Doha, Gontornews — Amerika Serikat mencabut larangan membawa laptop bagi penumpang Qatar Airways tujuan Amerika Serikat.
Sebagaimana dikutip Aljazeera, maskapai penerbangan pada hari Kamis (6/7) mengatakan, semua perangkat elektronik pribadi dapat dibawa dari Bandara Internasional Hamad ke semua destinasi atau tujuan di Amerika Serikat.
Seperti diketahui, Bandara Internasional Hamad di Doha merupakan pusat Qatar Airways.
Maskapai penerbangan nasional Qatar mengatakan telah memenuhi semua persyaratan keamanan yang ditetapkan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.
Namun maskapai ini tidak membahas secara spesifik tentang apa yang dilakukannya sehingga AS mencabut larangan laptop untuk penerbangan Qatar Airways.
Pada bulan Maret, Amerika Serikat memberlakukan larangan penerbangan yang berasal dari 10 bandara di delapan negara – Mesir, Maroko, Yordania, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, Qatar dan Turki – untuk mengatasi kekhawatiran bahwa bom dapat disembunyikan di perangkat elektronik yang dibawa di kabin pesawat.
Dengan dicabutnya Qatar Airways dari daftar larangan laptop, maka maskapai ini mengikuti jejak Etihad yang berbasis di Abu Dhabi, Emirates yang berbasis di Dubai, dan Turkish Airlines yang berbasis di Istanbul.
Larangan laptop masih berlaku untuk penerbangan dari enam bandara di Amman, Kuwait City, Kairo, Jeddah, Riyadh, dan Casablanca.
Saudi Arabian Airlines mengatakan, pihaknya berharap bisa keluar dari daftar larangan “pada atau sebelum 19 Juli”.
Royal Air Maroc juga memperkirakan larangan tersebut akan dicabut pada 19 Juli, kata seorang pejabat senior dari perusahaan milik negara tersebut pada hari Kamis (6/7).
“Negosiasi dengan pihak berwenang AS sedang berlangsung dan kami memperkirakan larangan tersebut akan berakhir paling lambat tanggal 19 Juli,” kata pejabat tersebut. [Rusdiono Mukri]





















