London, Gontornews — Serangan udara yang diyakini dilakukan oleh Rusia di sebuah desa Provinsi Idlib yang dikuasai pemberontak, menewaskan sedikitnya 44 orang semalam. Ini merupakan korban tewas tertinggi dalam satu serangan di wilayah itu tahun ini.
“Pesawat tempur, yang kemungkinan Rusia, menargetkan Desa Zardana di Idlib semalam dan menyebabkan korban tewas tertinggi dalam satu serangan di kawasan itu termasuk 11 wanita dan enam anak,” kata Rami Abdulrahman, direktur kelompok pemantau hak asasi manusia Suriah.
Lebih dari 60 orang juga terluka dalam serangan yang terjadi di Desa Zardana, kata badan pemantau yang berbasis di Inggris itu. Ia menambahkan, serangan itu terjadi setelah umat Muslim berbuka puasa Ramadhan.
Korban tewas diperkirakan akan meningkat karena beberapa korban terluka berada dalam kondisi kritis, kata Abdulrahman seperti dikutip Aljazeera.
Sementara itu kelompok penyelamat White Helmets mengatakan serangan udara telah menargetkan pasar dekat masjid di Zardana, menurut kantor berita Reuters.
Petugas penyelamat masih mencari korban di bawah reruntuhan.
Serangan udara seperti itu tidak biasa terjadi dalam beberapa bulan terakhir di provinsi yang dikuasai para pejuang, yang merupakan bagian dari zona de-eskalasi yang disepakati tahun lalu oleh Rusia, Turki dan Iran.
Dalam beberapa tahun terakhir, puluhan ribu pejuang dan warga sipil telah berlindung di Idlib setelah melarikan diri dari bagian lain negara itu di bawah kesepakatan evakuasi dengan pemerintah Presiden Bashar al-Assad. [Rusdiono Mukri]
























