Belajar di Universitas Al-Azhar, Kairo adalah sebuah kesempatan berharga yang telah mengubah kehidupan seorang wanita asal Kediri, Jawa Timur ini. Bagaimana tidak, Bangun, alumnus Gontor Putri tahun 2004, setelah empat tahun kuliah di Al-Azhar, dirinya juga berhasil meraih gelar mumtaz empat kali berturut-turut.
“Pada tahun kelulusan saya, Universitas Al-Azhar memberikan ijazah dengan predikat nilai akhir Mumtaz ma’a martabatissarof atau Summa cum laude, yang berarti dengan kehormatan tertinggi,” jelas Bangun kepada Majalah Gontor. Pada saat itu, sambungnya, belum banyak siswa asing yang dapat meraih prestasi tersebut.
Kesabaran Menuntut Ilmu Berbuah Manis
Singkat cerita, setelah lulus tes masuk ke Universitas Al-Azhar di tahun 2007, dirinya terkendala urusan administrasi dan terpaksa harus menunggu hingga akhir tahun 2007. Alhasil, Bangun pun harus rela tertinggal satu semester masa kuliah dengan teman-temannya.
“Saat itulah, Allah SWT benar-benar menguji keikhlasan dan kesabaran saya,” sahut wanita kelahiran 10 Mei 1985 itu. Bangun pun banyak menghabiskan hari-hari belajar di Masjid Al-Azhar yang berdekatan dengan asramanya.
Selama kuliah di Kairo, Bangun menjadikan kesempatan berharga tersebut murni untuk menuntut ilmu. Ia rajin mengikuti mata kuliah setiap hari. Kegiatan-kegiatan keorganisasian hanya dilakukannya di waktu senggang saja.
“Saya sangat senang mengikuti perkuliahan di Al-Azhar Putri. Saya pun memiliki catatan-catatan perkuliahan yang lengkap,” terang wanita yang kini menjabat sebagai Kepala Sekolah di RA dan SDS Azhari Islamic School, Cilandak.
Buah kesungguh-sungguhan inilah yang kemudian terbayar dengan nilai yang sangat memuaskan di setiap tahun kelulusan. Sehingga ia berhasil mendapatkan nilai Mumtaz selama empat kali berturut-turut di universitas Islam ternama di dunia tersebut. [Edithya Miranti/DJ]

















