Batang, Gontornews – Salah seorang pembicara dalam seminar dan pelatihan manajemen wakaf di Pondok Modern Tazakka, Batang, Dr Mustafa Dasuki Kasbah, meminta kalangan pesantren untuk mengembangkan potensi wakaf untuk dunia pendidikan. Menurutnya, banyak tokoh Muslim terkemuka berkelas dunia hadir dari wakaf di bidang pendidikan.
“Bahkan ulama salaf yang belajar dari dana wakaf seperti Imam Al-Ghazali atau seperti para masyayikh yang pernah studi di Al-Azhar dan sekarang menjadi tokoh ulama terkemuka di dunia merupakan bukti dari manfaat wakaf untuk pendidikan,” kata Mustafa Dasuki Kasbah dalam seminar dan pelatihan yang diadakan PM Tazakka, Jumat (10/8).
“Karenanya, hal ini, seharusnya, dapat diterapkan pula oleh pesantren-pesantren di Indonesia demi kemajuan umat,” tambah Mustofa sebagaimana dilaporkan kontributor Gontornews di PM Tazakka, Ghifaria.
Lebih lanjut, Mustafa Dasuki menyebut bahwa saat ini wakaf bersifat dinamis dan tidak hanya dalam bentuk infrastruktur saja. Mustafa mencontohkan wakaf uang, wakaf manfaat, wakaf profesi sebagai bentuk pengembangan makna wakaf di masa mendatang.
“Adapun cara dan implementasinya masuk dalam produk fikih ijtihadi qiyasi,” cetusnya.
Secara spesifik, Mustafa meminta agar pesantren-pesantren di Indonesia mempelajari sistem manajemen wakaf yang diselenggarakan oleh Universitas Al-Azhar, Mesir.
“Al-Azhar di Kairo merupakan lembaga pendidikan berbasis manajemen wakaf. Al-Azhar mampu mengelola wakaf produktif baik berbentuk harta bergerak maupun tidak bergerak yang mampu menjamin kelangsungan Al-Azhar hingga lebih dari 1000 tahun,” jelasnya.
Mustafa juga memuji keberanian PM Tazakka dalam mengimprovisasi makna wakaf di bidang pendidikan yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.
“Saya menganggap, PM Tazakka seperti miniatur Al-Azhar Kairo dari segi pengembangan dan pengelolaan wakaf. Saya tahu persis karena saya mengikuti konsepnya sejak awal berdiri hingga perkembangannya saat ini,” ucap Mustafa Dasuki.
Sementara itu, Pimpinan PM Tazakka, KH Anang Rikza Masyhadi menyebut bahwa inspirasi pengelolaan wakaf Tazakka pernah disampaikan oleh lisan Dr Mustofa Dasuki dan akan selalu menganggap ia sebagai guru wakaf di Tazakka.
“Inspirasi wakaf yang dikembangkan Tazakka datang dari beliau. Saya masih ingat betul. Saat itu, kami terkesan dengan paparan beliau tentang zakat dan wakaf. Akhirnya, kami berguru pada beliau sehingga Tazakka berkembang dengan konsep wakaf yang beliau ajarkan,” ujar Kiai Anang.
Anang melanjutkan bahwa rahasia pengelolaan wakaf yang dilakukan oleh Tazakka berasal dari dua kata kunci: amanah dan cita-cita.
“Amanah itu pasti, namun cita-cita tidak kalah penting. Tanpa amanah, dana yang diterima akan habis tanpa ada hasil. Namun, apabila tidak ada cita-cita, dana yang akan diterima tidak bisa difungsikan secara optimal karena tidak ada cita-cita dan visi ke depan dan hanya akan diributkan penggunaannya saja,” pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan]


















