Washington, Gontornews — Pengungsi minoritas Muslim Rohingya Myanmar mengatakan kepada utusan PBB bahwa mereka bersedia untuk kembali ke Myanmar jika keselamatan dan kewarganegaraan mereka diberikan. Demikian menurut pernyataan PBB seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (18/7).
Dijelaskan Anadolu Agency, pernyataan tersebut muncul setelah utusan PBB Christine Schraner Burgener melakukan kunjungan resmi pertama ke kamp-kamp yang ditempati lebih dari 750.000 pengungsi di Cox’s Bazar, Bangladesh dari 14-16 Juli.
Di Cox’s Bazar, ia mengunjungi kamp-kamp pengungsi yang luas, dan di sana dia mendengar dari orang-orang tentang kekejaman tak terbayangkan yang dilakukan di Negara Bagian Rakhine. Terlepas dari pelanggaran berat hak asasi manusia ini, mereka menyatakan harapan kepada Utusan untuk kembali ke rumah jika keamanan dapat dijamin dan kewarganegaraan dapat disediakan,” tambahnya.
Selama diskusi tentang kunjungan tersebut, Burgener juga menggarisbawahi pentingnya akuntabilitas atas kejahatan yang dilakukan pasukan Myanmar. Berdasarkan Amnesty International yang dikutip Anadolu, dijelaskan sejak 25 Agustus 2017 sekitar 750.000 Rohingya sebagian besar anak-anak dan perempuan telah melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh setelah pasukan Myanmar memulai tindakan keras terhadap komunitas Muslim minoritas. [Muhammad Khaerul Muttaqien]





















