Kairo, Gontornews — Pemimpin Gereja Koptik Mesir telah membatalkan rencana pertemuannya dengan Wakil Presiden AS Mike Pence sebagai bentuk ketidaksetujuannya atas kebijakan AS mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.
Langkah yang diambil oleh Paus Tawadros II pada hari Sabtu (9/12) itu, hanya sehari setelah para pemimpin Palestina juga mengatakan bahwa Pence, yang dijadwalkan untuk mengunjungi Yerusalem akhir bulan ini, tidak diterima di wilayah-wilayah Palestina yang diduduki Israel.
Pada hari Rabu, Presiden AS Donald Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan mengatakan bahwa dia akan memulai proses perpindahan kedutaannya dari Tel Aviv.
Keputusan kontroversial tersebut memicu kemarahan dan protes di wilayah-wilayah Palestina yang diduduki dan sejumlah negara Muslim. Ini juga menimbulkan kecaman luas dari para pemimpin dunia.
Dalam sebuah pernyataan, Gereja Orthodok Koptik Mesir mengatakan bahwa paus tidak akan bertemu dengan Pence saat dia mengunjungi ibukota Mesir, Kairo, pada tanggal 20 Desember mendatang.
βKeputusan Trump tidak memperhitungkan perasaan jutaan orang Arab,” demikian bunyi pernyataan itu sebagaimana dikutip Aljazeera. [Rusdiono Mukri]




















