Jakarta, Gontornews — Anggota Legislatif DPR RI Komisi X: Pendidikan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga, Ledia Hanifa, menjelaskan peran penting umat dalam kepemimpinan nasional. Dalam sejarah bangsa, umat sudah memberikan kontribusi kemerdekaan sehingga dalam mempertahankan dan memajukannya umat harus tetap terlibat.
Kekuatan umat akan menjadi faktor penting dalam prosesi pergantian kepemimpinan nasional tahun 2019. Ketua DPP PKS Ledia Hanifa menyebut kekuatan umat kini menjelma dari sebatas kekuatan endorsment menjadi kekuatan gerakan yang bisa mengubah peta politik nasional.
“Kemarin kita silaturahim dengan GNPF Ulama dan ormas-ormas Islam yang menitipkan amanah aspirasi umat dalam Pilpres 2019, kita akan perjuangkan agar ada elemen umat yang maju dalam percaturan Pilpres 2019,” papar Ledia di Jakarta, Jumat (27/7)
Ledia menyebut Ijtima Ulama yang digelar GNPF Ulama berawal dari proses panjang komunikasi para ulama dengan partai politik untuk mengusung capres-cawapres representasi umat.
para ulama sudah melakukan roadshow untuk menyampaikan pandangan dan menitipkan amanat. “Intinya diperlukan orang yang bisa memimpin yang bisa menggabungkan kepentingan bangsa dan umat. Nama memang belum ada tapi keinginannya pimpinan koalisi nasionalis dan religius,” papar Ledia
“Pasangan nasionalis-religius masih banyak diterima oleh masyarakat Indonesia. Kultur kita masih memandang sosok religius sebagai figur yang penting dalam kepemimpinan nasional baik sebagai capres maupun cawapres,” ungkap anggota Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI ini.
Ia melanjutkan, baik forum Ijtima Ulama maupun partai politik berusaha menggalang koalisi besar umat untuk Pancasila dan kebangsaan.[Al Hafidh]



















