Khartoum, Gontornews — Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengatakan, Senin (25/12), Sudan telah sepakat untuk menyerahkan Pulau Suakin ke Turki untuk pembangunan kembali.
Suakin, salah satu pelabuhan tertua di Afrika, digunakan oleh Muslim Afrika yang berangkat berziarah ke kota suci Mekkah di Arab Saudi.
Ottoman menggunakan kota pelabuhan tersebut untuk mengamankan Provinsi Hejaz – sekarang barat Arab Saudi – dari penyerang yang menggunakan front Laut Merah.
Erdogan mengatakan bahwa Turki telah menginvestasikan sekitar US$ 650 juta di Sudan, termasuk investasi langsung senilai US$ 300 juta.
“Investasi langsung dari Turki ke Sudan harus meningkat menjadi lebih dari US$ 1 miliar dalam jangka pendek,” tambahnya.
“Volume perdagangan sekitar US$ 500 juta [pada 2016] antara kedua negara tidak cukup. Di tahun-tahun mendatang, itu akan menjadi US$ 1 miliar, tapi kami menargetkan US$ 10 miliar.”
Erdogan mengatakan, negaranya menyadari potensi ekonomi Afrika dan Sudan, dan mendorong pengusaha Turki untuk berinvestasi di negara tersebut.
Dia juga meminta investor Turki menghadiri forum tersebut untuk meningkatkan investasinya di Sudan.
“Ada seorang presiden [Omar al-Bashir] dan orang-orang yang dengan tulus mengundang Anda dan membuka jalan untuk berinvestasi di Sudan,” katanya seperti dikutip hurriyetdailynews.com.
Industri pertahanan akan menjadi salah satu investasi Turki di negara ini, Erdogan menambahkan.
Erdoğan akan meninggalkan Sudan pada awal Desember 26 untuk kunjungan sehari ke Chad dan kemudian akan berangkat ke Tunisia.
Ekspor Turki ke Sudan mencapai US$ 328,5 juta pada periode Januari-Oktober tahun ini sementara impor dari negara tersebut mencapai US$ 78,3 juta.
Erdoğan didampingi oleh delegasi besar termasuk Menteri Luar Negeri Mevlüt Çavuşoğlu, Menteri Pendidikan İmetmet Yılmaz, Menteri Pertanian Ahmet Eşref Fakıbaba, Menteri Energi Berat Albayrak, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Numan Kurtulmuş, Menteri Perhubungan, Maritim, dan Komunikasi Ahmet Arslan, Menteri Ekonomi Nihat Zeybekci, Menteri Pertahanan Nurettin Canikli, Kepala Staf Umum Turki Jenderal Hulusi Akar dan delegasi sekitar 200 pengusaha Turki.
[Rusdiono Mukri]



















