pesanan-baju-kaos
30 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 22 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home News Nasional

Demokrasi Uang?

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
26 February 2018
in Nasional
0
Demokrasi Uang?

http://www.berdikarionline.com

Jakarta, Gontornews — Dalam konteks Indonesia semua gagasan, ide-ide tidak akan mendapatkan penguatan dan bisa dilaksanakan tanpa proses politik. Namun, sayang untuk meraih kekuatan politik, modal yang tidak sedikit menjadi kebutuhan yang tak terbantahkan.

Pemilihan Kepala Daerah Serentak akan digelar pada 27 Juni 2018 mendatang. Secara jumlah, terdapat 17 Propinsi, 39 kota, dan 115 Kabupaten yang akan mengikuti Pilkada serentak nanti. Lebih banyak daripada tahun 2017 lalu yang hanya diikuti 101 Daerah dari 7 Propinsi, 76 Kabupaten, dan 18 kota.

Dalam menghadapi proses demokrasi ini, dimungkinkan akan banyak cara yang dilakukan pihak-pihak yang berkepentingan. Bahkan proses demokrasi yang kita jalani sekarang penyimpangan telah terjadi. Uang menjadi segalanya.

Terkait hal ini Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa biaya politik menjadi sangat mahal saat ini.  “Mau jadi bupati (pakai) uang, DPR uang, gubernur uang,”ungkapnya dalam sambutan di acara Silaturahmi Kiai Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dan Pondok Pesantren di Daarul El-Qolam di Tangerang, Minggu (21/1)

BACA JUGA

Mendiktisaintek Brian: Semoga Gontor Terus Maju Menjaga Nilai-nilai Keislaman

Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

Prabowo Sebut Panca Jiwa Gontor Sejalan dengan Perjuangan Bangsa

Prabowo Gemakan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Gontor

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

Menurut Zulkifli, demokrasi yang terjadi saat ini adalah demokrasi uang. “Semua uang, demokrasinya demokrasi uang. Valuenya karena uang. Nanti setelah jadi, kok rakyat tidak diurusi. Sudah pak, sudah, sudah sembako, sudah gedung, sudah sarung, sekarang ada tanah dikasih bos, ada proyek dikasih, bos tambah jauh,”imbuhnya.

Berkaitan dengan demokrasi uang Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin mengistilahkannya dengan politik transaksional. Namun, politik transaksional ini, kata Din, sejatinya netral. Bisa positif ataupun negatif tergantung transaksi apa yang dilakukan rakyat dengan calon pemimpin.

Meski begitu, kata Din, politik transaksional yang terjadi belakangan ini adalah istilah lain politik uang, politik dagang. Bagaimana tidak, dalam praktinya ada semacam keharusan untuk memiliki modal besar bagi yang ingin terjun ke dunia politik.

Ketika aktor politik menang acapkali mereka mengharapkan uang kembali. Politik transaksional inilah yang menyebabkan lingkaran setan terjadi. “Ini akan membawa keburukan, membuka peluang korupsi, kolusi, maupun praktek buruk lainnya,” jelas Din saat memberikan Ceramah Umum dalam Munas Tarjih ke 30 di Universitas Muhammadiyah Makassar, pada Rabu (24/1/2018).

Bukan hanya itu, kata Din, karena politik transaksional ini pula, aktor politik seolah ada kewajiban memperjuangkan nilai-nilai orang yang mendukungnya sebagai timbal baliknya. Inilah yang kemudian mengurangi kualitas tanggung jawab anggota legislatif, maupun eksekutif, yang terpilih lewat politik transaksional itu.

Selain praktik politik dagang, praktik mahar politik juga menyeruak dalam beberapa kasus yang ada. Sebagaimana Indonesia Corruption Watch (ICW) membeberkan praktik mahar politik ini acapkali dikamuflase dalam berbagai macam pengeluaran dan calon kepala daerah itulah yang mengeluarkan biaya, bukan dari partai. Pun demikian dengan biaya saksi, biaya kampanye dalam pilkada. Demikian kata Peneliti ICW Divisi Korupsi Politik Almas Syafrina seperti dilansir news.detik.com menjelaskan.

Dikatakan Almas, Parpol hanya memperhalus bahasa sebagai sumbangan, biaya saksi, dan biaya organisasi parpol. Padahal esensinya adalah mahar politik. Karena dalam praktiknya, kandidat mencari dan membiayai saksi lagi.

