Tel Aviv, Gontornews — Wakil Menteri Luar Negeri Israel, Tzipi Hotovely, mengatakan, setidaknya 10 negara telah menghubungi pemerintahannya mengenai rencana relokasi kedutaan mereka ke Yerusalem.
Komentar Tzipi Hotovely pada hari Senin datang sehari setelah Guatemala mengumumkan rencana memindahkan kedutaannya ke Yerusalem, menyusul keputusan serupa oleh AS awal bulan ini yang memicu kecaman internasional yang meluas dan demonstrasi massal di seluruh dunia Muslim.
Berbicara kepada stasiun radio milik pemerintah, Hotovely tidak menyebutkan negara-negara yang bersangkutan, namun mengatakan beberapa di antaranya  negara-negara di Eropa.
“Sejauh ini kita baru melihat awal,” katanya, seraya menambahkan bahwa keputusan Presiden AS Donald Trump akan memicu negara lain untuk mengikuti langkahnya.
Status Yerusalem merupakan  salah satu poin utama dalam upaya menyelesaikan konflik Israel-Palestina.
Para pemimpin Palestina ingin menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibukota negara masa depan, sementara Israel mengatakan bahwa kota tersebut tidak dapat dibagi. [Rusdiono Mukri]




















