Jakarta, Gontornews — Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, meminta kepada seluruh kader Muhammadiyah yang ikut serta dalam kontestasi politik atau ditunjuk sebagai tim sukses mematuhi pedoman dan peraturan yang berlaku. Muhammadiyah, sebut Abdul Mu’ti, tidak akan menghalangi kadernya untuk berkiprah di dunia politik.
“Bagi kader maupun warga Muhammadiyah yang menjadi timses hendaknya tidak menggunakan Muhammadiyah untuk kendaraan politik praktis,” ungkap Mu’ti sebagaimana dilansir muhammadiyah.or.id.
Lebih lanjut, Mu’ti meminta kepada semua kader Muhammadiyah yang menjadi tim sukses salah satu pasangan calon presiden ataupun calon anggota legislatif agar menjadi teladan berpolitik dengan menjaga kesantunan, keadaban serta mengutamakan kepentingan umat dan bangsa di atas kepentingan partai.
“Mari kita menjalankan proses demokrasi yang santun, berkeadaban dan tidak saling menjatuhkan satu sama lain. Dan Muhammadiyah berkomitmen mendukung pilpres yang damai dan akan terus berkhidmat untuk persatuan bangsa,” tutup Mu’ti.
Sebelumnya, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Azhar Simanjuntak dipilih sebagai koordinator juru bicara pasangan calon Persiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dan kontestasi pemilihan Presiden periode 2019-2014 mendatang.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI, Fahira Idris, misalnya mengapresiasi penunjukan Dahnil Azhar sebagai koodinator juru bicara pasangan Prabowo-Sandi.
“Dahnil Azhar adalah sosok murid yang sangat tepat. Masih muda. Doktor ilmu ekonomi. Fasih dan paham bicara keagamaan, politik dan sosial. Dahnil juga pegiat antikorupsi yang sangat gigih dan berhasil memimpin salah satu organisasi pemuda terbesar di tanah air.”
“Dan yang paling penting, orangnya sangat komunikatif sehingga membuat kita mudah menyimak apa yang dia sampaikan. Bisa dikatakan, Dahnil merupakan salah satu anak muda terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini,” pungkas Fahira. [Mohamad Deny Irawan]






















