Bulgaria, Gontornews — Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengumumkan jika negaranya siap membantu Pemerintah Iraq dalam melawan kelompok Kurdi di Sinjar. Hal itu disampaikan Erdogan dalam konferensi pers pada kunjungannya ke kota Bulgaria Varna untuk menghadiri KTT Uni Eropa-Turki, Senin (26/3).
Erdogan mengatakan dirinya mendapat informasi dari intelijen Turki mengenai Pemerintah Pusat Irak yang terlibat dalam operasi militer di Sinjar, sebuah wilayah yang terletak di perbatasan Turki-Irak.
Dia juga menegaskan laporan bahwa anggota Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang dianggap Ankara sebagai kelompok terlarang akan ditarik dari Sinjar, dan pasukan Irak akan dikerahkan ke wilayah tersebut.
“Kami berharap bahwa pemerintah pusat Irak akan melaksanakan operasi ini di Sinjar dengan benar,” kata Erdogan, Aljazeera.
Erdogan mengatakan, Turki akan melakukan apa saja yang diperlukan jika operasi di Sinjar oleh pemerintah Irak gagal. Bahwa sejauh ini, Ankara telah mengikuti perkembangan di lapangan terkait operasi tersebut.
“Kepala intelijen Turki akan bertemu pejabat Irak di Turki dan akan membahas soal masalah Sinjar,” terangnya.
Sebuah kelompok yang memiliki keterkaitan dengan PKK seperti dikutip oleh media Irak Kurdi, pekan lalu telah mengumumkan penarikan pejuang PKK dari Sinjar serta mengatakan bahwa minoritas Yazidi di sana tidak lagi menghadapi ancaman keamanan.
Pengumuman tersebut datang bersamaan dengan ultimatum Turki bahwa mereka akan melakukan operasi militer terhadap para pejuang PKK jika mereka tidak mundur dari Sinjar.
Sementara itu, PKK mengatakan telah memasuki Sinjar pada tahun 2014 untuk membantu membela orang-orang Yazidi melawan Negara Islam Irak dan Levant (ISIS).
Kelompok bersenjata itu telah melakukan perang bersenjata selama beberapa dasawarsa melawan Pemerintah Turki dan telah menewaskan puluhan ribu orang.





















