Mekkah, Gontornews — Hari kedua di Mekkah, Amirul Hajj langsung melaksanakan tugas dan perannya memberikan tausiyah dan pembinaan manasik kepada jamaah haji Indonesia. Dua naib (wakil) dan enam anggota Amirul Hajj berbagi memberikan bimbingan di sejumlah lokasi.
KH Miftahul Akhyar dan KH Marpuji Ali selaku naib melakukan visitasi di Hotel Nasamat Al Khair di wilayah Mahbas Jin (101). KH Hasanuddin AF, KH Muhammad Siddik, dan Anung Sugihantono di Hotel Durat Al Aseel Modern di Wilayah Mahbas Jin (305), sedangkan KH Ahmad Bagja dan KH Masyhurul Khamis memberikan tausiyah di Hotel Sakab Al Barakah yang berada di wilayah Aziziah (407). Selain jamaah haji, hadir juga dalam setiap pembinaan, tim konsultan bimbingan ibadah haji PPIH Arab Saudi.
Dalam nasihatnya, KH Miftahul Ahyar berpesan tentang hikmah haji. Menurutnya, wukuf bukan sekadar datang, duduk, dan diam di Arafah, tetapi merupakan proses perenungan diri untuk mengetahui hakikat siapa diri kita sesungguhnya. Untuk itu, ketulusan dan keikhlasan dalam melaksanakan ibadah haji menjadi faktor penting. Karenanya, segala bentuk identitas yang menjadi pembeda satu dengan yang lain harus sudah dilepaskan pada saat niat berihram pada miqat.
“Usai haji, harus ada perubahan yang signifikan dari yang kurang baik menjadi lebih baik lagi,” pesannya seperti dilansir kemenag.go.id.
Sementara KH Marpuji Ali, menekankan pentingnya kerjasama antara ketua rombongan dan regu dalam menjalankan prosesi haji. Selain itu, jamaah diminta untuk mematuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah agar pelaksanaan ibadah haji berjalan baik dan lancar.
Menurut Marpuji, ketua rombongan dan ketua regu adalah pemimpin yang mempunyai tugas mulia membantu kesuksesan dalam pelaksanaan ibadah haji. Karena itu, mereka harus amanah dan ikhlas dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin pada kelompok kecil sebelum memimpin masyarakat yang lebih besar.
Sementara itu, Sekretaris Amirul Hajj Mahsusi mengatakan bahwa pelaksanaan visitasi pemantapan bimbingan ibadah adalah bagian dari program dan tugas Amirul Hajj. Tim Amirul Hajj dibagi beberapa kelompok untuk melakukan pemantapan bimbingan ibadah, memberikan motivasi, serta penguatan pemahaman manasik dan persiapan Armina kepada seluruh jamaah.
“Kami berharap dengan visitasi yang dilakukan oleh tim Amirul Hajj yang dalam hal ini adalah para kiai, akan memberikan dampak dan pengaruh yang besar bagi jamaah haji sehingga mereka dapat melaksanakan ibadah dengan baik dan mencapai haji mabrur,” ujarnya. [Fathurroji/Rus]

















