pesanan-majalah-edisi-khusus
29 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 11 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Cahaya

Memaknai Emansipasi

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
6 August 2017
in Cahaya
0

Oleh KH Syamsul Hadi Abdan SAg, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor

Diskursus emansipasi wanita telah lama menjadi perbincangan. Bahkan, perdebatan di kalangan umat Islam selama berabad-abad. Pertanyaannya, apakah emansipasi telah dipahami benar oleh umat Islam?

Pasalnya, seringkali orang berbicara tentang sesuatu yang tidak ia pahami secara komprehensif sehingga terkadang terjebak dalam “an–naasu a’daa–u maa jahiluu”.

Emansipasi berasal dari kata emancipation artinya pembebasan dari tangan kekuasaan. Konon di zaman Romawi dahulu membebaskan seorang anak yang belum dewasa dari kekuasaan orangtua sama halnya dengan mengangkat hak derajatnya.

BACA JUGA

Taujih Tarhib Ramadhan

Pondasi Kemenangan

ADAB

Karakter Munafik, Waspadalah!

Metro TV, Mau Ke Mana?

Sejarah kemunculannya dimulai semenjak abad ke-14 M. Di mana tujuan gerakan ini adalah diperolehnya persamaan hak dan kebebasan seperti kaum laki-laki. Kesejajaran meliputi segala aspek kehidupan baik dalam bidang pendidikan, pekerjaan, perekonomian maupun pemerintahan, bahkan akhir-kahir ini merambah bidang peribadatan. Sehingga muncul tokoh kontroversial di Amerika bernama Aminah Wadud yang menjadi imam dalam sebuah shalat Jumat dengan makmum mayoritas laki-laki.

Dewasa ini kata emansipasi tidak lagi akrab di telinga kita karena ada pergeseran istilah menjadi kesetaraan gender.

Usaha untuk menyosialisasikan biasanya disebut pengarusutamaan gender (gender mainstreaming). Sebenarnya kedua istilah ini relatif sama, hanya bungkusnya saja yang berbeda.

Bahkan lebih dari itu, di kalangan penggiat gender, istilah wanita sendiri berusaha mereka hindari. Pasalnya, kata wanita berasal dari wani ditata (berani, bisa ditata -Bahasa Jawa-), yang konotasinya peran wanita sebagai pendamping suami yang taat dan pengabdi serta menjadi ratu di rumah tangganya. Jelas hal ini sangat bertentangan dengan misi yang

mereka usung, karena istilah tersebut mengandung unsur domestifikasi dan sub-ordinasi terhadap wanita.

Mereka lebih cenderung menggunakan istilah perempuan dibanding wanita, hal ini karena ia berasal dari pengggalan ”per-empuan”, yang konotasinya lebih bermakna orang yang mempunyai karakter yang mandiri.

Sebenarnya al-Qur’an telah berbicara tentang kesetaraan empat belas abad lalu. Sebagaimana firman Allah dalam surat al-Nahl ayat 97: ”Barangsiapa yang melakukan amal kebajikan baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka Kami akan karuniakan kepadanya kehidupan yang baik”.

Di ayat yang lain Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku tidak menyia–nyiakan amal orangorang yang beramal di antara kamu, baik laki–laki maupun perempuan “ (Ali Imran: 195).  Artinya bahwa Islam tidak melarang semangat kesetaraan senyampang sejalan dengan spirit yang diusung oleh Allah dan Rasul-Nya. Bukan kesetaraan yang membabi-buta, kesetaraan yang bersifat subyektif otoritatif yaitu kesetaraan yang dibangun di atas fondasi penafsiran terhadap teks-teks suci secara membabi-buta sesuai dengan hawa nafsunya sendiri.

Bahkan yang sangat disayangkan penafsiran yang digunakan berdasar metode yang diadopsi mentah-mentah dari Barat (Hermeunetika).

Realitas problematika kehidupan yang semakin kompleks memang merupakan sesuatu yang tidak bisa dipungkiri, artinya permasalahan yang dihadapi masyarakat di zaman Rasulullah SAW dahulu dengan sekarang relatif berbeda. Sehingga hal ini memicu perbedaan memahami teks al-Qur’an maupun Hadis terutama yang bersinggungan dengan kesetaraan gender, yang kemudian memunculkan diskursus tekstual dan kontekstual, namun sekali lagi ketika yang menjadi sandaran adalah hawa nafsu maka jauh-jauh Allah telah mengingatkan orang yang mengikuti hawa nafsunya di berbagai firman-Nya.

Seharusnya kita tidak boleh menutup mata terhadap realitas yang terjadi di tengah masyarakat sebagai harga mahal yang harus ditebus di saat terlalu longgarnya pranata kesetaraan ketika ia diterapkan. Suatu contoh, ketika wanita banyak yang menjadi TKW, ternyata memicu berbagai ekses negatif yang tidak sedikit, antara lain tingginya angka perceraian, perselingkuhan, anak-anak yang telantar, konflik keluarga, angka kekerasan terhadap PRT dan sebagainya.

Sementara di sisi lain, data yang dilansir tahun 1995 menyatakan, dibanding pria, wanita lebih banyak mengalami masalah kesehatan jiwa, antara lain karena wanita lebih cepat bereaksi terhadap kondisi yang dapat menimbulkan stres daripada pria. Hal ini bukan berarti dalam Islam wanita sama sekali tidak boleh bekerja, ada kelonggaran-kelonggaran tertentu yang diberikan syara’ kepada wanita untuk bekerja, namun sekali lagi porsi dan proporsi tetap menjadi acuan utama.

Islam menghendaki pola interaksi antara laki-laki dan perempuan tetap pada koridor dan batasan yang telah ditetapkan oleh syara’, sehingga tidak terjadi “ketidak-adilan” di antara mereka. Maksudnya adalah seluruh tindakan, perbuatan, sikap, perilaku didasarkan atas kodrat dan ketentuannya masing-masing. Suatu contoh, banyak kita jumpai hadis-hadis yang menekankan agar seorang istri menaati suaminya secara totalitas, namun di sisi lain al-Qur’an juga menyuruh dan memerintahkan agar suami berlaku adil dan berbuat baik kepada wanita.

Demikian kiranya bahwa segala sesuatu jika berlebihan maka pasti ada pihak yang dirugikan. Demikian halnya, jika suatu hak bila tidak terpenuhi, maka akan terjadi sebuah ketimpangan.

Sebuah kata-kata bijak berikut ini mudah-mudahan bisa memberi inspirasi kepada kita bahwa kesetaraan ataupun emansipasi bisa dibangun di atas azas-azas proporsionalitas, “Wanita tidak diciptakan dari tulang kepala laki–laki sehingga menindas lelaki, ia juga tidak diciptakan dari tulang kaki laki–laki sehingga ia diinjak–injak lelaki, namun ia diciptakan dari tulang rusuk lelaki sehingga ia menjadi pendamping bagi lelaki”.

Tags: Emansipasi wanitaKH Syamsul Hadi Abdan
Share18Tweet11Send
Previous Post

Bambu Runcing, Senjata Umat Islam Melawan Penjajah

Next Post

Siswa Aliyah Technonatura Menang Kontes Robot di AS

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

6 September 2026
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

0
Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

0
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

0
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

0
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

11 September 2026
Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

11 September 2026
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

9 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

9 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result