Srinagar, Gontornews — Aksi protes besar-besaran anti-India meletus di Kashmir bagian selatan yang dikuasai India setelah pembunuhan terhadap sedikitnya 12 pemberontak.
Polisi mengatakan pada hari Ahad (1/4), para pemberontak tewas dalam tiga pertempuran terpisah di tiga desa: Dialgam, Dragad dan Kachdora.
Swayam Prakash Pani, kepala polisi Kashmir, seperti dirilis Aljazeera mengatakan, delapan pejuang tewas dalam dua pertempuran di Dialgam dan Dragad. Lima lainnya tewas di Kachdora.
“Pertempuran selesai,” kata Shesh Paul Vaid, kepala polisi negara bagian, dalam postingan di Twitter. Ia menambahkan, tiga tentara dan empat warga sipil juga tewas.
Salah satu warga sipil adalah pemilik rumah di Desa Dragad di mana para pemberontak terperangkap, kata para pejabat.
Polisi mengatakan, di antara para pemberontak yang tewas adalah beberapa komandan utama.
Menurut polisi, setidaknya 25 warga sipil menderita luka tembak. Sementara enam lainnya dirawat karena cedera. Sedangkan penduduk setempat mengatakan, jumlah mereka yang terluka lebih banyak.
Untuk mencegah demonstrasi, pihak berwenang telah membatasi akses ke internet di wilayah tersebut.
Shesh Paul Vaid, kepala polisi negara bagian, mengatakan kepada wartawan bahwa pertempuran meletus di Kashmir selatan Sabtu malam dan berlanjut hingga Minggu pagi setelah pasukan pemerintah menyerbu dua desa menyusul sebuah informasi tentang kehadiran pemberontak.
Penduduk setempat mengatakan, sejumlah besar orang dari desa terdekat turun ke jalan dan berbaris menuju pertempuran untuk membantu para pemberontak melarikan diri, yang kemudian memicu bentrokan.
“Pasukan itu menembakkan peluru tajam ke warga sipil. Beberapa pemuda tertembak di bagian matanya, dua orang tertembak di depan mata saya,” kata Manzoor Ahmad, seorang penduduk desa, ย seperti dikutip Aljazeera.
“Sejumlah rumah penduduk rusak. Berapa lama pertumpahan darah ini akan berlanjut. Kami lelah.
“Protes telah meluas ke beberapa desa di Kashmir selatan. Menurut pejabat rumah sakit, setidaknya tiga lusin warga sipil terluka dalam bentrokan yang sedang berlangsung antara pemuda yang bersenjatakan batu dengan pasukan bersenjata India.
Para pemimpin separatis telah menyerukan pemogokan dua hari untuk memprotes pembunuhan di wilayah itu. [Rusdiono Mukri]






















laporannya seperti kantor berita pro pemerintah… saya menduga kata “pemberontak” juga settingan lain dari “teroris” yang dipaksakan untuk kepentingan tertentu… Who knows…??