Berbeda dengan penyambutan biasanya, Pondok Modern Darussalam Gontor menghadirkan sosok pembawa acara dari santriwatinya dalam penyambutan kedatangan Grand Syaikh Al-Azhar (GSA) Prof Dr Ahmed Mohamed At-Thayyeb di Auditorium Gontor Putri 1 Mantingan, Ngawi, Rabu (2/5). Santriwati yang berkenan menjadi pembawa acara dalam kunjungan GSA tersebut bernama Salsabila Khairunnisa.
Bagi Salsabila, kehadiran sosok tamu internasional seperti GSA sempat membuatnya gugup. Tapi berkat bimbingan para guru, Salsabila berhasil tampil tegas, lugas namun tetap fokus dalam membawa acara prestis tesebut.
Wartawan Gontornews, Mohamad Deny Irawan, berkesempatan mewawancaraiΒ mahasiswi semester 4 Fakultas Tarbiyah Universitas Darussalam Gontor tentang tips, kiat-kiat dan bagaimana cara berbicara di hadapan ribuan tamu serta tamu internasional seperti GSA. Berikut petikan wawancaranya:
Bagaimana persiapan Anda menjadi pembawa acara kunjungan Β GSA di Mantingan, Rabu (2/5) yang lalu?
Saya mendapatkan informasi ini pada hari Rabu, satu minggu sebelum acara. Wakil Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1, KH Ahmad Suharto menunjuk saya untuk menjadi pembawa cara kunjungan GSA di Gontor Putri. Setelah penunjukkan tersebut, saya diberikan teks seperti yang pernah digunakan oleh Ustadz Abdul Hafidz Zaid yang kala itu menjadi MC di acara serupa. Namun, karena terdapat perbedaan konsep acara, tamu yang diundang, maka penyesuaian perlu dilakukan.
Apa perbedaan saat latihan dan hari pelaksanaan?
Saya berlatih bersama Ustadz Fairuz (Subakir Ahmad), Ustadz Suharto, Ustadz Setiawan (Lahuri), Ustadz Farid (Sulistyo) dan dari UNIDA juga pada datang. Ketika hari pelaksanaan, saya merasa nervous karena banyaknya tamu yang hadir. Pasti ada rasa nervous setelah tahu kalau tamunya beliau (GSA) sehingga sempat gemetaran. Padahal saya sudah latihan.
Berapa kali porsi latihan dalam sehari?
Porsi latihan sesering mungkin. Habis shubuh olahraga, lari-lari, terus latihan vokal sendiri. Saya latihan lewat mengaji. Soalnya kalau ketika ngomong kan suara kita dihalus-halusin ustadz. Mengaji dilakukan untuk melatih vokal. Kalau bisa mujawwad, untuk meninggi-ninggikan suara dan untuk mengolah nafas.
Dari mana Anda mendapatkan model latihan seperti ini?
Saya temukan sendiri saja. Latihan seperti ini otodidak dan tidak perlu disuruh misalnya harus begini, harus begitu. Yang penting olahraga, biar tidak sakit. Saya terbiasa joging, kalau fitness, saya jarang.
Teks ini sudah dihafal atau dibaca?

Teks sudah dihafal tapi karena takut salah, saya membawanya. Yang saya tahu, MC itu kontak sama audience dan tidak fokus ke kertas yang dibawa saja. Ketika saya berpikir seperti itu, akhirnya saya memutuskan untuk mempersedikit kontak mata tapi membaca teks juga iya.
Umumnya, MC-MC internasional memang tidak membaca. Saya juga sering membaca teks-teks Arab. Saya suka Rania Ali, MC asal Dubai yang mampu berbahasa Arab dan Inggris sama baiknya. Kalau yang Inggris, saya tidak banyak memantau. Untuk di Indonesia, saya suka Helmi Yahya. Ustadz Heppy Chandrayana juga saya suka.
Selain nervous, apalagi kendala yang antum rasakan dan bagaimana cara mengatasinya?
