Olad Ayad, Gontornews — Pihak berwenang Maroko menangkap 12 tersangka dan memburu tiga lainnya setelah seorang gadis berusia 17 tahun mengatakan kepada polisi bahwa dia diperkosa, disiksa, dan ditahan selama dua bulan.
Seperti dirilis Aljazeera Kamis (30/8), kemarahan meletus di Maroko setelah laporan berita pekan lalu bahwa remaja itu diculik, disiksa, dan dipaksa bertato. Kasus ini memicu kecaman publik tentang hak-hak perempuan dan pelecehan seksual di kerajaan Afrika Utara itu.
Ibrahim Hashane, seorang anggota sekelompok pengacara sukarelawan yang menangani kasusnya, mengatakan pada hari Rabu (29/8), hakim memerintahkan penyelidikan atas dugaan penculikan, pemerkosaan dan pelecehan.
Hashane mengatakan kepada The Associated Press di antara 15 orang yang dicurigai dalam kasus ini, 12 orang ditahan dan tiga orang buron.
Dia menambahkan, hakim menjadwalkan sidang pertama minggu depan.
Polisi membenarkan ada penangkapan tetapi tidak mengatakan berapa banyak atau memberi rincian.
Seorang pejabat pengadilan pada hari Selasa mengatakan para tersangka berusia antara 18 sampai Β 27 tahun.
Tersangka utama (20) ditahan karena dicurigai melakukan perkosaan, penyiksaan, penculikan, membuat ancaman pembunuhan, dan membentuk geng, kata pejabat itu.
Dalam sebuah wawancara video online dengan Chouf TV di Maroko pekan lalu, gadis itu menuduh penculiknya “akan menyerang satu per satu”, membakarnya, dan tidak memberinya makan atau membiarkannya mandi.
Dia tampak memiliki bekas luka dari luka bakar rokok di tangannya.
Gadis itu mengatakan, dia disandera di Kota Olad Ayad, di Provinsi Beni Mellal, Maroko tengah.
“Mereka menahan saya selama sekitar dua bulan dan memperkosa dan menyiksa saya. Saya tidak akan pernah memaafkan mereka. Mereka telah menghancurkan saya,” katanya. [Rusdiono Mukri]






















