Dubai, Gontornews — The Dubai Department of Economic Development (DED) atau Departemen Pembangunan Ekonomi Dubai telah menutup 4.879 akun media sosial dan 30 situs web yang menjual komoditas palsu selama paruh pertama tahun ini.
The Commercial Compliance and Consumer Protection atau Sektor Kepatuhan dan Perlindungan Konsumen Komersial di DED mengumumkan bahwa akun tersebut memiliki 33,5 juta follower, dan DED bekerja dengan situs web dan perwakilan merek untuk menutup akun tersebut.
Mengutip Gulfnews.com Ebrahim Behzad, Direktur Intellectual Property Rights Protection Management, mengatakan saat ini akun-akun jejaring sosial banyak digunakan orang untuk melakukan perdagangan barang palsu.
“Untuk itu tim kami bekerja selama 24 jam untuk terus memantau situs jejaring sosial dan platform digital yang digunakan untuk mempromosikan dan menjual barang palsu dan komoditas palsu,”imbuhnya.
Dikatakan Behzad, barang-barang palsu yang ditawarkan secara online di antaranya tas, parfum, jam tangan, aksesori, produk kosmetik, dan lain-lain. “Kami telah menutup toko-toko dan gudang yang ditemukan untuk menjual barang-barang palsu,” tambahnya.
Selain itu Behzad meminta konsumen untuk tidak tergoda dengan saluran-saluran internet yang mempromosikan barang palsu, yang berdampak negatif terhadap hak-hak pedagang serta kesehatan dan keselamatan konsumen.
Dia juga mendesak publik untuk melaporkan fenomena ini dengan menelepon 600545555 atau melalui akun media sosial “@dubai consumers” di Instagram dan Twitter. [Muhammad Khaerul Muttaqien]
























