Kuala Lumpur, Gontornews–Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia Bogor yang tidak lama lagi akan beralih status menjadi “Institut Ekonomi dan Bisnis Islam Tazkia” ini makin menggeliat di kancah regional.
Setelah menerima mahasiswa dari Malaysia, Thailand, Timor Timur dan Filipina, Tazkia melakukan kunjungan ke Menteri Pendidikan Malaysia, Maszlee Malik, pada tanggal 21 September 2018 di Putrajaya, Kuala Lumpur.
Dalam kesempatan itu Ketua STEI Tazkia
Dr Murniati Mukhlisin menjelaskan, kehadiran manajemen Tazkia kali ini untuk melaporkan keberadaan Tazkia dan membahas tentang berbagai kesempatan untuk beraliansi.
Pada kesempatan itu turut hadir Dr Muhammad Syafii Antonio selaku Chairman Tazkia Group, Agus Haryadi Ketua Yayasan Tazkia dan Mukhamad Yasid Direktur Pascasarjana Tazkia.
Dalam kesempatan itu pula Menteri Pendidikan Malaysia menyatakan dukungannya untuk pengukuhan status akreditasi Tazkia di Malaysia, mengadakan double degree antara kampus Tazkia dan kampus-kampus di Malaysia serta menggelar aliansi untuk mengembangkan keuangan mikro syariah di bawah naungan kampus-kampus di Malaysia seperti yang telah dijalankan Tazkia selama 10 tahun terakhir.
Dosen dan mahasiswa Tazkia telah terlibat aktif dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat dhuafa melalui praktik keungan mikro syariah yang dinaungi oleh Tazkia Micro Finance Centre pimpinan Andi Ihsan Arkam.
Dijelaskan Murniati, sumber dana program pemberdayaan masyarakat dhuafa yang dijalankan Tazkia tersebut didapat dari dana hibah, CSR, infaq dan sedekah, baik dari individu maupun instansi swasta dan pemerintah.
Dana bergulir yang tidak pernah habisnya ini hingga kini sudah membengkak menjadi pembiayaan-pembiayaan produktif dan sudah dibuktikan telah meningkatkan taraf hidup anggotanya yang sudah hampir mencapai 10 ribu orang tersebar di Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat.
Nilai pembiayaan bergulir ini sudah mencapai 70 miliar dari dana awal yang hanya 6 miliar dengan angka pembiayaan macet kurang dari satu persen.
“Hal ini akan menyelesaikan tiga hal yang masuk dalam visi misi kami yaitu kemiskinan keuangan, kemiskinan sosial dan pada akhirnya mencapai pemberantasan kemiskinan religi,” tutup Murniati. [Muhammad Khaerul Muttaqien]
















