Aleppo, Gontornews — Ladang pembantaian itu bernama Aleppo. Setidaknya itulah yang terjadi di kota bagian utara Suriah itu. Pembantaian massal terjadi Rabu (12/10). Setidaknya 81 warga sipil tewas dalam serangan udara di kota yang dikuasai para pejuang anti pemerintah Suriah itu.
Seorang saksi mengatakan, bagian timur kota itu diterjang lebih dari 50 serangan rudal pemerintah Rusia dan Suriah sepanjang hari itu. Serangan itu juga melukai lebih dari 87 orang – beberapa dalam kondisi kritis.
“Sampai saat ini Pertahanan Sipil masih bekerja untuk mengevakuasi orang-orang dari reruntuhan,” kata Ibrahim Abu Leith, jurubicara organisasi relawan bernama White Helmets yang berbasis di Aleppo, kepada Al Jazeera.
Sebelumnya, juga pada hari itu, serangan udara pada sebuah pasar yang sibuk di lingkungan Fardous menewaskan sedikitnya 22 orang.
Menurut Abu Leith, 45 orang tewas di Fardous saja.
“Kami hanya memiliki tiga dokter dan sekitar delapan perawat di rumah sakit. Kami tidak bisa menangani semua yang terluka pada saat yang bersamaan,” kata Modar Sheikho, perawat darurat di Fardous, kepada Al Jazeera. [Rusdiono Mukri]




















