Semarang, Gontornews – Badan Metorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Semarang memperingatkan warga Semarang dan sekitarnya agar mewaspadai potensi angin puting beliung jelang peralihan musim kemarau ke musim penghujan.
“Kami minta masyarakat berhati-hati jika terjadi puting beliung yang berbarengan dengan hujan disertai petir,” kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas 1 BMKG Kota Semarang , Tuban Wiiyoso, sebagaimana dilansir Viva.
Lebih lanjut, Tuban menjelaskan jika penyebab puting beliung di Jawa Tengah adalah karena fenomena badai El Nino yang semakin melemah.
BMKG, sebut Tuban, juga memprediksi mundurnya musim penghujan dari perkiraan semula.
“El Nino yang melemah cukup berpengaruh terhadap curah hujan yang mempengaruhi Jateng,” tambah Tuban.
Sebelumnya, BMKG memperkirakan bahwa musim penghujan akan terjadi di Indonesia secara bervariasi mulai dari awal September hingga awal Desember 2018. Meski demikian ada beberapa daerah yang telah memasuki musim penghujan walaupun intensitas hujannya masih cukup kecil.
BMKG memprediksi jika puncak musim penghujan akan berlangsung sejak Desember 2018 hingga Februari 2019 mendatang.
Karenanya, Tuban meminta kepada warga Semarang agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang yang berpotensi menjadi angin puting beliung.
Pun dengan aktivitas di dunia penerbangan, Tuban juga memperingatkan kepada seluruh awak penerbangan komersial agar mewaspadai awan cumulonimbus (CB) pada siang atau sore hari.
“Awan CB itu menyebabkan ketidaknyamanan bagi seluruh penumpang dan awak pesawat dan sangat berbahaya bagi dunia penerbangan sehingga harus dihindari,” kata Pilot maskapai Batik Air, Kapten Rifqy Nuza kepada Gontornews.com. [Mohamad Deny Irawan]


















