Berlin, Gontornews — Seorang profesor di Universitas Würzburg, Jerman, secara terbuka akhirnya meminta maaf kepada mahasiswi Muslim atas perilaku diskriminatifnya setelah ia menuntut Muslimah melepaskan jilbabnya saat kelas perkuliahan.
Pada 25 Oktober, profesor Hubungan Internasional Gisela Müller-Brandeck-Bocquet meminta seorang mahasiswi Muslim untuk melepaskan jilbabnya, dan menyebutnya sebagai “gangguan”.
Seperti dilansir Daily Sabah meskipun terdapat penentangan dari beberapa mahasiswa lainnya, Profesor Müller-Brandeck-Bocquet bersikeras bahwa bahkan jilbab yang dikenakan karena alasan agama tidaklah sopan.
Namun para mahasiswa mengatakan bahwa yang diterapkan profesor Bocquet tidak dapat dilanjutkan di dunia modern, terutama di aula perkuliahan sekuler di mana agama tidak tergolong hal penting.
“Green Youth Würzburg” melaporkan bahwa sejumlah mahasiswa berjalan keluar dalam aksi demonstrasi dan solidaritas terhadap mahasiswi Muslim tersebut.
Namun, 2 pekan setelah kejadian yang diliput oleh media Jerman, Müller-Brandeck-Bocquet mengirimkan sebuah surat permintaan maaf kepada mahasiswi Muslim asal Turki berusia 19 tahun itu, dan memintanya untuk memaafkan sikap salahnya.
“Ketika saya meminta Anda untuk melepaskan jilbab Anda di aula kuliah, saya menargetkan Anda secara pribadi, dan Anda merasa didiskriminasi dan tertekan. Saya mohon maaf atas hal itu dan akan senang jika Anda menerima [permintaan maaf saya],” tulis Müller-Brandeck-Bocquet dalam surat yang ia bacakan. [Fathurroji]




















