Shanghai, Gontornews – Sebuah opini pada media nasional Tiongkok menuduh Amerika Serikat sebagai dalang dibalik gangguan keamanan di wilayah Xinjiang, Tiongkok, Sabtu (1/9). Tuduhan ini disampaikan setelah beberapa anggota parlemen Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada pejabat Tiongkok perihal pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang.
“Tuduhan Barat terhadap Pemerintah Xinjiang sangat memperdaya para ekstrimis. Para ekstrimis meyakini bahwa meluncurkan Jihad (membuat mereka) mendapatkan simpati serta dukungan dari Barat dan masyarakat Internasional,” papar sebuah editorial Global Times yang menjadi majalah resmi Partai Komunis Tiongkok.
“Beberapa pasukan telah berupaya menyerang Pemerintah Tiongkok,” tambah editorial yang dilansir Reuters.
Sebelumnya, sejumlah anggota parlemen AS menyerukan pemerintah untuk memberikan sanksi kepada beberapa pejabat Tiongkok yang dianggap bertanggungjawab terhadap pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang.
Pernyataan AS senada hasil temuan panel hak asasi PBB yang mengaku telah menerima banyak laporan tentang penahanan yang dilakukan oleh Pemerintah Tiongkok terhadap 1 juta muslim Uighur.
Pemerintah tengah mengadakan program re-edukasi terhadap warga muslim Uighur yang diduga telah terindikasi paham radikalisme, serta gerakan ekstrimis keagamaan. Akibatnya, muncul ketegangan antara muslim Uighur dengan pemerintah Tiongkok di Xinjiang. Sebagian besar warga Xinjang didominasi oleh etnis Uighur dan etnis Han. [Mohamad Deny Irawan]
























