10
Tonton Selengkapnya
28 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Thursday, 18 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Cahaya

Hari Akhwat Berduka Nasional, Bukti Rohis Anak Manis

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
9 July 2017
in Cahaya
0

Oleh Ummu Yazid SPi MSi

([email protected]) 

Hari Akhwat Berduka Nasional, didaulatkan pada tanggal 7 Juli 2017 lalu. Pasalnya, seorang qari muda yang juga imam Masjid al-Lathif Bandung dan Masjid Salman ITB, Muzammil Hasballah, melangsungkan pernikahan pada hari tersebut. Tak ayal, berita pernikahannya pun viral.

Muzammil, adalah alumni jurusan Teknik Arsitektur ITB angkatan 2011. Ia lulus pada 2015. Selama menempuh pendidikan di ITB, Muzammil juga tetap mempelajari al-Qur’an dan dekat dengan masjid. Tak heran, jika dirinya kemudian mendapat kepercayaan sebagai imam shalat. Bahkan, dirinya pernah mendapatkan pujian dari Imam Masjidil Haram, berkat suara emasnya kala melantunkan ayat-ayat al-Qur’an.

BACA JUGA

Taujih Tarhib Ramadhan

Pondasi Kemenangan

ADAB

Karakter Munafik, Waspadalah!

Metro TV, Mau Ke Mana?

Berkaca dari sosok Muzammil, mengingatkan kita pada salah satu sabda Rasulullah SAW. Dari Abû Hurairah RA ia berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu Pemimpin yang adil; Pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah semasa hidupnya; Orang yang hatinya senantiasa terpaut dengan masjid; Dua orang yang saling mencintai kerena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah kerena Allah; Seorang lelaki yang diajak seorang perempuan cantik dan berkedudukan untuk berzina tetapi dia berkata, “Aku takut kepada Allah!”; Orang yang memberi sedekah tetapi dia merahasiakannya seolah-olah tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya; dan Seorang yang mengingat Allah di waktu sunyi sehingga bercucuran air matanya.” (Mutafaq ‘alaih).

Di tengah derasnya sekularisasi dan liberalisasi, profil Muzammil mungkin tergolong langka. Karena, generasi kekinian nyatanya banyak yang menjadi korban modernisasi. Di satu sisi, mereka ada yang sibuk menjadi generasi alay. Ada juga yang apatis-apolitis, hingga skeptis dan pragmatis menghadapi tantangan zaman.

Namun yang juga jadi ironi, giliran ada dari mereka yang rajin ke masjid, rajin shalat dan shaum sunnah, Qiyamulail, tilawah al-Qur’an, berjenggot dan bercelana cingkrang, lantang meneriakkan takbir, atau menenteng panji Rasulullah SAW ke sana ke mari; segera saja mereka ini mendapat gelar radikal. Dan kalau sedang marak momen bom-pengeboman, makin lengkap saja labelnya; yaitu disebut teroris.

Bahkan Ketua PBNU, KH Said Aqil Siradj, sebelum meralat dan meminta maaf, beberapa waktu lalu pernah menyatakan bahwa Masjid Salman ITB adalah masjid radikal. Ini sungguh pernyataan tanpa dasar. Akibatnya fatal. Pemuda Muslim bagai makan buah simalakama. Serba repot. Jadi begal, geng motor, atau anak alay dianggap sampah masyarakat. Rajin belajar Islam dianggap radikal. Jadi anggota Rohis (kerohanian Islam) dianggap bibit teroris.

Tapi kalau sampai ada fenomena Hari Akhwat Berduka Nasional, apakah masih berani mengatakan bahwa yang belajar Islam seperti Muzammil ini radikal? Beranikah mengatakan Muzammil yang aktivis masjid ini teroris? Coba kita pikirkan, masa iya para akhwat mengidolakan seorang ikhwan radikal? Atau, masa iya para akhwat bercita-cita punya suami radikal atau teroris?

Justru yang ada, diakui atau tidak, nyatanya kaum hawa mengagumi ikhwan-ikhwan rohis. Mengapa? Karena anak rohis itu pasti belajar Islam. Anak rohis yang sudah belajar Islam, pasti paham dengan keterikatan terhadap aturan Allah SWT. Dan kalau seorang Muslim itu sudah terikat dengan aturan Allah SWT, maka perilakunya akan terjaga dari kemaksiatan, in shaa Allah.

Perilaku yang menjaga diri dari kemaksiatan inilah yang oleh kalangan penganut ide sekular-liberal, kemudian disebut radikal. Karena konsep “perilaku terjaga” ini memang tidak mengompromikan antara yang haq dan yang batil. Belum percaya? Buktikan saja.

Anak rohis yang paham Islam, pasti tidak mau jalan atau foto bersama teman perempuan. Anak rohis betulan, pasti tidak mau pacaran. Anak rohis yang takut kepada Allah SWT, pasti tidak mau contekan saat ujian. Anak rohis yang cinta kepada Rasulullah SAW, pasti percaya diri meneladani dakwah beliau. Apa yang seperti ini yang kemudian disebut radikal? Yang parahnya, kemudian disesatkan dengan istilah “teroris”. Sungguh, logika yang terlalu naif untuk memberi citra buruk pada pengemban dakwah dan aktivis Islam.

Jadi mulai sekarang, mungkin setelah mencari referensi tentang sosok viral Muzammil, kita tak perlu alergi dengan anak rohis. Karena sesungguhnya anggota rohis itu anak-anak manis. Radikal atau teroris itu label negatif. Mau percaya label dan konten? Konten bisa dibuktikan sendiri dengan mengenal para anggota rohis yang bersangkutan. Buktikan langsung, para pembelajar dan pengemban ide Islam itu orang-orang istimewa atau jumawa? Mereka rendah hati atau tinggi hati? Yang pasti, kalau anak rohis bukan anak manis, tidak mungkin para akhwat sampai berduka secara nasional, bukan?

Terakhir kepada para akhwat, meski dalam Islam dibolehkan seorang Muslim beristri hingga empat, namun jangan kemudian pernikahan Muzammil membuat patah hati yang mengglobal. Ingatlah, bahwa tidak selayaknya ada yang namanya ikhwan idola. Tidak layak pula ada yang namanya akhwat idola. Karena di antara ikhwan dan akhwat itu, semua perilakunya terjaga, termasuk pandangannya. Bagi mereka, yang ada hanyalah jodoh terbaik, yang semua itu akan indah pada waktunya. Firman Allah SWT: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (TQS al-Baqarah [2]: 216). Wallaahu a’lam bish shawab. []

Tags: Hafidz Qur'anMuzammil HasballahRohis anak manis
Share19Tweet12Send
Previous Post

GNPF MUI Minta Pembacokan Hermansyah Diusut Tuntas

Next Post

Pasukan Irak Bebaskan Kota Mosul

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang Hadirkan Trainer Nasional 

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang Hadirkan Trainer Nasional 

13 June 2026
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

15 June 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

14 June 2026
Pandemi Covid-19 Sebabkan Defisit Masa Belajar Siswa

Berani untuk Bebas

11 June 2026
Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

0
Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

0
Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

0
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

0
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

0
Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

17 June 2026
Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

17 June 2026
Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

17 June 2026
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

16 June 2026
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

16 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result