15
Tonton Selengkapnya
33 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 4 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Cahaya

Memaknai Emansipasi

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
6 August 2017
in Cahaya
0

Oleh KH Syamsul Hadi Abdan SAg, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor

Diskursus emansipasi wanita telah lama menjadi perbincangan. Bahkan, perdebatan di kalangan umat Islam selama berabad-abad. Pertanyaannya, apakah emansipasi telah dipahami benar oleh umat Islam?

Pasalnya, seringkali orang berbicara tentang sesuatu yang tidak ia pahami secara komprehensif sehingga terkadang terjebak dalam “an–naasu a’daa–u maa jahiluu”.

Emansipasi berasal dari kata emancipation artinya pembebasan dari tangan kekuasaan. Konon di zaman Romawi dahulu membebaskan seorang anak yang belum dewasa dari kekuasaan orangtua sama halnya dengan mengangkat hak derajatnya.

BACA JUGA

Taujih Tarhib Ramadhan

Pondasi Kemenangan

ADAB

Karakter Munafik, Waspadalah!

Metro TV, Mau Ke Mana?

Sejarah kemunculannya dimulai semenjak abad ke-14 M. Di mana tujuan gerakan ini adalah diperolehnya persamaan hak dan kebebasan seperti kaum laki-laki. Kesejajaran meliputi segala aspek kehidupan baik dalam bidang pendidikan, pekerjaan, perekonomian maupun pemerintahan, bahkan akhir-kahir ini merambah bidang peribadatan. Sehingga muncul tokoh kontroversial di Amerika bernama Aminah Wadud yang menjadi imam dalam sebuah shalat Jumat dengan makmum mayoritas laki-laki.

Dewasa ini kata emansipasi tidak lagi akrab di telinga kita karena ada pergeseran istilah menjadi kesetaraan gender.

Usaha untuk menyosialisasikan biasanya disebut pengarusutamaan gender (gender mainstreaming). Sebenarnya kedua istilah ini relatif sama, hanya bungkusnya saja yang berbeda.

Bahkan lebih dari itu, di kalangan penggiat gender, istilah wanita sendiri berusaha mereka hindari. Pasalnya, kata wanita berasal dari wani ditata (berani, bisa ditata -Bahasa Jawa-), yang konotasinya peran wanita sebagai pendamping suami yang taat dan pengabdi serta menjadi ratu di rumah tangganya. Jelas hal ini sangat bertentangan dengan misi yang

mereka usung, karena istilah tersebut mengandung unsur domestifikasi dan sub-ordinasi terhadap wanita.

Mereka lebih cenderung menggunakan istilah perempuan dibanding wanita, hal ini karena ia berasal dari pengggalan ”per-empuan”, yang konotasinya lebih bermakna orang yang mempunyai karakter yang mandiri.

Sebenarnya al-Qur’an telah berbicara tentang kesetaraan empat belas abad lalu. Sebagaimana firman Allah dalam surat al-Nahl ayat 97: ”Barangsiapa yang melakukan amal kebajikan baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka Kami akan karuniakan kepadanya kehidupan yang baik”.

Di ayat yang lain Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku tidak menyia–nyiakan amal orangorang yang beramal di antara kamu, baik laki–laki maupun perempuan “ (Ali Imran: 195).  Artinya bahwa Islam tidak melarang semangat kesetaraan senyampang sejalan dengan spirit yang diusung oleh Allah dan Rasul-Nya. Bukan kesetaraan yang membabi-buta, kesetaraan yang bersifat subyektif otoritatif yaitu kesetaraan yang dibangun di atas fondasi penafsiran terhadap teks-teks suci secara membabi-buta sesuai dengan hawa nafsunya sendiri.

Bahkan yang sangat disayangkan penafsiran yang digunakan berdasar metode yang diadopsi mentah-mentah dari Barat (Hermeunetika).

Realitas problematika kehidupan yang semakin kompleks memang merupakan sesuatu yang tidak bisa dipungkiri, artinya permasalahan yang dihadapi masyarakat di zaman Rasulullah SAW dahulu dengan sekarang relatif berbeda. Sehingga hal ini memicu perbedaan memahami teks al-Qur’an maupun Hadis terutama yang bersinggungan dengan kesetaraan gender, yang kemudian memunculkan diskursus tekstual dan kontekstual, namun sekali lagi ketika yang menjadi sandaran adalah hawa nafsu maka jauh-jauh Allah telah mengingatkan orang yang mengikuti hawa nafsunya di berbagai firman-Nya.

Seharusnya kita tidak boleh menutup mata terhadap realitas yang terjadi di tengah masyarakat sebagai harga mahal yang harus ditebus di saat terlalu longgarnya pranata kesetaraan ketika ia diterapkan. Suatu contoh, ketika wanita banyak yang menjadi TKW, ternyata memicu berbagai ekses negatif yang tidak sedikit, antara lain tingginya angka perceraian, perselingkuhan, anak-anak yang telantar, konflik keluarga, angka kekerasan terhadap PRT dan sebagainya.

Sementara di sisi lain, data yang dilansir tahun 1995 menyatakan, dibanding pria, wanita lebih banyak mengalami masalah kesehatan jiwa, antara lain karena wanita lebih cepat bereaksi terhadap kondisi yang dapat menimbulkan stres daripada pria. Hal ini bukan berarti dalam Islam wanita sama sekali tidak boleh bekerja, ada kelonggaran-kelonggaran tertentu yang diberikan syara’ kepada wanita untuk bekerja, namun sekali lagi porsi dan proporsi tetap menjadi acuan utama.

Islam menghendaki pola interaksi antara laki-laki dan perempuan tetap pada koridor dan batasan yang telah ditetapkan oleh syara’, sehingga tidak terjadi “ketidak-adilan” di antara mereka. Maksudnya adalah seluruh tindakan, perbuatan, sikap, perilaku didasarkan atas kodrat dan ketentuannya masing-masing. Suatu contoh, banyak kita jumpai hadis-hadis yang menekankan agar seorang istri menaati suaminya secara totalitas, namun di sisi lain al-Qur’an juga menyuruh dan memerintahkan agar suami berlaku adil dan berbuat baik kepada wanita.

Demikian kiranya bahwa segala sesuatu jika berlebihan maka pasti ada pihak yang dirugikan. Demikian halnya, jika suatu hak bila tidak terpenuhi, maka akan terjadi sebuah ketimpangan.

Sebuah kata-kata bijak berikut ini mudah-mudahan bisa memberi inspirasi kepada kita bahwa kesetaraan ataupun emansipasi bisa dibangun di atas azas-azas proporsionalitas, “Wanita tidak diciptakan dari tulang kepala laki–laki sehingga menindas lelaki, ia juga tidak diciptakan dari tulang kaki laki–laki sehingga ia diinjak–injak lelaki, namun ia diciptakan dari tulang rusuk lelaki sehingga ia menjadi pendamping bagi lelaki”.

Tags: Emansipasi wanitaKH Syamsul Hadi Abdan
Share16Tweet10Send
Previous Post

Bambu Runcing, Senjata Umat Islam Melawan Penjajah

Next Post

Siswa Aliyah Technonatura Menang Kontes Robot di AS

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

29 May 2026
Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

29 May 2026
Mendidik Manusia, Bukan Mesin

Mendidik Manusia, Bukan Mesin

28 May 2026
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

29 May 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

0
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

0
Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

0
Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

0
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

0
Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

1 June 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

1 June 2026
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

1 June 2026
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

31 May 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result