Kendalanya nervous dan takut salah. Untuk menghilangkan nervous, saya menarik nafas terus buang pelan-pelan dan saya harus enjoy. Kata ustadz Setiawan, just enjoy the moment. Karena kalau MC itu juga harus menjiwai. Ketika salah itu berarti sedang tidak fokus dan tidak menjiwai. Kemarin ketika penyambutan itu, seharusnya beliau meresmikan prasasti di gedung dan bukan di depan. Tiba-tiba, 15 menit sebelum acara ada perubahan sehingga teks itu belum valid hingga acara berlangsung. Maka, ketika itu terjadi, kalau kalimatnya belum dilatih, saya sering takut salah.
Jadi memang ada acara yang tidak direncanakan sebelumnya. Saat itu apa yang Antum pikirkan?
Saya langsung bikin uslub dan langsung ditaαΉ£hih oleh Ustadz Sunan Autad Sarjana. Beliau bantu buat uslubnya dan kita musyawarahkan dan alhmadulillah. Jadi 15 menit sebelum acara ada perubahan mendadak. Pembuatan uslub bareng dengan arahan ustadz Sunan. Saya sempat berpikir bagaimana-bagaimana, tapi ustadz Sunan bilang βkapan lagiβ
Berapa lama anda latihan MC?
Latihan satu minggu tapi efektifnya 3 hari sebelum acara karena saya masih UAS. Biasanya, kita harus mengerjakan tugas di UAS jadi belum bisa fokus.
Sejak kapan Anda ingin jadi MC?
Dulu saya belum pernah jadi MC. Pertama kalinya jadi MC haflatul Takhrij (yudisium) alumni Gontor Putri tahun 2015. Jadi untuk MC acara itu adalah berasal dari kelas 5. Setelah itu, yang saya pahami adalah di Mantingan memiliki style MC tersendiri meski sering disebut oleh Ustadz Fairuz sebagai Stupid slang, sesuatu yang tidak enak untuk dilakukan.
Saya pernah memperhatikan kalau MC di istana presiden tidak sepenuhnya bisa kita terapkan. Karena yang di istana itu tidak sesuai dengan nilai-nilai pondok. Contoh, dandanan, retorika berdirinya, senyumnya berbeda. Kalau di Gontor, kita diajari kalem, menjaga pandangan dan itu yang harus dipatuhi. Tapi di satu sisi, kita juga tidak bisa seenaknya seperti membuat manhaj sendiri yang tidak ada lisensinya.
Kalau MC itu adalah yang memandu acara maka MC harus musyΔwiq atau disenangi. Karena ketika MC nya disenangi atau musyΔwiq, orang-orang akan lebih semangat untuk mengikuti acaranya meski pengaruhnya sangat sedikit. Tapi kalau kita mau berusaha, kita bisa. Jadi MC tidak hanya good-looking tapi juga harus musyΔwiq. Penampilan MC juga harus rapi, tidak usah menor tapi rapi, bajunya disetrika, kerudungnya juga harus rapi. Kan ada orang yang cuek saja, padahal itu diperhatikan.
Kalau jadi MC itu apakah perlu melihat kamera?
Saya belajar dari video Rania Ali untuk tidak mempedulikan kamera. Karena ketika kita peduli kamera, fokus kita akan berpindah ke kamera bukan fokus ke acara. Misalnya, ketika saya mengucapkan βGrand Syaikh Azharβ maka saya harus senyum ke GSA. Sedangkan ketika saya bilang βyang terhormatβ pandangan saya ke audience.
Antum ingin jadi MC pada event-event apa?
Saya ingin membawa acara seminar. Meski demikian, saya tidak melihat adanya perbedaan antara besar-kecilnya acara. Menurut saya, besar-kecilnya acara, MC nya harus bagus. Mau MC nya muhadarah (latihan pidato), harus tetap bagus.























Smoga ananda Salsabila Kh senantiasa istiqomah semakin berprestasi tawadu serta senantiasa membawa nama baik keliarga besar gontor
Amiinnn…. semoga doa bapak/ibu sebagai orang tua diijabah oleh Allah swt.
Semoga semakin baik ke depannya.. Gontor pun semakin baik lagi.
Subhaanallah .. Amazing Master of Ceremony … Jejak yg Unforgettable …