaran. “Para pembimbing berharap prestasi ini tidak berhenti pada satu ajang dan santri terus meningkatkan kualitas serta kemampuan berbahasa,” tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]
