Menurutnya, adalah hal yang aneh jika partai politik meminta mahar untuk kampanye, biaya saksi, dan biaya sengketa. “Ini istilah mereka saja kepada publik Ini tidak sesuai undang-undang,” katanya di Sekretariat ICW, Jakarta Selatan, Selasa (16/1/2018).

Masih dari sumber yang sama, Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Fadli Ramadhanil menyatakan dana untuk parpol sudah diatur oleh undang-undang dan ada batasannya. Begitupun dengan pengeluaran, pengeluarannya pun harus dilaporkan secara transparan, akuntabel, dan dipublikasikan.

“Dari pasangan calon, kalau ini digunakan untuk biaya kampanye dan biaya saksi, harus dilaporkan di awal. Tapi paslon nggak melakukan itu. Padahal dalam Pasal 74 ayat (8) UU Pilkada, disebutkan setiap penerimaan dan penggunaan dana kampanye harus dilaporkan secara transparan dan akuntabel,” katanya.

Menurutnya, jika mahar diasumsikan sebagai biaya saksi, biaya kampanye, dan biaya pemenangan, tentu harus dilaporkan. Tapi tidak dilaporkan sehingga jadi masalah. Soal mahar politik yang belakangan mencuat kasus tersebut harus ditindaklanjuti.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Rezim penindakan pelanggaran pilkada ada di rezim pidana pemilu. Ada di Pasal 187b UU Nomor 10 Tahun 2016. Ini kelanjutan pemberian pidana,”jelasnya.

Sementara itu dalam sudut pandang umat Islam menurut Staff Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, Prof Din Syamsuddin mengatakan politik transaksional, politik uang, maupun politik dagang masuk dalam sudut pandang umat Islam masuk dalam kategori rasuah, sogokan, atau suapan, yang mana perilaku tersebut sangat dikecam oleh Nabi Muhammad SAW.

Untuk itu, kata Din, hal penting dalam mencegah politik transaksional ini adalah bagaimana mensosialisasikan kepada masyarakat khususnya ummat Islam untuk merubah politik transaksional tersebut. “Jika politik transaksional ini meluas, dan terus dilakukan, laknat Allah SWT akan menerpa perangkat kehidupan di negeri ini,” tegasnya seperti dilansir muhammadiiyah.or.id.

Tags: Demokrasiuang
Share148Tweet92Send
Previous Post

AS Tawarkan Turki Kerjasama Upgrade Pertahanan Udara

Next Post

TGB Zainul Majdi: Melihat Indonesia Seperti Melihat Gelas Kosong

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

17 September 2026
SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

16 September 2026
K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

16 September 2026
Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

23 October 2020
Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

17 September 2026
Workshop Pembelajaran Berbasis OBE: LPM INAIS Bogor Perkuat Kompetensi Dosen

Workshop Pembelajaran Berbasis OBE: LPM INAIS Bogor Perkuat Kompetensi Dosen

0
darunnajah terima gontor award

Pesantren Darunnajah Raih 100th Gontor Awards sebagai Pendiri Pondok Alumni Perintis

0
al amien prenduan

Keluarga KH Moh. Tidjani Djauhari Terima ‘100th Gontor Awards’ di Peringatan Satu Abad Gontor

0
Mendiktisaintek brian di gontor

Mendiktisaintek Brian: Semoga Gontor Terus Maju Menjaga Nilai-nilai Keislaman

0
Bersama Presiden RI di Puncak Tasyakuran 100 Tahun Gontor

Bersama Presiden RI di Puncak Tasyakuran 100 Tahun Gontor

0
al amien prenduan

Keluarga KH Moh. Tidjani Djauhari Terima ‘100th Gontor Awards’ di Peringatan Satu Abad Gontor

22 September 2026
Mendiktisaintek brian di gontor

Mendiktisaintek Brian: Semoga Gontor Terus Maju Menjaga Nilai-nilai Keislaman

22 September 2026
darunnajah terima gontor award

Pesantren Darunnajah Raih 100th Gontor Awards sebagai Pendiri Pondok Alumni Perintis

22 September 2026
Workshop Pembelajaran Berbasis OBE: LPM INAIS Bogor Perkuat Kompetensi Dosen

Workshop Pembelajaran Berbasis OBE: LPM INAIS Bogor Perkuat Kompetensi Dosen

22 September 2026
Bersama Presiden RI di Puncak Tasyakuran 100 Tahun Gontor

Bersama Presiden RI di Puncak Tasyakuran 100 Tahun Gontor

21 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result