Jakarta, Gontornews –Terkait rencana mendatangkan dosen asing dengan gaji fantastis, pemerintah diminta untuk meningkatkan kesejahteraan dosen lokal di Tanah Air.
“Mendatangkan dosen asing memang sebuah keniscayaan karena Indonesia tidak bisa lepas dari cara pandang internasionalisasi perguruan tinggi. Tapi jangan lupa dosen-dosen di dalam negeri sangat kekurangan,” kata Sekjen APPERTI Dr Taufan Maulamin kepada wartawan di Jakarta,(20/4/2018).
APPERTI mendesak agar Pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan dosen dalam negeri sehingga mampu bersaing dengan dosen luar negeri.
“Jangan sampai ada pertanyaan di kalangan akademisi, di mana keberpihakan Menristekdikti kepada dosen dalam negeri,” tukasnya.
Taufan meminta Menteri Mohammad Nasir mengupayakan dapat memberikan gaji hingga Rp 80 juta per bulan kepada dosen-dosen di dalam negeri yang berkompeten. Dengan demikian, tidak akan ada kecemburuan jika nantinya dosen-dosen asing akan dibayar mahal.
Taufan yakin tidak sedikit dosen lokal lebih unggul dibanding dengan dosen asing. “Meskipun masuknya dosen asing merupakan sebuah keniscayaan, tetapi permasalahannya adalah bagaimana kesiapan kita dan keberpihakan negara terhadap warga negara,” jelasnya.
Taufan yang juga Akuntan dan Doktor Ekonomi Islam lulusan Islamic Economics and Finance, itu mengungkapkan dampak perdagangan bebas memungkinkan tenaga pengajar asing untuk bekerja di Indonesia.
Meski demikian, menurutnya, hal itu tidak dapat menjadi alasan Pemerintah untuk mengabaikan kondisi dosen di dalam negeri yang kian memprihatinkan.
Seperti diketahui, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir menganggarkan Rp 300 miliar untuk menggaji dosen asing yang didatangkan ke Indonesia. Artinya, setiap dosen akan digaji berkisar hingga Rp 65 juta. Nasir mengungkapkan ada 200 dosen dari luar negeri yang akan mengajar di Indonesia untuk peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di perguruan tinggi. [Muhammad Khaerul Muttaqien]


















