Tim Havard juga sudah menghitung prakiraan kapan alam semesta kita akan berakhir. Menurut perhitungan matematika, alam semesta ini dapat berusia hingga 10139 tahun. Umur semesta yang sudah berjalan sekitar 1081. Jadi, jatah umur jagat raya ini kira tinggal 1058 tahun dari sekarang.
Secara statistik, umur alam semesta ini masih sekitar 10 milyar trilyun trilyun trilyun trilyun tahun. Waktu yang sepertinya masih cukup lama. Tetapi, secara astronomi sesungguhnya umur semesta ini sudah cukup renta. Yang pasti umur yang sudah dilewati sudah jauh lebih lama ketimbang usia yang tersisa.
Apalagi, hitung-hitungan waktu dalam fisika teori ternyata amat relatif. Sebagai contoh, Big Bang I awalnya diperkirakan terjadi sekitar 13,8 milyar tahun. Ini dipercaya hingga beberapa saat sebelum Stephen Hawking meninggal. Belakangan, sekitar dua bulan lalu, ada hasil riset yang memberi indikasi bahwa Big Bang I kemungkinan terjadi sekitar 56 milyar tahun yang lalu. Ke depan, bisa saja, hitungan waktu akan berubah lagi seiring dengan bermunculannya bukti-bukti ilmiah baru yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.
Bila waktu perhitungan awal berubah semakin tua, maka konsekuensi logisnya perkiraan umur sisa pun bisa berubah. Bahkan dapat lebih singkat dari yang diperkirakan. Seperti halnya umur makhluk hidup, semisal manusia. Umur harapan hdup bisa meninggi ketika persyaratan untuk hidup normal terpenuhi. Sebaliknya bisa turun mendadak ketika syarat minimal hidup normal tidak terpenuhi. Bahkan, kematian mendadak bisa saja terjadi ketika kecelakaan tiba-tiba terjadi. Begitu pun umur jagat raya ini, Jika Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, berkehendak jagat raya bisa berhenti dan musnah dalam seketika. Kun fayakun. Jika Allah menghendaki terjadi, maka terjadilah tanpa harus tergantung hitung-hitungan manusia yang pasti punya banyak keterbatasan. Wallahu’alam.
Dedi Junaedi


















