Yogyakarta, Gontornews — KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) Jawa Tengah (Jateng) meminta sutradara film, Anto Galon, minta maaf kepada umat Islam. Pasalnya film pendek bertajuk “Kau Adalah Aku yang Lain” yang dirilis di akun media sosial Divisi Humas Polri mengandung stigmatisasi terhadap Islam dan kaum Muslimin.
“Kami KOKAM meng-ultimatum Anto Galon segera minta maaf kepada umat Islam”, tegas Ismail, selaku Komandan KOKAM Jateng, sebagaimana dilansir Sang Pencerah, Rabu (28/6).
Selain itu, ultimatum terhadap Anto bukan hanya karena terlibat dalam pembuatan film pendek yang menyudutkan umat Islam, tapi juga karena twitnya yang menyuruh orang shalat adalah orang yang paling berdosa pada tanggal 9 Oktokber 2012 pukul 11.55 WIB.
Sebelumnya beredar film berdurasi 7 menit 41 detik yang menampilkan adegan di mana sebuah kelompok Muslim sedang menggelar pengajian. Kemudian ada ambulans yang sedang membawa orang sakit ingin melintasi jalan yang tengah digunakan kelompok Muslim yang sedang pengajian ini.
Melihat ambulans akan melewati jalanan itu, seorang kakek anggota pengajian tak mengizinkan ambulans itu melintas. Kakek itu bersikeras bahwa pengajian tak bisa diganggu.
Polisi yang berupaya menengahi peristiwa tersebut meminta agar ambulans itu diperbolehkan lewat karena alasan kemanusiaan.
Si kakek bersikeras menolak dan mengatakan, “kemanusiaan itu, kalau keyakinan kita sama, ya dipertimbangkan. Lah dia, beda,” kata kakek dalam film itu, menyinggung keyakinan pasien yang ada di dalam ambulans.
Film pendek tersebut sontak menuai protes karena dinilai tendensius dan tidak menggambarkan sikap mayoritas Muslim di Indonesia. [Fathurroji]




















