Jeddah, Gontornews — Pejabat militer AS mengatakan, mereka akan menanggapi “pada waktu yang tepat dan dengan cara yang tepat” atas serangan rudal kepada kapal perusak Angkatan Laut AS di lepas pantai Yaman pada hari Rabu (12/10). Ini insiden kedua dalam empat hari.
Jurubicara Pentagon Peter Cook mengatakan, USS Mason setidaknya mendeteksi satu rudal yang diluncurkan dari wilayah yang dikuasai Houthi, dekat Al Hudaydah, Yaman. “Namun rudal tidak mencapai USS Mason,” kata Cook dalam sebuah pernyataan.
Serangan terakhir terjadi sehari setelah Arab Saudi menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk mengutuk tindakan teroris yang dilakukan oleh Houthi dan sekutunya.
Seorang pejabat militer AS yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, dua rudal benar-benar telah ditembakkan ke arah USS Mason di Laut Merah.
Pejabat lainnya mengatakan, USS Mason yang didampingi oleh USS Ponce – sebuah dermaga transportasi amfibi – telah diserang oleh rudal namun tidak kena.
Disebutkan, USS Mason mendeteksi rudal masuk pada sekitar pukul 18:00 waktu setempat atau 15:00 GMT.
Upaya-upaya baru untuk menyerang kapal perusak Angkatan Laut AS akan memaksa militer AS untuk membalas. Jika ini terjadi, maka inilah kontak senjata langsung militer AS terhadap Houthi dalam konflik Yaman. Pentagon mengisyaratkan kemungkinan adanya serangan balasan pada hari Selasa (11/10).
Namun Houthi, yang memerangi pemerintahan Presiden Yaman Abd Rabbu Mansour Al-Hadi yang diakui secara internasional, membantah telah menyerang USS Mason atau USS Ponce, Ahad (9/10). [Rusdiono Mukri]




















