Yerusalem, Gontornews — Sedikitnya dua warga Palestina tewas dan ratusan lainnya terluka saat demonstrasi “Hari Kemarahan” (Day of Rage) berlanjut di Tepi Barat yang diduduki, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza atas keputusan AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.
Seorang pria Palestina berusia 30 tahun tewas akibat tembakan Israel saat melakukan demonstrasi di Gaza pada hari Jumat. Demikian tulis kantor berita Palestina WAFA mengutip Kementerian Kesehatan Palestina.
Selain itu, seorang pria berusia 54 tahun di Gaza juga meninggal karena luka-lukanya, kata WAFA.
Bulan Sabit Merah juga mengatakan pada hari Jumat, sejauh ini mereka telah menemukan setidaknya 767 korban luka di Tepi Barat yang diduduki, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza.
Demonstrasi di Kota Tua Yerusalem dimulai usai shalat Jumat. Aljazeera menulis, aksi unjukrasa di depan Gerbang Damaskus di Yerusalem Timur yang diduduki, berlangsung damai.
Namun, sasukan Israel menembakkan gas air mata dan peluru karet pada demonstran di kota-kota Hebron dan Bethlehem di Tepi Barat yang diduduki.
Hari Jumat menandai hari ketiga demonstrasi di wilayah pendudukan.
Universitas, sekolah, dan institusi pendidikan Palestina juga telah mengumumkan pemogokan setelah ada instruksi dari Kementerian Pendidikan Palestina. [Rusdiono Mukri]




















